Showing posts with label napak tilas. Show all posts
Showing posts with label napak tilas. Show all posts

Paket Umroh Plus Napak Tilas 2013

Posted by Unknown on Tuesday, April 23, 2013




Napak Tilas adalah perjalanan rasul dan para sahabat yang mengajak para jamaah sekalian untuk berjalan menyusuri dan merenungi sejarang perjuangan rasul dan para sahabat. dimana kita sebagai umat muslim untuk mengikuti sunnahnya dan mempelajari sejarah perjalanan hidup nabi atau sejarah kenabian sehingga terdapat peningkatan ruhiah dari para jamaah dan semakin meningkatkan rasa cinta jamaah kepada rasulullah


Untuk menyelusuri sejarah para nabi, Pt Cheria Tour Travel menghadirkan paket umroh plus napak tilas 2013 Berikut itinenari lengkapnya untuk anda simak yaitu :


Hari 1 : JAKARTA – JEDDAH
Jamaah berkumpul di bandara Soekarno Hatta 2 jam sebelum keberangkatan, menuju Jeddah

Hari 2 : MAKKAH

Tiba di Jeddah langsung menuju kota Makkah. Tiba di kota suci Makkah, tempat lahirnya Islam dan Nabi Muhammad S.a.w.dan juga tempat Baginda menerima wahyu dari Allah Swt Kota tempat melaksanakan ibadah haji dan umrah.Jamaah check in hotel lalu melaksanakan umroh. D

Hari 3 : MAKKAH
Melaksanakan sholat Tahajud dan Subuh di Masjidil Haram, dan memperbanyak ibadah. B.L.D

Hari 4 : MAKKAH
Pagi hari berziarah di seputar kota Makkah Jabal Tsur, Jabal Nur, Padang Arafah / Jabal Rahmah, Mina dan terakhir di Masjid Ji’ronah serta jamaah mempunyai kesempatan untuk beroreintasi lebih banyak mengenai kota Makkah, seperti naik ke Gua Hiro (optional), melihat keindahan dan belanja berbagai pernak pernik serta makanan khas Timur tengah. B.LD

Hari 5 : MAKKAH - MADINAH
Setelah Shola t Jum’at dan makan siang Jamaah akaan meninggalkan kota suci Makkah menuju kota suci Madinah, Tiba di kota suci Madinah yang bercahaya Jamaah akan check in hotel dan bgi Jamaah pria dapat berziarah ke Raudah, makam nabi Muhammad Saw, sahabat nabi Abubakar Ra dan Umar bin Khatab Ra serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. B.L.D

Hari 6 : MADINAH

Sholat Tahajud dan Subuh di Masjid Nabawi. Setelah sarapan pagi, Jamaah akan diajak untuk berziarah kota Madinah diantaranya ke, Masjid Quba, Jabal Uhud dan pasar Qurma. Para Jamaah dapat berziarah kembali ke Raudah dan Makam Nabi Muhammad Saw, makam sahabat Nabi Abu bakar Ra serta makam Umar bin Khatab Ra. B.L.D



Hari 7 : MADINAH– AMMAN (JORDAN)
Tiba di Amman, kita langsung menuju Petra, merupakan daerah Edom, ibu kota serta tempat pertahanan Kerajaan Nabatean sejak abad ke 4 SM sampai abad ke 2 M. Semua peninggalan bangunan dan makam di tempat ini dipahat pada Bukit Tebing Batu berwarna kemerah-merahan. Itulah sebabnya tempat ini pun dikenal sebagai “The Red Rose City dan Mengunjungi salah 1 sumur Nabi Musa As.

Hari 8 : PETRA – KARAK – LAUT MATI
Pagi hari meninggalkan Petra dan melanjutkan perjalanan ke Karak. Tiba di Karak mengunjungi Pemakaman Ja’far al –Tayyar Shrine sahabat Nabi Muhammad SAW, kemudian berendam di laut mati,serta bermalam di daerah laut mati.

Hari 9 : LAUT MATI – JERICHO - TIBERIAS
Hari ini menuju Allenby Bridge perpatasana Jordania dan Israel. melanjutkan perjalanan ke kota Jericho, Letaknya 280 m di bawah permukaan laut . Yerikho salah 1 kota tertua di dunia,di sebelah utara kota Jericho kita juga mengunjungi sisa bangunan Istana Hisham juga melewati Biara Percobaan (Nabi Isa As berpuasa 40 hari). Setelah makan siang melanjutkan perjalanan menuju Tiberias .

Hari 10: TIBERIAS
Hari ini mengunjungi Tabgha di tempat ini terdapat sebuah reruntuhan kapel yang dahulu dinamakan “Khotbah di Bukit” yang terkenal dengan pemberian makan kepada ribuan orang dari lima roti 2 ikan, juga kota kuno Capernahum yang dikenal The Town Of Jesus. Kita juga mengunjungi St. Peter Primacy, menyusuri Danau Galilea, di sepanjang danau Galilea merupakan sejarah sejumlah peristiwa perjalanan nabi Isa As . kemudian mengarungi Danau Galilea. Sore hari tiba di Yardenit, dipinggir Sungai Yordan, tempat Nabi Isa As dibaptis oleh Nabi Yahya As.

Hari 11 : TIBERIAS –CANA-NAZARETH-HAIFA-CAESAREA-JAFFA-JERUSALEM
Hari ini melanjutkan menuju kota Cana, tiba di Cana, tempat Nabi Isa As melakukan mujijatNya
yaitu mengubah air menjadi anggur pada suatu pesta perkawinan. Lalu menuju kota Nazareth dan mengunjungi Basilica of the Announciation, dimana Perawan Maria menerima kabar Gembira. Melanjutkan perjalanan ke kota Haifa, kota pelabuhan terbesar pusat industri di Israel, juga mengunjungi maskot kota Haifa ialah kuil pusat kebudayaan kepercayaan Bahai, dengan kubah emas yang berkilauan dengan megahnya, Bahai berasal dari Persia pada tahun 1844 juga Mengunjungi Caesarea, kota terbesar pada zaman Romawi, kita melihat dari dekat Aquaduct Theater yang dibangun Herodes. Melewati Tel Aviv, kota termodern di Israel yang menjadi pusat komersil, industri, hiburan, berteknologi tinggi. Kita singgah di Jaffa, kotanya Nabi Yunus As, yang pernah tinggal didalam perut ikan selama 3 hari. kemudian menuju kota Jerussalem.






Hari  12 :  JERUSALEM -  HEBRON - BETHELHEM          
Sholat tahajud dan Subuh di Masjidil Aqsho, setelah makan pagi di hotel mengunjungi Bukit Zaitun tempat Nabi Isa As. biasa menyendiri dan akan berdoa kepada Allah SWT menuju kota Hebron dimana terdapat makam dari Nabi Ibrahim As, Nabi Ya'kub As dan Nabi Ishak As, dan istri istrinya. kemudian menuju kota Bethelhem adalah sebuah kota mungil di Yudea. Tempat lahir Nabi Isa As sekarang menjadi Gereja Basilika (Gereja Nativity) Tempat Nabi Isa As dilahirkan, ditandai dengan sebuah Bintang Perak bercabang 14.Kembali ke Jerusalem, mengunjungi Mt.Zion, terdapat Basilika Dormitio (Tertidurnya Bunda Maria) Basilika ini berdiri di Bukit Sion, Bunda Maria tinggal di ruangan Senakel hingga akhir hayatnya, di dalam Basilika Dormitio terdapat Senakel ( Ruang Perjamuan dan Makam Nabi Daud As. Melewati Jalan Salib Via Dolorosa dan berakhir di Gereja Makam Suci. Juga mengunjungi Tembok Ratapan, yang saat ini menjadi tempat paling suci bagi umat Yahudi dunia. kembali ke Masjid Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis, merupakan kiblat shalat umat Islam yang pertama sebelum dipindahkan ke Ka'bah. Mengunjungi Dome of the Rock ditempat inilah peristiwa Isra-Mi’raj Rasulallah SAW.  
                                     
Hari 13:  JERUSALEM – EILAT – THABA –ST.CATHERINE                       
Sholat tahajud dan Subuh di Masjidil Aqsho, setelah makan pagi menuju perbatasan Thaba melewati Sodom dan Gumorah (nabi Luth As) lalu menuju kota Eilat Kita akan melewati jalan yang membelah kota Eilat,Kota Tunis modern di ujung Selatan Israel,ditepi Laut Mati , kemudian ke kota Thaba. Kota ini adalah batas tiga negara antara Mesir, Israel dan Yordania. Tiba di perbatasn Mesir, menuju St. Catherine Tiba di ST. Catherine, di lembah ini terdapat sebuah biara bernama Saint Catherine yang dibangun pada abad ke 6 M. Nama ini diambil dari nama seorang anak pemimpin Alexandria ketika itu yang disiksa karena memeluk agama Kristen

Hari  14 : ST.CATHERINE  - MT. SINAI – CAIRO
Perjalanan menuju Gunung Sinai. Tiba di gunung Thur inilah Nabi Musa As berbicara dengan Allah Swt
ketika menerima wahyu (Ten Commandents). Terletak pada ketinggian 2500 m dari permukaan laut,. ziarah makam Nabi Saleh dan Nabi Harun serta gambaran `ijl (anak lembu) yang dibuat oleh Samiri ketika Nabi Musa berkontempalsi selama 40 hari .Melanjutkan perjalanan menuju kota Cairo.

Hari 15 : CAIRO – GIZA - ASWAN
 Pagi hari mengunjungi Museum Egyptian di dalamnya ada mumi Fir’aun yang masih terawat dengan baik sejak sebelum masehi sampai sekarang (melihat mumi optional) dan Mengunjungi Tiga Piramid di dataran Tinggi Giza dibangun untuk tiga Firaun dari dinasti keempat . Sphink –yang berbadan singa berkepala manusia, dengan panjang 57 meter serta tinggi 20 meter .Mengunjungi pasar tradisional Khan Khalili Bazzar. Malam hari dengan kereta malam menuju kota Aswan

Hari 16 : ASWAN    -KOM OMBO - EDFU
Tiba di kota Aswan, menuju pelabuhan untuk , Check in kapal pesiar. Mengunjungi Unfinished Obelisk merupakan pilar batu dengan penampang persegi panjang dan ascending gaya piramida. Mengunjungi Dam Aswan merupakan Dam terbesar di Dunia juga ke pulau Phillae melihat kuil Philae dan kuil Isis Kembali ke Kapal untuk makan siang. Dan mulai berlayar dalam perjalanan melihat Aga Khan Mausoleum dan Pulau Kitchener men ikmati fasilitas kapal.                                                    

Hari 17 : ASWAN -  KOM OMBO  - EDFU
Berlayar dari Aswan menuju Komombo . setelah makan pagi di kapal, Mengunjungi Kuil Komombo. kuil yang dibangun oleh Thutmosis III, fir’aun ke enam dari dinasti ke delapan belas Thutmosis memimpin sebagai bupati dari satu wilayah yang dikuasai oleh ibu tirinya; Hatshepshut. Pembangunan kuil bertujuan untuk menghormati salah satu dewa yaitu Sobek, dewa yang berbadan manusia dan berkepala buaya. Sobek sering dikaitkan dengan dewa keburukan. Sore hari berlayar ke Edfu adalah salah satu kota di Mesir yang terletak di tepi barat sungai Nil di wilayah Aswan. Makan siang di kapal sembari menikmati pemandangan sungai Nil.   

umroh plus napak tilas Temple of Horus

Hari 18:  EDFU – ESNA - LUXOR  
Pagi hari, mengunjungi kuil Edfu adalah peninggalan pada masa pemerintahan keturunan Ptolemeus dari Yunani. Dikenal dengan nama Temple of Horus di dirikan pada masa Cleopatra VII pada tahun 237 SM. Horus adalah nama dewa kebaikan . Berlayar ke Luxor melalui Esna Lock (kunci Esna)   


Hari  19: LUXOR  - CAIRO
Mengunjungi kota Luxor , diantaranya Thebes. melihat dua patung Pharaoh Amenhotep III Masing-masing patung berbobot 1000 ton dan tinggi 23m.Perjalanan diteruskan ke lembah para raja dan ratu namanya valley of Kings dan valley of Queens .Mengunjungi Hatshepsut Temple , Candi Karnak dipenuhi dengan 134 buah gigantic columns dengan ruangan super besar yang tak berujung, di kedua sisi gerbang utama sebelum lorong Great Hypostyle berdiri patung granit Raja Ramses II. Dan pada jantung kompleks candi Karnak terdapat Kuil Anum yang didedikasikan untuk raja para dewa. terdapat juga danau . Sore hari penerbangan dari Luxor menuju Cairo
                                                             
Hari 20 : CAIRO - JAKARTA
Pagi hari acara bebas sampai waktu transfer kembali ke Jakarta


Hari  21 : JAKARTA
Tiba di Jakarta dengan sejuta kenangan yang tak terlupakan.

Untuk melengkapi informasi anda mengenai Paket Umroh Plus Napak Tilas 2013, call kami di 021-7900 216 / 7900 218, Pin BB : 21A68679, email : info@cheria-travel.com, website : www.cheria-travel.com

Kami tunggu anda melaksanakan ibadah umroh plus wisata muslim bersama PT. Cheria,kunjungi juga artikel Paket Umroh Plus Maroko Spanyol 2013 untuk menambah referensi anda semua.


Salam hangat.
Cheria Tour Travel
SelengkapnyaPaket Umroh Plus Napak Tilas 2013
Posted by: Cheria Wisata

Napak Tilas Perjalanan Haji Ibnu Battutah, Sang Traveller

Posted by Unknown on Thursday, October 11, 2012

Dia lah Ibnu Bathutah. Pada 725H/1325 M, ia baru berusia sekitar 21 tahun. Anak muda berdarah Berber ini dengan berat hati meninggalkan kedua orangtuanya. Berbekal seekor kuda, uang, dan kain ihram, ia berniat pegi haji ke Makkah lewat jalur darat. Kota suci itu berjarak 5.000 kilometer dari kota kelahirannya.

Wisata muslim - Pada tahun 750 H/1349 M, Doughlas Bullis dan Norman Macdonald menulis dalam sebuah karyanya, “From Pilgrim” dan “Traveler” (Saudi Aramco World, Juli/Agustus, 2000) bahwa ada seorang penunggang kuda berpakaian lusuh, berusia setengah baya, dan berjalan menuju kota Tangier di pantai afrika utara.

Pada saat meninggalkan kota kelahirannya, Tangier, 24 tahun sebelumnya, pria itu tidak pernah mengira akan melakukan perjalanan panjang selama seperempat abad tanpa sempat pulang ke kampungnya. Ketika kedua mata pria paru baya itu menatap kota kelahirannya, ia mencermati satu per satu rumah di sana. Barisan rumah yang tampak berjejer dengan arah melengkung sepanjang tepian pantai Lautan Atlantik. Ia pun mencoba memutar ulang seluruh rekaman kota yang telah ia tinggalkan sejak seperempat abad sebelumnya.

Gamang, itulah hal lumrah yang ia rasakan. Kekhawatiran muncul karena ia merasa belum tentu bisa kembali ke negerinya. Perjalanan antara Tangier dan Makkah bukanlah perjalanan ringan dan aman. Apalagi perjalanannya ke Makkah ternyata menjadi awal perjalanan panjangnya menempuh jarak ribuan kilometer, mulai dari Tangier, Maroko, Damaskus, Madinah, kemudian Makkah. Jalur yang akan ia lintasi cukup berbahaya dan rawan kejahatan. Bayangkan, ia akan melintasi padang pasir, pegunungan, dan Sungai Nil.

Kehawatiran Ibnu Bathuthah terbukti. Pada saat melintasi suatu padang pasir, ia bersama robongan berjumpa dengan gerombolan perampok. Bahkan, ia sempat berkelahi dengan kawanan perampok hingga nyaris terbunuh. Beruntung, Ibnu Bathuthah ditolong oleh seorang pemimpin kelompok tersebut.

Perjalanan haji Ibnu Bathuthah juga melintasi keringnya udara laut Mediterania dan teriknya daratan berpasir Afrika Utara. Semua ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Setelah menempuh jarak sekitar 3.500 kilometer, mereka menjumpai kota pertama untuk disinggahi, Alexandria. Ia juga mampir di kairo selama beberapa waktu. Dari Kairo, ia melanjutkan perjalanan melintasi rute melalui kota Allepo dan Damaskus bersama rombongan haji yang menuju Makkah. Perjalanan tersebut tetap ditempuhnya dengan berjalan kaki.

Ibnu Bathuthah dan rombongannya mencapai Makkah pada bulan Dzulqa’dah 726 H/Oktober 1326 M. Waktu yang mereka tempuh selama pejalanan adalah 18 bulan. Tepat satu bulan menjelang pelaksanaan ibadah haji pada tahun itu, mereka tiba di Makkah. Pada saat di Damaskus, beliau menikah dan memiliki seorang putera.

Setelah menunaikan ibadah hajinya di Makkah, beliau menuju Madinah, Damaskus, Irak, Iran, lalu kembali ke Makkah. Di kota suci ini ia bermukim selama 3 tahun dan menimba ilmu kepada sejumlah ulama dan ilmuwan.

Setelah cukup menimba ilmu, Ibnu Banthuthah mengayunkan kakinya ke kota Yaman dengan menyebrangi Laut Merah menuju Afrika dan Etopia, Mombasa, Zanzibar, hingga Kilawa.

Dari Somalia, Ibnu Bathuthah menuju Suriah melewati wilayah Anatolia dan Turki dengan menaiki kapal Genoa. Ia menuju Konya hingga Sinope yang terletak di Laut Hitam. Perjalanan selanjutnya adalah ke Caffa, Ozbeg, dan Astarakhan. Dari sini ia melanjutkan perjalanannya ke Konstantinopel.

Ibnu Bathuthah sangat mengagumi Konstantinopel. Menurut catatannya, ia melihat banyak pendeta dan biarawati di kota benteng tersebut. Di kota ini pula, ia bertemu dengan Kaisar Androcius III Palaelogus dan mengunjungi St. Hagia Sophia. Namun, ia menolak masuk gereja itu dengan alasan tidak mau melintas di bawah palang salib. Memang, pada saat itu, Konstantinopel masih berada dalam kekuasaan Romawi Timur.

Setelah satu bulan di Konstantinopel, Ibnu Bathuthah kembali ke Astarakhan melewati Laut Kaspia dan Aral menuju Bukhara dan Samarkand. Kemudian ia mengarahkan langkahnya menuju Afganistan dan India, yang saat itu masih berada di bawah kekaisaran Dinasti Taughluq dan dipimpin Ghiyatsudin Muhammad Syah II.

Ibnu Bathuthah bermukim selama delapan tahun, bahkan ia sempat menjabat sebagai qadhi. Perjalanan pun ia lanjutkan ke Cina sebagai duta Kesultanan Delhi untuk penguasa Cina kala itu. Ia berangkat bersama rombongan diplomatik.

Pada akhir musim panas, sekitar tahun 741 H/1341 M, Ibnu Bathuthah menuju pelabuhan Cambay. Namun di tengah perjalanan, mereka diserang pemberontak Hindu yang menguasai daerah pedesaan India. Ibnu Bthuthah tertangkap, tetapi ia berhasil melarikan diri dan bergabung dengan rombongan yang tersisa dan menuju Cina. Dari sini ia singgah di Indonesia selama 15 hari sebelum menuju kawasan teluk Persia dalam perjalanannya ke kepulauan Meldive.

Di kepulauan ini dia menikah lagi dan dikaruniai seorang putera. Setelah bermukim beberapa lama, ia melanjutkan perjalanannya menuju Damaskus, Suriah. Maksud kedatangannya kembali ke kota ini adalah bertemu dengan puteranya yang telah ia tinggalkan selama 20 tahun sebelumnya. Sayang, puteranya sudah meninggal 15 tahun sebelum kedatangannya.

Ibnu Bathuthah meneruskan perjalanannya ke Mesir. Di kota ini, dia tidak tinggal berlama-lama karena negeri ini sedang dilanda penyakit kolera. Ia pun mengarahkan tujuannya ke Andalusia, Spanyol, sebagai tempat kunjungan berikutnya. Selanjutnya, Ibnu Bathuthah menuju kawasan Afrika tengah.

Terminal terakhir perjalanan Sang Traveller adalah Frez, Maroko. Ia tiba di kota tersebut pada 756 H/1357 M. Di kota itu pula beliau wafat pada tahun770 H/1368-1369 atau 779 H/1377 M setelah kunjungannya ke Andalusia.

Sahabat wisata muslim, perjalanan Ibnu Bathuthah ini terjadi lebih dari 125 tahun sebelum Christoper Colombus, Vasco da Gama, dan Ferdinad Magellhan melakukan ekspedisinya. Tak heran jika Ibnu Bathuthah disebut sebagai pengelana abad pertengahan dan pengelana seluruh kawasan dunia Islam. Menurut para pakar, Ibnu Bathhuthah tidak tertandingi oleh siapa pun, termasuk oleh Marcopolo, Magellhan, dan Colombus, hingga ditemukannya kapal uap. (RA)
SelengkapnyaNapak Tilas Perjalanan Haji Ibnu Battutah, Sang Traveller
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria