Lebih Nyaman Wisata Dengan Paket Tour Muslim

Posted by Unknown on Tuesday, April 24, 2012

tour wisata muslim Beijing
Ironis, jika selama ini banyak paket tour wisata muslim justru digarap oleh travel agent non-Muslim. Terlebih, pihak agen tidak memperhatikan hak dan kewajiban wisatawan muslim ketika harus menjalankan shalat dan menyantap makanan halal. Akibatnya, diantara mereka merasa tidak nyaman dengan perjalanannya wisatanya.

Wisata muslim harus dikembalikan pada makna yang sebenarnya. Bukan sekedar berwisata, tapi menggali hikmah dari sebuah perjalanan. Kendati berwisata ke Eropa, misalnya, pihak travel agent bisa saja mengembangkan program mengunjungi sebuah komunitas muslim setempat. Ini belum banyak dikembangkan.Terpenting, ada nuansa Islaminya, bagaimana shalat ditengah perjalanan, dan makanan halal yang disajikan...

Tujuan wisata tour muslim yang populer saat ini adalah China, hongkong, Eropa, Jepang, Turki, Thailand dan Australia.

Insya Allah kini Cheria Travel Menjembatani kebutuhan ini untuk keluarga Anda semua, berikut 10 hal yang sering ditanyakan tentang tour muslim
SelengkapnyaLebih Nyaman Wisata Dengan Paket Tour Muslim
Posted by: Cheria Wisata

Daftar Haji Dengan Antrian Panjang, Tak Perlu Tegang

Posted by Unknown on Sunday, April 22, 2012

Hingga tanggal 12 Maret 2012, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang. Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun. Demikian data yang diberikan dalam website yogyakarta.kemenag.go.id.

Tak perlu panik dan tegang

Cemas bila umur tak sampai hingga sempat menunaikan ibadah haji sangatlah wajar. Terlebih bagi mereka yang telah memiliki kemampuan baik fisik maupun finansial di masa lampau, tetapi baru terbetik keinginan untuk berhaji saat sudah senja.

Dalam buku berjudul Tip dan Trik Ibadah Haji dan Umrah tercantum sebuah hadits qudsi yang berbunyi,

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-ed.) (HR. Ibnu Hibban)

Memang, pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari prosedur teknis. Jika kita ingin berangkat tahun ini tidak serta-merta bisa terlaksana, tergantung dari kuota yang tersedia dan nomor antriannya. Berbeda dengan ibadah lain yang bisa kita lakukan saat kita menginginkannya, seperti shalat, puasa, membaca al-Quran, zakat, dll. Pada haji, ibadah kita dibatasi faktor lain, tidak semata-mata personal.

Sungguh, saya baru menyadari, saya khilaf telah mengabaikan waktu dan mengulur-ulur ibadah haji. Lalu saya harus bagaimana?

Ya, bisa jadi itu yang kita rasakan saat ini. Menyesal atas perlakuan kita yang mengabaikan undangan prestisius dari Allah swt ini, padahal saat itu kita mampu melaksanakannya. Lalu, bagaimana selanjutnya kita bersikap?

Dari Anas r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau selama berdoa dan berharap kepada-Ku, maka aku pasti akan memberikan ampunan kepadamu atas segala dosa-dosamu dan Aku tidak akan peduli. Wahai anak Adam! Andaikata dosa-dosamu sampai ke langit kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberikan ampunan kepadamu. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau dertemu dengan-Ku, tapi engkau tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi’.” (HR. At-Tirmidzi)

Memang, manusia tidak pernah luput dari khilaf dan kesalahan. Nah, bagaimana selanjutnya dengan masalah antrian haji yang begitu panjang tersebut? Bahkan di beberapa daerah antriannya sudah mencapai 8 tahun berikutnya. Mendaftar tahun 2012, berangkat tahun 2020! Apa yang perlu dilakukan?

Hal yang perlu dilakukan

Berapa pun nomor antrian yang diperoleh calon jamaah haji saat ini, tak perlu cemas. Ya, tak perlu cemas meskipun umur yang dikandung badan sudah semakin senja. Jika Allah swt berkehendak memuluskan jalan seseorang untuk mendekatkan diri kepada-Nya, segala sesuatunya pasti akan dipermudah. Hal yang penting dalam menyikapi hal ini adalah kuatnya keinginan untuk berhaji disertai ikhtiar selanjutnya untuk mewujudkan niat tersebut. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan,

"Jikalau seorang hamba itu mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas." (Riwayat Bukhari)

Tak sedikit kisah seseorang yang naik hajinya dipercepat dari nomor antriannya. Setidaknya terdapat beberapa faktor yang memungkinkan kondisi ini.

1. Adanya penambahan kuota haji, sehingga lebih banyak calon jamaah haji yang diberangkatkan. Nomor antrian pun untuk tahun selanjutnya menjadi maju.

2. Kebijakan pemerintah untuk mendahulukan calon jamaah haji yang sudah lanjut usia.

3. Adanya calon jamaah haji yang sakit atau tidak sanggup melunasi BPIH/ONH sehingga keberangkatannya ditunda. Posisi jamaah tersebut akan diganti dengan jamaah haji di belakangnya yang lebih siap dari sisi fisik dan biayanya.

Dengan adanya faktor tersebut, terdapat peluang agar kita bisa naik haji lebih cepat. Permasalahannya, sudahkah kita persiapkan diri untuk menyambut peluang tersebut? Nah, berikut beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut peluang tersebut.

1. Menguasai manasik (tata cara) haji, dengan begitu kita sudah siap jika sewaktu-waktu mendapat peluang berangkat lebih cepat.

2. Mendaftarkan diri ke kantor agama setempat dan selanjutnya berusaha terus untuk menyiapkan pembayaran sisanya.

3. Menjalin silaturahmi dengan petugas haji, dengan begitu petugas haji punya pandangan alternatif siapa yang bisa ditawarkan sebagai pengganti jamaah yang batal berangkat ke tanah suci.

Setelah menyiapkan ketiga hal di atas, langkah berikutnya yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan rencana kita yaitu berdoa kepada Allah swt agar diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Di samping itu, perlebar terbukanya celah peluang naik haji lebih cepat dengan sedekah. Wallahu a’lam. (RA)
SelengkapnyaDaftar Haji Dengan Antrian Panjang, Tak Perlu Tegang
Posted by: Cheria Wisata

Ziarah ke Sumber Mata Air Zam-Zam

Posted by Unknown on Monday, April 16, 2012

air zamzam


Ziarah ke Sumber Mata Air Istimewa

Sumur zam-zam terletak 40 hasta di sebelah timur Ka’bah. Sumur zam-zam ini juga terletak sejajar dengan Multazam. Bagi para jamaah haji, sumur zam-zam merupakan tempat favorit untuk dikunjungi. Hal ini disebabkan karena air zam-zam yang terpancar dari mata air sumur zam-zam memiliki banyak khasiat.

Sebutan-sebutan untuk air zam-zam

Khasiat dalam air zam-zam ini menyebabkan banyak nama yang disematkan pada air berkah tersebut. Berikut nama-nama dari air zam-zam.

Syabba’ah (yang mengenyangkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa membuat kenyang orang yang meminumnya.

Nafi’ah (yang berkhasiat) – Hal ini disebabkan air zam-zam memiliki banyak khasiat yang tak terhingga, termasuk menguatkan hati, menghilangkan rasa takut, dan memadamkan api kesedihan.

Afiyah (yang menyehatkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Maymunah (yang mengandung berkah) – Hal ini disebabkan orang yang meminumnya dengan berbagai niat menjadikan niat tersebut terlaksana.

Madhnunah (yang sangat di-inginkan) - Hal ini disebabkan dahulunya suku-suku Arab sangat berkeinginan untuk memilikinya dan tidak ingin membagikannya kepada suku lain.

Kafiyah (yang mencukupi) – Hal ini disebabkan kesegaran air zam-zam membuat orang yang meminumnya tidak membutuhkan air lain.

Mu’dzibah (yang tawar) – Hal ini disebabkan rasa tawar yang dimiliki air zam-zam.

Sifa’ saqam (obat segala penyakit) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tha’am tha’m (yang mengenyangkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa membuat kenyang orang yang meminumnya.

Hazmah Jibril (galian Jibril) – Hal ini disebabkan awal keberadaannya dari malaikat Jibril yang memukul tanah di bawah kaki Ismail dengan tumitnya.



Keutamaan zam-zam

Rasulullah saw bersabda, “ Sebaik-baik air di muka bumi ini ialah air zam-zam.” (HR. Ahmad)

Rasulullah saw bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab al-Manasik, Jilid II, hal. 1018)

Rasulullah saw bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian Jibril dan siraman Allah kepada Ismail.” (HR. Al-Hakim dan ad-Daruquthni)

Rasulullah saw bertanya kepada Abu Dzarr al-Ghifari, “Sejak kapan engkau di sini?” Abu Dzarr menjawab, “Aku di sini semenjak 30 hari yang lalu?” Beliau bertanya, “Lalu siapa yang memberimu makan?” Abu Dzarr menjawab, “Aku tidak memakan apa-apa selain air zam-zam.” Beliau lalu bersabda, “Ia mengandung banyak berkah dan bisa menghilangkan rasa lapar.” (HR. Ahmad)

Hasil penelitian ilmiah tentang air zam-zam

Dalam sebuah seminar yang diadakan di negeri jiran, Malaysia, Masaru Emoto menjelaskan tentang rahasia kekuatan yang dimiliki oleh air. Masaru Emoto adalah seorang doktor dari Universitas Yokohama, Jepang, yang juga penulis buku The True Power of Water yang sangat laris.

Saat itu, Masaru Emoto menampilkan berbagai slide yang menunjukkan foto dari berbagai macam sampel air yang diambil dari berbagai sumber seperti mata air, sumur, telaga, danau, sungai, dan sebagainya. Hingga suatu saat Masaru Emoto bertanya pada para peserta seminar, “Molekul air apakah ini?”

Tampak dalam slide yang ditunjukkan sebuah foto molekul air yang berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, serta memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan.

Di kala suasana senyap, seorang peserta menjawab bahwa kemungkinan molekul indah itu adalah molekul air zamzam. Saat ditanyakan alasannya, peserta tersebut menjawab karena air zam-zam merupakan air yang paling mulia di dunia.

Ternyata benar. Hasil penelitian Masaru Emoto terhadap air zamzam menunjukkan bahwa molekul air yang dijadikan sebagai oleh-oleh haji oleh jutaan jamaah haji itu memang paling cantik dan indah di antara air lainnya.

Secara umum, hasil penelitian Dr. Masaru Emoto itu menegaskan bahwa khasiat air mengikuti perlakuan yang diterimanya. Jika diucapkan hal-hal buruk terhadap air maka bentuk molekulnya menjadi rusak dan tak beraturan. Jika dikatakan ucapan yang baik serta doa maka akan terbentuk kristal molekul yang indah dan teratur.

Adab atau etika meminum air zam-zam

Nah, bagi jamaah haji yang sedang berziarah ke sumur zam-zam serta siapa pun yang hendak meminum air zam-zam, terdapat adab yang harus diperhatikan. Dr. Ablah Muhammad al-Kahlawi menuliskan dalam bukunya bahwa terdapat adab yang perlu diperhatikan saat meminum air zam-zam. Menurut Imam al-Fasi, orang yang meminum air zam-zam disunnahkan menghadap kiblat dan menyebut nama Allah swt. Selanjutnya mengambil napas tiga kali dan meminumnya hingga puas. Setelahnya membaca tahmid dan berdoa sebagaimana Ibnu Abbas saat meminumnya, “Ya Allah, berilah aku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang melimpah, dan kesehatan dari segala penyakit.” Lalu berdoa dengan apa yang dikehendakinya.

Jangan lupa untuk memperhatikan adab lain dalam hal minum seperti tidak bernapas dalam bejana, minum tidak sambil berdiri, dan memegang gelas dengan tangan kanan. (RA)

Kunjungi juga artikel menarik kami yang lainnya di Tour Wisata Ziarah 2013

SelengkapnyaZiarah ke Sumber Mata Air Zam-Zam
Posted by: Cheria Wisata

Ini Dia! Bocoran Info ONH / BPIH 2012

Posted by Unknown

Akhirnya, ada bocoran informasi besaran BPIH 2012 yang harus ditanggung jamaah calon haji 2012. Meskipun sebelumnya terjadi pembicaraan yang sangat alot antara pihak pemerintah dengan komisi VII DPR. Alotnya pembahasan BPIH ini terjadi karena beberapa faktor, sebagaimana diberitakan dalam sebuah ertikel yang diturunkan oleh JPNN berikut ini.

JAKARTA - Pemerintah dan Komisi VIII DPR sepertinya butuh waktu lama untuk mencapai kesepakan soal penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kedua pihak masih belum sepakat untuk pos pengeluaran biaya penerbangan dan ongkos sewa pemondokan di Arab Saudi.


Wakil Ketua Komisi VIII Choirun Nisa kemarin (6/4) menuturkan, memang betul sampai saat ini pembahasan BPIH masih alot. Namun, dia mengatakan skema pembahasan BPIH tahun ini lebih bagus ketimbang sebelumnya. "Sebelum-sebelumnya dibahas mendekati musim haji. Tapi tahun ini sudah mulai dibahas sejak awal tahun," ujar dia.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, alotnya pembahasan BPIH dipicu pada dua pos pengeluaran anggaran yang akan ditanggung jamaah. Dua pos itu adalah, pengeluaran ongkos penerbangan dan biaya sewa pemondokan.

Nisa menuturkan, sampai saat ini pemerintah tetap pada pendiriannya menetapkan ongkos penerbangan haji sesar USD 2.200 per jamaah. Sementara pihak DPR meminta biaya penerbangan itu dipangkas.

Menurut Nisa, ongkos penerbangan itu bisa ditekan maksimal USD 2.000 per jamaah. "Tugas pemerintah untuk negosiasi harga penerbangan ini," katanya. Nisa mengatakan, tahun lalu ongkos penerbangan berkisar antara USD 18.500 hingga USD 19.000.

Dia mengatakan, DPR sadar jika harga penerbangan naik karena mengikuti harga avtur. Tetapi, naiknya tidak terlalu signifikan. "Saya rasa masih ada peluang untuk dinego lagi," kata Nisa.

Sementara itu, pos biaya sewa pemondokan yang diajukan pemerintah juga masih bertepuk sebelah tangan. Pihak DPR tidak terima jika pemerntah semena-mena menaikkan anggaran pemondokan sebesar SAR 4.500 per jamaah.

Menurut Nisa, sewa pemondokan tahun ini ditetapkan seperti tahun lalu. Yaitu sebesar SAR 3.850 per jamaah. Setelah disubsidi pemerintah melalui bunga simpanan haji, tahun lalu biaya pemondokan yang ditanggung jamaah sebesar SAR 2.850.

Lilis memperkirakan, jika biaya haji berpatokan pada usulan pemerintah tadi, yaitu penerbangan USD 2.200 dan pemondokan SAR 4.500 per jamaah, maka BPIH tahun ini bisa naik hingga Rp 6 juta per jamaah. Seperti diketahui, tahun lalu rata-rata BPIH sebesar Rp 31 jutaan per jamaah.

Sementara itu, jika pemerintah bisa melobi untuk menurunkan rancangan biaya penerbangan dan ongkos pemondokan haji, Nisa mengatakan kenaikan BPIH tahun ini masih tergolong wajar. DPR masih mentoleransi jika kenaikan antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per jamaah. "Masih ada peluang juga BPIH tidak naik," pungkasnya.



Sementara itu, pihak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia mengatakan bahwa ada kemungkinan BPIH naik sebesar 10%. Demikian berita yang diturunkan oleh Republika Online berikut ini.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR- Jelang penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), Rabu malam (11/4) Kementerian Agama memprediksi ada kenaikan sekitar 10 persen.

"Ada dua hal krusial dalam pembahasan BPIH, harga sewa pemondokan yang melambung tinggi dan harga tiket pesawat," jelas Menteri Agama Suryadharma Ali, Rabu (11/4).

Meski besaran BPIH belum diputuskan, Menag memberi gambaran harga dengan berpatokan pada harga sewa pemondokan dan tarif penerbangan tahun lalu. Jika BPIH ditetapkan sebesar 5500 riyal, harga pemondokan diperkirakan mendapat porsi 3900 riyal. Sementara harga sewa riil tahun lalu sebesar 3150 riyal. Jika tahun ini ditetapkan minimal BPIH sebesar 4700 riyal, misalnya, ada kenaikan 550 riyal.

"Kenaikan sebesar itu masih dapat dipahami karena ada kenaikan subsidi rata-rata 600 riyal hingga 700 riyal per jamaah," ungkap Menag.

Tawar menawar paling alot terjadi di area tarif penerbangan. Maskapai penerbangan Garuda masih mematok harga USD 2263. Artinya, ada kenaikan lebih dari USD 200 dibandingkan tarif tahun lalu yang hanya USD 2020 per jamaah.

"Melihat kondisi tadi, kemungkinan besar BPIH naik sekitar 10 persen. Tapi kita belum tahu kenaikannya berapa karena masih proses finalisasi" pungkasnya.



Memang, angka kenaikan BPIH sebesar 10% itu belum final. Hal ini disebabkan pengumuman besaran BPIH 2012 baru akan dilakukan besok Kamis, 12 April 2012. Sebagaimana diberitakan dalam liputan6.com.



Liputan6.com, Jakarta: Menteri Agama Suryadharma mengatakan akan menyampaikan kemungkinan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada Kamis. Saat ini, masalah tersebut sedang dibahas DPR.

"Kemungkinan akan naik, karena keputusannya saat ini sedang dibahas oleh DPR dan akan disampaikan besok (Kamis) hasilnya," kata Suryadharma saat ditemui usai menghadiri pembukaan Rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (11/4).

Pembahasan besaran BPIH memang belum final. Meski begitu, kita boleh tetap berharap BPIH 2012 tidak naik. Kalau pun naik, jangan sampai menjadi beban berat bagi para tamu-tamu Allah yang akan dibanggakan oleh-Nya di hadapan para malaikat dan mustajab doanya. Semoga para jamaah haji diberikan keringanan untuk segera berkunjung ke tanah suci. Untuk info lainnya mengenai kebrangkatan haji silahkan cek dalam artikel kami yang berjudul haji tahun 2013. (RA)
SelengkapnyaIni Dia! Bocoran Info ONH / BPIH 2012
Posted by: Cheria Wisata

Tembus 1,7 Juta Jamaah, Antrian Haji Terus Bertambah

Posted by Unknown on Sunday, April 15, 2012

Sejak pelaksanaan haji 2011 lalu, geliat pendaftaran haji sudah mulai terlihat ramai. Bahkan, sejak Oktober 2011 hingga 12 Maret 2012, tercatat bahwa Provinsi Jawa Timur menduduki daerah paling banyak angka pendaftarnya, yaitu 358.646 orang calon jamaah haji (CJH). Posisi selanjutnya diduduki Jawa Tengah sebesar 270.763 CJH (daftar tunggu 9 tahun), Jawa Barat sebesar 229.056 CJH (daftar tunggu 6 tahun).

Hingga tanggal 12 Maret 2012, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang. Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun. Demikian data yang diberikan dalam website yogyakarta.kemenag.go.id.

Sementara itu, republika.co.id-Palembang melaporkan bahwa daftar tunggu untuk calon haji di Kota Palembang, Sumatera Selatan, hingga kini cukup panjang dan sudah sampai pada tahun 2020.

"Sekarang daftar tunggu calon haji di kota ini sampai tahun 2020, bahkan sudah hampir habis," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota setempat, H Rosidin Hasan di Palembang, Jumat (27/1).

Masih dari website yogyakarta.kemenag.go.id., Kepala Bagian Siskohat Kemenag Amin Akkas beranggapan bahwa antrian haji di negeri ini terjadi karena perbandingan antara jumlah pendaftar dengan kuota dari pemerintah Arab Saudi sangat tidak sebanding. Secara umum, dia mengatakan geliat pendaftaran haji mulai naik tidak karuan pada 2008 lalu. Saat itu, antrean CJH membengkak signifikan dari 6.994 CJH pada 2007, lalu menjadi 121.287 CJH pada 2008.

Amin menjelaskan, tugas dari pemerintah saat ini adalah mengelola antrian CJH yang panjang itu. Dia mengatakan, Kemenag sudah memiliki beberapa formulasi pengelolaan CJH. Di antaranya adalah membuat daftar haji usia di atas 60 tahun atau kategori resti (resiko tinggi). “Memanfaatkan kuota tambahan untuk CJH usia lanjut, sudah menjadi terobosan,” kata dia.

Namun, menurut Amin, jumlah kursi yang dialokasikan untuk CJH resti tidak signifikan. Tahun lalu, diperkirakan kuota tambahan yang diberikan Saudi hanya bisa memangkas 3.000 sampai 4.000 CJH resti. Amin berharap, kebijakan memberangkatkan lebih dulu jamaah resti ini berlanjut untuk tahun ini. Sehingga, jamaah yang rata-rata menderita penyakit kronis seperti darah tinggi dan diabetes itu tidak lama-lama antri.

Untuk kuota haji definitif periode 2012, Amin mengatakan masih tetap seperti tahun lalu. Namun, dia mengatakan Kemenag sedang mengagendakan penandatanganan MoU dengan pemerintah Saudi. Isi dari MoU ini adalah, perubahan kuota haji untuk Indonesia. Seperti diketahui, Kuota haji Indonesia 2011 sebanyak 211 ribu kursi. Kemudian, mendapatkan tambahan kuota sebesar 10 ribu kursi.

Efek dana talangan haji

Besarnya antusiasme masyarakat untu mendaftar haji memang tidak bisa dilepaskan dari dana talangan haji yang ditawarkan pihak bank kepada mereka yang punya keinginan untuk naik haji. Terlepas dari pro-kontra kebolehan dana talangan haji ini secara fikihnya, tetapi memang dampak psikologisnya begitu besar dirasakan.

Dengan adanya dana talangan haji, orang yang pada dasarnya belum mampu melaksanakan secara dana bisa mendaftar dengan modal hutang bank. Seperti kita ketahui, syarat untuk bisa mendaftar haji dan mendapatkan nomor porsi di departemen agama yaitu menyetorkan uang sebesar 25 juta rupiah. Namun, dengan adanya hutang bank dalam bentuk dana talangan haji ini, seseorang bisa membayarkan uang pendaftaran tersebut ke departemen agama dan mencicilnya ke bank di kemudian hari.

Akibatnya bisa ditebak, mereka yang sebenarnya lebih punya kemampuan finansial menjadi terhalang keberangkatan hajinya hanya karena terlambat mendaftar dan membayarkan uang untuk nomor porsi haji. Padahal bisa jadi, keterlambatan tersebut hanya karena calon jamaah tersebut ingin menghindari hutang.

Mencari solusi dari kuota haji

Dari berita yang diturunkan oleh sindonews.com, Komisi VIII DPR mendesak Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengajukan penambahan kuota haji pada Pemerintah Arab Saudi. Penambahan ini diperlukan mengingat antrian daftar tunggu haji sudah cukup panjang.

Menurut anggota Komisi VIII DPR Muhammad Baghowi mengatakan, masih terbuka peluang bagi Kemenag untuk mengajukan penambahan kuota haji 2012.

Jika dilihat dari ketentuan Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia seharusnya memperoleh kuota sebanyak 247.000 jamaah.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma mengatakan bahwa upaya penambahan jumlah kuota tidak bisa diputuskan sepihak, sebab hal itu sangat bergantung pada kebijakan pemerintah Arab Saudi. Kemenag, ujarnya, sudah berulang kali menyampaikan usulan penambahan kuota haji kepada pemerintah Arab Saudi. Namun, langkah tersebut hingga kini belum disetujui dengan alasan pemerintah Arab Saudi khawatir tidak mampu memberikan pelayanan yang baik bagi jamaah. Meski jumlah daftar tunggu haji terus membengkak, Menag tetap bersikeras menolak usulan pembatasan daftar tunggu, termasuk membatasi jamaah berisiko tinggi.

Memang, haji adalah perkara ibadah seorang manusia kepada Tuhannya. Jangan sampai akibat dari carut-marutnya sistem haji membuat antusiasme masyarakat untuk memenuhi panggilan Tuhannya menjadi terhalang. Perkara seberapa besar antrian calon jamaah haji, setiap pendaftar tentu sudah tahu risiko dan konsekuensinya.

Bagi Anda yang sudah ingin berangkat naik haji, jangan putus asa. Segera daftarkan diri Anda untuk berhaji. Siapa tahu, Anda bisa berangkat lebih dahulu, lebih cepat dari nomor yang tercantum dalam daftar antrian. Banyak contoh mereka yang bisa naik haji lebih cepat karena menggantikan jamaah sebelumnya yang berhalangan berangkat. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Jangan putus asa. (RA)
SelengkapnyaTembus 1,7 Juta Jamaah, Antrian Haji Terus Bertambah
Posted by: Cheria Wisata

Derita Sakit Ginjal Sembuh di Tanah Suci

Posted by Unknown

Sakit, atau merasa sakit, merupakan salah satu alasan bagi seseorang untuk menunda keberangkatannya naik haji. Setidaknya ada dua bayangan atau pertanyaan yang terbayang.

1. Bagaimana saya bisa melaksanakan ibadah di tanah suci dengan baik jika menderita sakit?

2. Jika uang saya digunakan untuk membayar haji, bagaimana dengan ongkos berobat saya di kemudian hari?

Disadari atau tidak, mungkin ada dari kita yang memiliki anggapan tersebut.

Namun, percaya atau tidak, justru ada pengalaman seorang penderita batu ginjal yang sembuh dari penyakitnya yang bertahun-tahun ketika di tanah suci. Berikut ini merupakan kisah seorang jamaah haji di sebuah kabupaten di Jawa Timur bernama Pak Ahmad (bukan nama sebenarnya).

Pak Ahmad termasuk dalam rombongan haji Tahun 2006 atau 1427 H. Sebelum itu, beliau menderita penyakit kencing batu atau batu ginjal cukup kronis. Beragam upaya medis dan konsumsi obat dokter menjadi menu sehari-hari. Kondisi sakit ini berlangsung cukup lama. Jika kambuh, rasa sakit yang menderanya sangat luar biasa.

Namun, sakit itu bukan menjadi penghalang bagi Pak Ahmad untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Diputuskannya untuk berangkat haji pada tahun 2006 dengan berbekal obat resep dokter. Rasa takut sakitnya kambuh di tanah suci dikalahkan keinginannya yang menggebu untuk menjalankan Rukun Islam kelima di tanah suci.

Dengan diiringi rasa sakit, Pak Ahmad tetap menjalankan aktivitas harian di Masjidil Haram. Jika rasa sakit menyergap, ia pun mengonsumsi obat resep dokter yang dibawanya dari tanah air. Ia tak ingin, rasa sakit itu mengganggu kenikmatannya dalam beribadah.

Suatu saat, ia hendak kembali ke pemondokannya di sektor IV Jawar Taisir setelah beribadah di Masjidil Haram. Namun, rasa sakit karena gangguan ginjalnya kembali kambuh. Ironisnya, obat resep dokter yang telah disiapkan cukup selama di Tanah Suci ternyata sudah habis. Dengan tertatih-tatih ia mencari taksi untuk pulang kembali ke pemondokannya yang berjarak 1,5 km dari Masjidil Haram. Padahal, jika tidak terserang sakit, ia biasa menempuhnya dengan berjalan kaki.

Sesampainya di pemondokan, Pak Ahmad segera ditangani dokter kloter dan perawat medis. Namun, obat untuk kencing batu simpanan kloter tidak tersedia saat itu. Akhirnya, dokter membuatkan resep obat untuk dibeli di apotek rujukan di sekitar sektor Jarwal. Ketua regu dan beberapa teman Pak Ahmad pun berputar untuk mencari obat tersebut.

Sementara menunggu obat datang, Pak Ahmad merintih menahan rasa sakit. Kepanikan pun terjadi ketika beliau mengeluarkan air seni disertai darah yang begitu banyak. Belum berakhir sampai di situ, ketua regu dan teman-temannya yang telah kembali tidak berhasil mendapatkan obat tersebut.

Akhirnya, dengan segala kepasrahan dan keikhlasan atas ujian itu, Pak Ahmad meminum air Zam-Zam yang dibawa dari Masjidil Haram hingga lebih dari 3 liter. Dengan terus berdoa, diminumnya air tersebut hingga tidak mampu meminumnya lagi. Pak Ahmad pun beristirahat di pembaringan sambil terus berdoa dan menahan rasa sakit. Sementara air seni bercampur darah terus keluar.

Setelah 30 menit berlalu, Pah Ahmad minta diantar ke kamar mandi. Dengan tertatih menahan sakit, beliau dipapah oleh rekan-rekannya menuju ke kamar mandi yang terletak di ujung kamar. Selang beberapa saat setelah Pak Ahmad masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara keras. BLETAAKK..! Seperti suara sesuatu menabrak dinding kamar mandi. Apa yang terjadi?

Subhanallah! Terdengar Pak Ahmad berteriak dari dalam kamar mandi. Teman-temannya yang berada di luar kamar mandi menjadi bingung. Apa yang terjadi?

Beberapa saat kemudian Pak Ahmad keluar sambil berlinangan air mata, tetapi tersenyum bahagia. Adapun tangannya menggenggam batu sebesar jempol kaki orang dewasa. Ya, itulah batu yang menimbulkan suara keras tadi.

“Subhanallah...Allahu Akbar... ,” begitulah ucap Pak Ahmad berkali-kali meneriakkan kalimat thoyyibah sambil menunjukkan batu seukuran jempol kaki itu. Itulah batu ginjal yang selama ini bersarang di ginjalnya selama bertahun-tahun. Di dalam kamar, Pak Ahmad pun bersujud syukur atas karunia dan keajaiban yang beliau rasakan.

Semua teman-temannya yang ada di kamar takjub, merinding, dan tidak bisa berkata apa-apa. Hanya kalimat thayyibah yang terus keluar dari mulut mereka melihat kejadian yang menakjubkan ini. Sejak saat itu, hilang pula rasa sakit yang selalu diderita Pak Ahmad selama ini.

Pak Ahmad pun bercerita bahwa saat mengeluarkan air seni, tiba-tiba terdengan suara yang begitu keras menabrak dinding kamar mandi. Setengah tidak percaya, dicarinya apa yang terlempar tadi. Subhanallah, ternyata batu ginjalnya. Hal menakjubkan selain itu adalah tidak munculnya rasa sakit ketika batu itu keluar.

Itulah keajaiban haji. Itu pula keajaiban air zam-zam yang ada di tanah suci. Semuanya sudah disabdakan lewat lisan Nabi Muhammad saw yang diberkahi.

Dari Abdullah Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya. Dan mereka memohon kepada-Nya, Dia pun memberikan permohonan mereka.” (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Hibban)

Disebutkan oleh As Suyuthi dari hadis Ibnu Abbas, dan HR. Al Hakim dan Ad Daruquthni bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian Jibril dan siraman Allah kepada Ismail.”

Jadi, jangan takut lagi untuk naik haji. Jangan pula rela untuk menunggu berlama-lama. Wujudkan segera niat kita untuk naik haji. Semoga Allah memberkahi. (RA)
SelengkapnyaDerita Sakit Ginjal Sembuh di Tanah Suci
Posted by: Cheria Wisata

Agar Sedekah Haji Kita Diterima

Posted by Unknown on Friday, April 13, 2012

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih).

Saya ingin sekali naik haji, tapi...saya juga tidak punya harta yang bisa disedekahkan. Jika mitra haji dan umrah sudah membaca artikel “Kisah Sekuriti Menghajikan Ibunya”, tentu mengetahui kondisi seperti ini, yang dialami oleh sang sekuriti. Ada sebuah hadits yang terkait dengan masalah ini.

Tiap muslim wajib bersedekah. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Sedekah memang ajaib karena dengan sedekah seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt dan diterima peromohonannya. Namun, ada sedekah yang tidak memberi manfaat apa pun, bahkan membuat rugi pelakunya. Beberapa hal yang bisa membuat keutamaan sedekah menjadi “cacat” di antaranya sebagai berikut.

1. Mengungkit-ungkit pemberian atau apa yang pernah disedekahkannya

Dari Abu Dzar, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Ada tiga golongan yang tidak akan mendapat tegur sapa dari Allah swt pada hari kiamat, tidak (pula) menyucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.” Lalu, Rasulullah saw membaca ayat ke-77 dari surat Ali Imran sebanyak tiga kali.”

Abu Dzar berkata, “Tiga golongan itu akan tertipu dan merugi, wahai Rasulullah! Siapakah mereka itu?” Rasulullah menjawab, “(Yaitu), orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Adapun ayat yang dimaksud yaitu:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (TQS. Ali Imran: 77)

2. Bersedekah dengan harta haram

“Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpahkan darah. Di sisi Allah, ia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya, apabila ia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah. Dan apabila disimpan maka hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun maka hartanya akan menjadi bekalnya di neraka.” (HR. Abu Dawud)

3. Bersedekah dengan barang yang buruk atau cacat

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik., dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan, janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu menafkahkan darinya. Padahal, kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (TQS. Al Baqarah [2]: 267)

4. Menyakiti perasaan si penerima sedekah

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (TQS. Al Baqarah [2]: 263)

5. Sombong dan ingin dipuji

“Dan, janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (TQS. Lukman [31]: 18)

Lalu, bagaimana seharusnya kita bersedekah? Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bersedekah, selain menghindarkan diri dari hal-hal sebelumnya.

1. Tidak menunda-nunda waktu sedekah

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah saw. bersabda, “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris).” (HR. Bukhari - Muslim)

2. Mengutamakan orang yang menjadi tanggungan

Dari Abu Umamah r.a., Nabi saw. bersabda, “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)

3. Mengutamakan kerabat dekat yang bersikap memusuhi

Sedekah paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

Nah, itulah beberapa kita yang perlu dilakukan dan dihindari pada saat bersedekah. Jangan sampai keutamaan sedekah kita menjadi hilang dan kita tidak dapat meraihnya. (RA)

Agar Sedekah Haji Kita Diterima 
SelengkapnyaAgar Sedekah Haji Kita Diterima
Posted by: Cheria Wisata

Kembali Naik Haji Berkat Mengaminkan Doa Orang Lain

Posted by Unknown

Mitra haji dan umrah, ada sebuah kisah menarik seputar naik haji yang dituliskan oleh seorang kompasianer. Kisah ini sedikit berbeda dengan kisah yang banyak kita jumpai. Sangat menarik dan inspiratif, yaitu bagaimana seseorang bisa naik haji justru karena diam-diam mengaminkan doa orang lain yang sedang berdoa.

Kisah ini bermula pada tahun 1998, ketika Pak Dahlan (bukan nama sebenarnya) pergi menunaikan ibadah haji. Ketika itu, Pak Dahlan menunaikan haji atas biaya dinas alias ABIDIN. Wajar memang, apalagi ketika itu beliau sebagai anggota Bintal, yang bertugas menangani pembinaan rohani dan mental para pegawai di salah satu instansi pemerintah.

Nah, pada tahun 1998 itulah beliau mendapatkan pengalaman unik yang sangat berkesan. Ketika sedang beriktikaf di depan Ka’bah karena menunggu waktu shalat, tiba-tiba di depan beliau muncul seorang jamaah yang berdoa dengan suara keras. Jamaah yang masih berpakaian ihram itu berdoa dengan suara bergetar:

“Yaa Allah, Yaa Rabb, aku memohon kepada-Mu dengan sangat dan amat agar aku bisa datang lagi ke rumah-Mu beserta istriku pada tahun 2003. Ya Allah, kabulkanlah permohonanku ini, aamiin.”

Mendengar doa itu, Pak Dahlan yang awalnya terkaget-kaget, seketika ikut mengaminkan doa tersebut. Berharap agar doa jamaah tersebut dikabulkan Allah. Dan...ajaib! Tepat pada tahun 2003, Pak Dahlan kembali menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Jika dua kali naik hajinya yang lalu Cuma seorang diri, tahun 2003 beliau menunaikan ibadah haji berdua, bersama istrinya. Subhanallah...

***

Mitra haji dan umrah, begitu dahsyatnya kekuatan doa bagi seorang muslim. Bukan hanya karena doa itu dilantunkan oleh diri sendiri atau orang yang secara terbuka kita ikuti doanya, sebagaimana doa ketika khutbah Jumat. Bahkan, ketika kita mengaminkan doa itu secara diam-diam. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam hal ini, yaitu pada kisah Pak Dahlan di atas.

1.Kekuatan dan keutamaan doa

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku”. (QS. Al Baqarah: 186)

Diriwayatkan dari shahabat Nu’man bin Basyir ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Do’a adalah ibadah”, kemudian setelah itu beliau membaca ayat “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60) (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrad no.714.

Tentunya, doa akan dikabulkan jika syarat dan adab berdoa kepada Allah terpenuhi.

2.Kehebatan doa jamaah haji

Dari Abdullah Ibnu ‘Umar Radhiallaahu anhu, Rasulullah saw bersabda:

“Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang naik haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.” (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Hibban)

3. Doa yang diucapkan kepada seorang muslim tanpa bersamanya atau tanpa diketahuinya

Dari Shafwan bin Abdullah bin Shafwan dari ad Darda, ia berkata: Aku datang ke Syam dan aku mendatangi Abu Darda di rumahnya. Tapi aku tidak menemukannya dan bertemu dengan Ummi Darda. Ia berkata, “Apakah engkau hendak berangkat haji pada tahun ini?” Aku berkata, “Ya.” Ia berkata, “Berdoalah kepada Allah minta kebaikan untuk kami, karena Nabi saw pernah bersabda:

‘Doanya seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “Amin.” Dan engkau akan mendapatkan yang serupa’.”

Shafwan berkata: Kemudian aku keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda, ia pun berkata sama seperti istrinya. (HR. Muslim)

4.Keutamaan doa di Masjidil Haram dan Ka’bah

Berdoa di depan Ka’bah, insya Allah dikabulkan. Hal ini disebabkan adanya tempat-tempat mustajab untuk berdoa. Sebagaimana kita ketahui, Masjidil Haram merupakan tempat yang sangat utama. Shalat di dalamnya digajnar pahala 100.000 kali shalat di masjid-masjid lainnya.

Adapun Ka’bah sendiri adalah Baitullah (Rumah Allah) yang menjadi kiblat shalat. Terdapat bagian dinding Ka’bah yang disebut dengan Multazam, tempat yang mustajab untuk berdoa. Di samping itu, terdapat pula Hijir Ismail, yang merupakan bagian dari Ka’bah. Hijir Ismail ini juga merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Nah, begitu banyak keutamaan dan manfaat saat beribadah haji di tanah suci. Jika punya rezeki, jangan tunggu lama, segera daftarkan diri untuk berhaji dan bersiap pergi ke tanah suci. (RA)
SelengkapnyaKembali Naik Haji Berkat Mengaminkan Doa Orang Lain
Posted by: Cheria Wisata

Umroh Bersama Ust Uje / Jefri Al Buchori

Posted by Unknown on Thursday, April 12, 2012

Tersedia Paket Umroh Bersama Ustadz Uje / Jefry Al Buchory
Berangkat : 1 Juli 2012 Akomodasi Hotel Bintang 5
Harga USD 2600/pax

Sedia pula paket umroh bersama:
Mamah Dedeh dan Ust Arifin Ilham

Silahkan menghubungi staf marketing kami.
SelengkapnyaUmroh Bersama Ust Uje / Jefri Al Buchori
Posted by: Cheria Wisata

Umroh Dzikir Bersama Ust Arifin Ilham

Posted by Unknown


Umroh dan Dzikir Bersama Ustadz MUHAMMAD ARIFIN ILHAM 2012

Berangkat 04 Juli 2012

Harga Paket :  $2500


DP $ 750

Fasilitas Akomodasi :

  • Madinah : Royal Dyar*****
  • Mekkah : Sofwah Royal Orchid*****
  • Jeddah : Holiday Inn****

Jadwal Perjalanan Umrah dan Dzikir

Hari ke 1 : Jakarta – Madinah

Berkumpul di Bandara Soekarno – Hatta dua jam sebelum keberangkatan. Pukul 13.25 dengan Saudia Airlines menuju Madinah dan tiba pukul 20.30, langsung check In hotel dan istirahat

Hari ke 2 : Madinah

Ziarah : Raudah, Makam Rasulullah SAW dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar Bin Khattab, dilanjutkan ke Makam Baqi’

Hari ke 3 : Madinah – Mekkah

Ziarah Kota Madinah : Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Kebun kurma, Jabal Uhud, Jabal Magnet. Pukul 14.30 dengan bus AC menuju Bir Ali mengambil Miqat Umrah, dilanjutkan ke Mekkah

Hari ke 4 : Mekkah

Memperbanyak thawaf Sunnat dan Ibadah lainnya di Masjidilharam

Hari ke 5 : Mekkah

Ziarah kota Mekkah : Padang Arafah, Jabal Rahmah, Jabal Nur, Jabal Tsur, Jamarat dan Ji’ranah untuk mengambil Miqot Umrah

Hari ke 6 : Mekkah

Memperbanyak ibadah Sunnat di Masjidilharam

Hari ke 7 : Mekkah – Jeddah

Thawaf Wada’. Pukul 14.30 menuju Jeddah dan city Tour Kota Jeddah : Laut Merah, Makam Siti Hawa dan check in Hotel. Setelah makan malam menuju pusat perbelanjaan Kota Jeddah

Hari ke 8 : Jeddah – Jakarta

Pukul 21.30 dengan Saudia Airlines menuju Jakarta

Hari ke 9 : Jakarta

Insya Allah tiba di Bandara Soekarno Hatta puku 11.25.

Catatan:

  • Perubahan Hotel/Pesawat Setaraf
  • Sedia pula paket umroh bersama Ust Arifin Ilham dan Mamah Dedeh
SelengkapnyaUmroh Dzikir Bersama Ust Arifin Ilham
Posted by: Cheria Wisata

Tempat Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

Posted by Unknown


Tempat Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci


Di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamaan untuk melaksanakan ibadah dan mustajab untu berdoa. Bahkan, karena begitu tingginya keutamaan tesebut, banyak orang yang direkomendasikan untuk berdoa di tempat tersebut dengan harapan doanya bisa dikabulkan. Nah, mana saja tempat-tempat tersebut? Berikut penjelasannya. 

Beberapa Tempat Mustajab Doa


Masjidil Haram


“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah) 

 panduan haji, panduan umroh, tips haji, tips umroh,
Masjidil Haram


Multazam


Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347). 

panduan haji, panduan umroh, tips haji, tips umroh,
Multazam


Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Maqam Ibrahim


Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”.

Hijir Ismail


Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

Ya, itulah salah satu keistimewaan dari Hijir Ismail. Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran. 

panduan haji, panduan umroh, tips haji, tips umroh,
Hijir Ismail

Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Hal ini telah diperjelas dengan hadits nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.

Dari Aisyah r.a. katanya, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya.” Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah".

Oleh sebab itu, jamaah haji yang melakukan thawaf juga harus mengitari bagian ini. Di samping itu, shalat di dalam Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah.

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Dalam hal ini, amalan yang dilakukan adalah aman sunah, tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.

Sudut Yamani


Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik, Jilid II, hal. 985)

Shafa dan Marwa


Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

Masjid Nabawi dan Raudhah


“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)

Masjid Nabawi merupakan masjid Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi memiliki keutamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya. 

panduan haji, panduan umroh, tips haji, tips umroh,
Masjid Nabawi dan Raudhoh


“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram...”. (HR. Ibnu Majah)

Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).

Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.

Rasulullah saw bersabda:

“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)

Nah, inilah beberapa tempat yang mustajab untuk berdoa. Bagi Anda yang mempunyai hajat atau keinginan yang belum tercapai, berdoalah di tempat-tempat tersebut. Atas izin Allah swt, insya Allah doa Anda akan terkabul. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. (RA)

Semoga artikel Tempat Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci ini dapat bermanfaat untuk Anda semua ya. Silahkan hubungi PT Cheria Tour and Travel untuk mengkonsultasikan ataupun merencanakan penunaian ibadah haji dan umroh Anda semua ya.




SelengkapnyaTempat Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci
Posted by: Cheria Wisata

Percepat Haji dengan Umroh Ramadhan

Posted by Unknown

Ingin naik haji tapi daftar tunggu sudah molor bertahun-tahun ke belakang? Tak perlu gundah. Kan, ada paket umroh Ramadhan dengan biaya murah. Lho, apa hubungannya naik haji dengan umrah Ramadhan, ya?

Mitra haji dan umrah tentu sudah tahu keutamaan dari Bulan ramadhan, bukan? Salah satu di antaranya tercantum dalam hadits berikut.

Dari Abu Hurairah ra bahwa nabi saw bersabda: "Pada malam permulaan bulan Ramadhan dibelenggulah setan-setan dan jin-jin yang nakal, ditutup rapat-rapat pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintu pun yang dibuka serta dibuka pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup, dan penyeru datang menyeru: Wahai orang yang menghendaki kebaikan datanglah kemari dan wahai orang yang menghendaki keburukan berhentilah, dan Allah membebaskan orang dari api neraka dan itu terjadi pada setiap malam bulan Ramadhan. (HR. Turmudzi No. 682)

Bulan Ramadhan memang menjadi ajang bagi kaum beriman untuk beramal saleh dan meningkatkan ibadah kepada Allah swt. Hal itu disebabkan pula karena ganjaran pahala serta pengampunan dari Allah berlipat ganda. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat bahkan tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: Kecuali puasa maka dia adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberikan balasan baginya, sebab dia meninggalkan syahwat dan makanannya kareana Aku, bagi orang yang berpuasa itu dua kebahagiaan; kebahagiaan pada saat dia berbuka puasa, kebahagiaan pada saat dia bertemu dengan Tuhannya dan sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi" (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

Nah, itulah keutamaan Bulan Ramadhan. Lalu, apa hubungannya dengan umrah Ramadhan dan cepat naik haji? Mengapa pula umrah pada Ramadhan, bukankah umrah bisa dilakukan kapan saja? Apalagi pada Bulan Ramadhan kita sedang berkonsentrasi menjalankan ibadah puasa, apa nggak haus dan kecapekan kalau harus umrah ke tanah suci yang panas dan terik?

Begini...Umrah Ramadhan adalah umrah yang dilaksanakan pada Bulan Ramadhan. Pastinya, kita tentu paham akan ganjaran ibadah umrah yang akan diganjar berkali lipat, bukan?

Ganjarannya, umrah yang kita lakukan memiliki nilai yang sama seperti naik haji bersama Rasulullah saw. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar yang bernama Ummu Sinan: Apakah yang menyebabkan kamu tidak berhaji bersama kita, wanita itu menjawab: Aku tidak bisa ikut menunaikan haji karena adanya kebun yang dimiliki oleh Abi fulan, yaitu suaminya. Di mana suamiku berhaji bersama salah seorang putranya dengan biaya dari kebun tersebut, sementara yang lain diurus oleh anak kami. Maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berumrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji atau berhaji bersamaku". (HR. Bukhari No. 1782 dan Muslim No. 1256)

Dengan Umroh Ramadhan, kewajiban melaksanakan kewajiban umrah minimal satu kali seumur hidup berarti sudah terpenuhi. Selanjutnya, umrah yang kita lakukan bernilai seperti ibadah haji. Dan...inilah yang menjadi kunci kita untuk mempercepat ibadah haji: berdoa di bulan ramadhan dan di depan tempat-tempat mustajab!

Keutamaan doa dan berdoa di Bulan Ramadhan

Berdoa adalah perintah dari Allah swt. Oleh karena manusia memiliki banyak keterbatasan, Allah swt memerintahkan makhluk ciptaannya untuk memohon dan meminta kepada Allah swt lewat doa-doanya.



“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina-dina’.” (TQS. Al-Mukmin[40]: 60)



Allah swt tentu saja mendengar doa setiap hamba-Nya. Termasuk doa yang kita lakukan agar Allah memperkenankan kita agar bisa menyegerakan ibadah haji. Seringkali, ada sebuah kejadian yang tidak bisa dinalar oleh manusia, tetapi sangat mungkin terjadi bila Allah swt berkehendak. Sebagaimana contoh bagaimana Ust. Yusuf mansur naik haji, justru ketika waktu pendaftaran telah habis. Jika Allah berkehendak, Kun fa yakun!



Nah, kaitannya dengan Bulan Ramadhan, terdapat salah satu keistimewaan dalam doa kita. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadits.

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra bahwa Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah membebaskan hambanya dari api neraka pada setiap malam bulan Ramadhan dan bagi setiap muslim pada setiap hari dan malam memiliki do'a yang diterima jika dia berdo'a". (Kasyful Astar: 962 dan dishahihkan oleh Al-Bani di dalam kitab shahih Attargib wat Tarhib)



Tempat mustajab di tanah suci untuk berdoa

Nah, mitra haji dan umrah, kita sudah mengetahui keutamaan atau keistimewaan doa bagi orang yang berpuasa, bukan? Akan lebih dahsyat lagi kekuatan doa itu bila dilakukan di tempat-tempat mustajab. Inilah urgensi penting dari inti tulisan tentang mempercepat haji dengan umrah ramadhan ini.

Saat berada di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa. Salah satunya adalah Multazam, yaitu area dinding ka’bah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Area ini disebut Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu.

Diriwayatkan Abu Daud bahwa Abdurahman bin abu Shafwan berkata, ”Saat Rasulullah saw menaklukan kota Makkah, aku keluar dan melihat Rasulullah saw dan para sahabat keluar dari Ka’bah. Mereka menyentuh sudut dari pintu Ka’bah sampai ke Hathim (sudut hijir Ismail), menempelkan pipi mereka ke Ka’bah dan Rasulullah saw di tengah-tengah mereka.”

Selain di Multazam atau Ka’bah, terdapat beberapa tempat mustajab lainnya untuk berdoa. Tentang tempat-tempat tersebut bisa dilihat pada artikel “Tempat-tempat Mustajab di Makkah - Madinah”. Selamat mengikuti. (RA)

Paket Umroh I'tikaf Ramadhan di Medinah dan Mekkah 
SelengkapnyaPercepat Haji dengan Umroh Ramadhan
Posted by: Cheria Wisata

Dapat Pahala Haji Dengan Umroh Ramadhan

Posted by Unknown

Umrah Ramadhan: Pahala Haji, Biaya Umrah

“Dapat pahala haji pakai biaya umrah, emangnya bisa?”

“Wah, biaya umrah tapi dapat pahala haji. Asyik banget. Mau dong...”

“Ah, haji dan umrah itu beda. Mana bisa umrah bisa dapat pahala haji!”

Yup!

Mitra haji dan umrah, beragam komenter dan respon yang mungkin muncul ketika seseorang membaca judul tulisan artikel di atas. “Pahala haji, Biaya Umrah”. Ada yang bertanya-tanya, ada yang antusias ingin tahu caranya, ada pula yang menyanggah. Nah, kira-kira, bisa nggak ya, dapat pahala haji tapi memakai biaya umrah?

Perbedaan haji dan umrah

Untuk tahu jawabannya pertanyaan di atas, perlu kita ketahui dulu perbedaan antara haji dan umrah. Dengan begitu, kita bisa lebih memahami maksud dan cara mendapatkan pahala haji dengan menggunakan biaya umrah.

Dari sisi definisi: Secara garis besar, Haji adalah berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan melakukan amalan – amalan yang lain dalam waktu tertentu (antara 1 syawal sampai 13 Dzul Hijjah) untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Adapun umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan thawaf, sa’i, dan tahallul dalam waktu yang tidak ditentukan, untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Dari sisi rukun: Haji memiliki beberapa rukun yang harus dilakukan oleh jamaah, yaitu (1) Ihram, (2) Wukuf di Arafah, (3) Thawaf Ifadlah, (4) Sa’i, (5) Tahallul (memotong rambut), dan (6) Tertib.

Adapun rukun umrah meliputi (1) Ihram, (2) Thawaf, (3) Sa’i, (4) Tahallul, dan (5) Tertib.

Catatan : Rukun haji harus dilaksanakan. Jika salah satu rukun atau lebih tidak dilaksanakan maka hajinya batal (tidak sah) dan tidak dapat diganti dengan dam (denda).

Dari sisi wajib: Haji memiliki memiliki hal wajib yang harus dilakukan, yaitu (1) Ihram dari Miqat, (2) Mabit di Muzdalifah, (3) Mabit di Mina, (4) Melempar Jumrah, dan (5) Thawaf Wada’.

Adapun wajib umrah hanya satu yaitu Ihram dari Miqat.

Sebagai catatan: Wajib Haji harus dilaksanakan. Jika salah satu wajib ada yang ditinggalkan maka hajinya sah tapi harus membayar dam (denda).

Dari sisi waktu pelaksanaan: Haji dilakukan pada waktu atau musim tertentu, yaitu antara 1 syawal sampai 13 Dzul Hijjah. Jika dilakukan di luar waktu tersebut, ibadah tersebut tidak bisa dikatakan sebagai ibadah haji, meskipun memenuhi syarat, rukun, dan wajibnya.

Adapun umrah dapat dilakukan sewaktu-waktu, di luar waktu/musim haji.

Nah, dari sini sudah dapat kita lihat perbedaan antara ibadah haji dan umrah. Ibadah haji memiliki rukun yang lebih banyak dari umrah. Begitu pula dengan wajib haji yang lebih banyak dari umrah. Di samping itu, waktu untuk ibadah haji telah ditentukan sehingga kita tidak bisa memilih waktu luang. Dengan melaksanakan ibadah haji, berarti kita telah siap untuk meluangkan tenaga dan waktu secara khusus, mengalahkan kepentingan lainnya.

Lalu, bagaimana dengan masalah biaya?

Bicara masalah besaran biaya memang sangat relatif, tergantung dari fasilitas yang disediakan oleh biro penyelenggara haji dan umrah. Namun, dengan fasilitas yang sama, biaya penyelenggaraan haji dan umrah cukup jauh perbedaannya. Biaya umrah bisa mencapai setengah dari biaya haji. Hal ini bisa disebabkan pengaruhi waktu pelaksaan umrah yang relatif lebih singkat. Dengan demikian, biaya pemondokan dan katering menjadi lebih sedikit.

Meskipun aktivitas dan biaya yang dikeluarkan saat umrah tidak sebesar saat haji, tetapi kita bisa meraih pahala haji hanya dengan melaksanakan ibadah umrah. Ini kuncinya: Umrah di Bulan Ramadhan!

Umrah Ramadhan, Kunci Umrah Berpahala Haji

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar yang bernama Ummu Sinan: Apakah yang menyebabkan kamu tidak berhaji bersama kita, wanita itu menjawab: Aku tidak bisa ikut menunaikan haji karena adanya kebun yang dimiliki oleh Abi fulan, yaitu suaminya. Di mana suamiku berhaji bersama salah seorang putranya dengan biaya dari kebun tersebut, sementara yang lain diurus oleh anak kami. Maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berumrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji atau berhaji bersamaku". (HR. Bukhari No. 1782 dan Muslim No. 1256)

Nah, itulah kabar gembira dari Rasulullah saw, bahwa dengan melakukan umrah di Bulan Ramadhan akan mendapatkan keutamaan dan pahala seperti melaksanakan ibadah haji. Tentunya, ibadah umrah di Bulan Ramadhan tidak lantas menggugurkan kewajiban ibadah haji, karena keduanya merupakan kewajiban yang berbeda. Sama halnya dengan pahala melakukan amal sunah yang mendapatkan ganjaran pahala amal wajib. Jadi, tidak berarti amal wajib tidak dilaksanakan karena telah melaksanakan amal sunah. Hal ini disebabkan karena keutamaan Bulan Ramadhan sehingga amal ibadah akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda.

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan baik (sunnah/mandub) pada bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan suatu kewajiban (fardlu) pada bulan yang lain. Siapa saja yang menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan Ramadlan , (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakannya 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain". (RA)
SelengkapnyaDapat Pahala Haji Dengan Umroh Ramadhan
Posted by: Cheria Wisata

Naik Haji karena Berdoa

Posted by Unknown on Wednesday, April 11, 2012

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [berdoa kepada-Ku] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mu’min: 60)

“Ya, Allah...Kapan aku mengangkat koperku sendiri?”

Itulah permintaan Ujang, seorang kuli panggul di Bandara Soekarno-Hatta saat mengangkat koper-koper jamaah saat naik haji.

Kala itu Bulan Muharram 1424 H. Tepat pada saat para jamaah haji kembali pulang ke tanah air. Sebagai seorang porter (tukang angkut), mengangkat koper adalah pekerjaan sehari-harinya. Namun kali ini, koper yang diangkat bukan sembarang koper. Namun koper milik jamaah haji yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudi Airlines.

Setiap kali mengangkat satu koper, Ujang membaca basmallah dan bershalawat kepada Nabi saw. Sudah berpuluh koper diangkatnya, hingga saat memegang gagang sebuah koper terbetik keinginan dan pengaduannya yang kuat di dalam hati, “Ya, Allah, kapan aku mengangkat koperku sendiri seperti ini?”

***

Hari pun berganti. Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Tepat empat bulan kemudian, terdapat pengumuman pemberian bonus dari perusahaan tempatnya bekerja. Subhanallah...nama Ujang tercantum di antara 17 karyawan yang akan diberangkatkan perusahaan ke tanah suci atas biaya perusahaan. Ujang pun bersujud syukur menyambut berita gembira itu.

Namun, setelah berita gembira itu datang, Ujang tertegun. “Bagaimana dengan Iis, istriku, jika tahu aku hanya berangkat seorang diri tanpa bersamanya?” pikirnya. Memang, selama ini sepasang suami-istri itu selalu berdoa bersama agar diperkenankan berangkat naik haji bersama-sama.

Di sepanjang jalan, Ujang merancang kata-kata yang tepat untuk menyampaikan berita itu. Jangan sampai berita gembira itu justru akan membuat istrinya bersedih. “Semoga tidak ada salah kata yang bisa melukai hati istriku,” harapnya.

Sesampainya di rumah, Ujang segera menemui istrinya. Dengan harap-harap cemas, ia pun menyampaikan kabar kejutan yang diterimanya dari kantor.

“Is, sebelumnya...Akang mau minta maaf sama kamu,” ujar Ujang.

“Emangnya ada apa, Kang?” tanya Iis.

“Akang dapat berita gembira, tapi khawatir kamu malah jadi sedih. Janji ya? Jangan marah, apalagi sedih,” ungkap Ujang hati-hati.

Iis terdiam sambil memandang suaminya dengan wajah bertanya-tanya. Penasaran...

“Begini Is. Akang tadi dapat berita kejutan dari kantor. Katanya Akang akan diberangkatkan naik haji, dibayarin kantor,” lanjut Ujang.

“Alhamdulillah!” seru Iis kegirangan. Segera dipeluknya sang suami dengan erat, “Selamat ya Kang...Kirain berita sedih.”

“Iya Is, memang berita gembira. Tapi Akang takut kamu sedih. Akang nggak bisa ikut bayarin Iis naik haji. Tau sendiri, kan, Akang cuma pegawai kecil. Kalau saja duitnya ada, Akang ingin kita bisa naik haji sama-sama,” ujar Ujang.

Iis memahami kegundahan hati Ujang. Sambil tersenyum ia berujar, “Ya udah, nggak usah dipikirin, Kang. Iis ikhlas kok melepas Akang naik haji. Tapi jangan lupa, doain Iis biar cepat nyusul Akang naik haji.”

Alhamdulillah...Hati Ujang menjadi gembira dan damai rasanya. Apa yang ia khawatirkan rupanya tidak terjadi. “Terima kasih, Ya Allah...”

***

Saat keberangkatan Ujang naik haji ke Tanah Suci pun tiba. Banyak para tetangga yang ikut mengantarkan. Sebagaimana lazimnya kebiasaan di kampung, Ujang diantar dilepas dengan azan dan iqamat. Saat shalawat dustur dikumandangkan, banyak orang yang meneteskan air mata, tak terkecuali Ujang. Dipeluknya satu persatu kerabat, tetangga, dan orang yang dikenalnya sambil meminta restu.

Hingga tiba giliran Iis mencium punggung tangan Ujang. Air mata mata keduanya deras mengalir saat berpelukan sebagai tanda perpisahan sementara.

“Kang Ujang, jangan lupa doain Iis di Baitullah, ya. Panggil-panggil nama Iis, insya Allah Iis dan anak-anak ikhlas melepas Akang. Semoga kami semua bisa nyusul berangkat haji dengan doa Kang Ujang,” ujar Iis.

***

Empat puluh dua hari lamanya Ujang menuntaskan hajinya di Mekkah dan Madinah. Kini, ia sudah kembali ke tanah air dan bekerja kembali seperti semula. Meski masih berkutat dengan pekerjaan lamanya, ia kini sudah mendapat gelar Pak haji dari orang-orang yang dikenalnya.

Suatu hari, tanpa sengaja, Iis mengutarakan keinginannya untuk naik haji kepada Ujang. Dengan nada sedih, diungkapkannya kegundahan hatinya yang sudah begitu rindu ingi berkunjung ke Baitullah. Mendengar itu, Ujang pun turut merasakan kerinduan hati Iis. Dengan lembut dihiburnya hati sang istri.

“Is, kamu berhak naik haji seperti halnya orang lain. Tapi, Akang belum punya uang untuk memberangkatkan kamu, Is. Cuma Allah satu-satunya harapan kita. Yuk, sama-sama kita nanti shalat tahajud dan meminta kepada Allah. Jangankan naik haji, minta lebih dari itu pun Dia Maka Kuasa untuk mengabulkan,” ajak Ujang. Iis pun menurut.

Setiap hari mereka berdoa tanpa lelah, terutama Iis. Jika Ujang sedang kecapekan dan tidak bisa bangun malam untuk tahajud, Iis shalat sendiri. Hingga suatu malam, antara tidur dan terjaga, Ujang mendengar Iis berdoa dengan derai air mata. Memohon dengan sangat kasih sayan Allah swt. Dalam hati, Ujang ikut mengaminkan doa istrinya.

***

Hingga suatu pagi, sebuah telepon datang pada saat Ujang hendak berangkat kerja. Ternyata, telepon itu dari kak iparnya yang mencari Iis, istrinya. Diserahkannya gagang telepon pada Iis. Dari jauh, Ujang mengamati istrinya yang tampat terkejut dan tak banyak bicara. Selesai menutup telepon, Iis menangis.

Perasaan Ujang jadi tidak enak. “Jangan-jangan ada yang meninggal,” pikirnya. Didekatilah istrinya dan dirangkulnya.

“Ada apa, Is,” tanya Ujang.

Sambil sesengukan, Iis mengatakan bahwa baru saja kakaknya telepon untuk meminta Isis menemaninya naik haji. Karena suami kaknya tidak bisa menemani, Iis pun diajak naik haji atas biaya kakaknya.

“Alhamdulillah ya Allah..begitu pemurahnya Engkau...”

Mereka pun tersungkur..bersimpuh sujud, syukur atas nikmat yang diberikan Allah swt kwpada mereka. (RA)

*Cerita ini diadaptasikan dari kisah naik haji yang ditulis oleh A. Y. Ibrahim dalam buku 11 Langkah Menuju Kemabruran
SelengkapnyaNaik Haji karena Berdoa
Posted by: Cheria Wisata

Mengenal istilah dalam Ibadah Haji dan Umrah

Posted by Unknown on Tuesday, April 10, 2012


Mengenal istilah dalam Ibadah Haji dan Umrah


Bingung? Nggak nyambung dengan kata-kata pembimbing dan jamaah seputar ibadah haji dan umrah ? Wah, bisa gawat, tuh. Bisa jadi salah pengertian! Nah, mitra haji dan umrah, supaya kita nggak kuper-kuper amat, berikut beberapa istilah dalam ibadah haji dan umrah yang bisa dipahami mulai dari sekarang.

istilah haji, pengertian haji, tips haji,
Mengenal istilah dalam Ibadah Haji dan Umrah


Beberapa Istilah Haji dan Umrah


Badal haji

Badal haji adalah mengganti/menukar. Sementara kaitannya dengan ibadah haji atau umrah, badal adalah menggantikan orang lain (karena uzur atau meninggal dunia) untuk mengerjakan haji atau umrah. Bisa juga menggantikan orang lain untuk melontar jumrah.

Dam

Menurut bahasa, dam berarti darah. Sementara menurut istilah, dam berarti mengalirkan darah (menyembelih ternak berupa kambing, sapi, atau unta dalam rangka memenuhi ketentuan manasik).

Haji

Haji adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan beberapa amalan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, serta amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah swt dan mengharap ridha-Nya.

Haji Ifrad

Haji Ifrad adalah melaksanakan haji saja, tanpa umrah. Cara haji ini tidak wajib membayar dam.

Haji Qiran

Haji Qiran adalah melaksanakan haji dan umrah dalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus. Cara haji ini wajib membayar dam.


Haji Tamattu’

Haji Tamattu’adalah melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian mengerjakan haji. Cara haji ini wajib membayar dam.

Hari Tarwiyah

Hari Tarwiyah adalah hari pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu hari pada saat jamaah haji pada masa Rasulullah mulai mengisi perbekalan air di Mina untuk perjalanan ke Arafah. Tarwiyah sendiri berarti perbekalan.

Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari di mana semua jamaah harus berada di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Hari Nahar

Hari Nahar adalah hari pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu hari di mana semua jamaah bertolak dari Mudzalifah menuju Mina dan menyembelih hewan.


Hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah hari pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Pada hari ini, semua jemaah haji berada di Mina untuk bermalam dan melontar jumrah.

Idhtiba’

Idhtiba’ adalah mengenakan selendang ihram dengan meletakkan kedua ujungnya di atas pundak kiri dan bagian tengahnya di sebelah bawah ketiak kanan.

Ihram

Ihram merupakan niat memulai ibadah haji atau umroh. Perlu diketahui, orang yang memakai kain ihram disebut muhrim (di masyarakat kita, istilah ini sering tertukar dengan mahram, yaitu orang yang haram dinikahi).

Istitha’ah

Istitha’ah berarti mampu , yaitu mampu melaksanakan ibadah haji, baik dari sisi jasmani, rohani, dan ekonomi.

Ka’bah

Ka’bah adalah rumah bersegi empat dan berbentuk kubus, yang menjadi kiblat kaum muslimin ketika melaksanakan shalat.

Lontar Jumrah

Lontar jumrah adalah kegiatan melontar atau melemparkan batu kerikil ke dinding jumrah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari Nahar dan hari Tasyrik.

Mabit

Mabit adalah bermalam/beristirahat. Selama rangkaian haji, mabit terbagi menjadi dua, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah malam di Mudzalifah dan malam menjelang tanggal 11, 12, dan 13 di Mina.

Miqat Makani

Miqat Makani adalah batas tempat untuk mulai melaksanakan ihram haji atau umrah.

Miqat Zamani

Miqat Zamani adalah batas waktu melaksanakan haji. Menurut jumhur ulama, Miqat Zamani mulai tanggal 1 Syawal sampai dengan terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah.

Nafar

Menurut bahasa, nafar berarti rombongan. Sementara menurut istilah, nafar adalah keberangkatan jemaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik. Nafar dibagi menjadi dua, yaitu nafar awwal dan nafar tsani.

Raml

Raml merupakan aktivitas berlari-lari kecil dan disunahkan bagi laki-laki pada saat sa’i ketika melewati dua pilar hijau (diberi lampu hijau) di Mas’a (tempat sa’i).

Rukun Haji

Rukun haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam. Jika rukun haji ditinggalkan maka hajinya tidak sah.

Sa’i

Sa’i adalah berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali yang dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah.

Tahallul

Tahallul adalah keadaan seseorang yang telah dihalalkan atau dibolehkan melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram. Tahallul ada dua, yaitu tahallul awwal dan tahallul tsani.


Thawaf

Thawaf adalah aktivitas mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, di mana Ka’bah selalu berada di sebelah kirinya. Aktivitas ini dimulai dan diakhiri di sudut (rukun) yang sejajar dengan Hajar Aswad.

Thawaf Ifadah

Thawaf Ifadah adalah thawaf rukun haji yang harus dilaksanakan (tidak boleh ditinggalkan) dalam pelaksanaan ibadah haji.

Thawaf Qudum

Thawaf qudum adalah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan pada saat pertama masuk Masjidil Haram. Thawaf Qudum hukumnya sunah. Bagi jemaah haji yang mengambil haji tamattu’, thawaf qudumnya sudah termasuk dalam thawaf umrah.

Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ adalah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan akhir sebelum meninggalkan Mekkah. Thawaf Wada’ hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji.

Umrah

Umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, Sa’i, dan bercukur (tahallul) demi mengharap ridha Allah swt.

Wajib Haji

Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji. Bila tidak dikerjakan karena udzur syar’i maka hajinya tetap sah, tetapi harus membayar dam.

Wukuf

Wukuf adalah keberadaan diri seseorang di Arafah walaupun sejenak dalam waktu antara tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjan (Hari Arafah) sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahar). (RA)

SelengkapnyaMengenal istilah dalam Ibadah Haji dan Umrah
Posted by: Cheria Wisata

Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Posted by Unknown on Sunday, April 8, 2012

Mitra haji dan umrah, sebelumnya kita sudah membahas tentang adab atau etika berdoa. Sekarang, kita akan membahas tentang waktu-waktu yang mustajab untuk menyampaikan doa kepada Allah swt. Memang, berdoa bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah juga telah menunjukkan adanya waktu-waktu yang baik untuk berdoa.

Tentunya, niat besar untuk naik haji perlu direalisasikan dengan usaha yang lebih baik. Agar niat naik haji jadi kenyataan, perlu kita perhatikan etika atau adab berdoa dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Berikut waktu-waktu mustajab untuk berdoa yang dituntunkan oleh Rasulullah saw.

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

2. Ketika berbuka puasa

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

3. Ketika malam lailatul qadar

Dari Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku‘”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

4. Berdoa ketika adzan berkumandang

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Berdoa di antara adzan dan iqamah

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

6. Berdoa ketika sedang sujud dalam shalat

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Berdoa ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

8. Berdoa di hari Jum’at

Dari Abu Hurairah ra.

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852)

Dari Abu Musa al-Asy’ari ra.

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853).

Dari Jabir bin Abdillah ra.

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud).

1. Berdoa ketika turun hujan

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Berdoa di hari Rabu antara dzuhur dan ashar

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

“Nabi shallallahu ‘alahi Wasallam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Berdoa ketika Hari Arafah

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Berdoa ketika minum air zam-zam

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Nah, mitta haji dan umrah, itulah beberapa waktu yang direkomendasikan bagi kita untuk menyampaikan doa kepada Allah swt. Segala keinginan dan harapan hendaknya disampaikan pada waktu-waktu tersebut, terutama bagi kita yang mempunyai niat ingin naik haji. Sampaikanlah keinginan naik haji tersebut dengan doa yang khusyu’ disertai harapan bahwa doa kita akan dikabulkan. Jangan lupa untuk memperhatikan etika/adab berdoa dan memilih waktu-waktu mustajab ini. Semoga niat kita untuk naik haji dikabulkan Allah swt. Aamiin. (RA)
SelengkapnyaWaktu-waktu Mustajab untuk Berdoa
Posted by: Cheria Wisata

Naik Haji? Awas, Jangan Rafats

Posted by Unknown on Saturday, April 7, 2012

Dari Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa melaksanakan haji lalu dia tidak berkata-kata kotor dan tidak berbuat fasik maka dia kembali seperti hari saat dilahirkan oleh ibunya". (HR. Bukhari dan Muslim)



Ada sebuah kisah menarik tentang sepasang suami-istri yang sedang naik haji. Kisah ini disadur dari sebuah kisah Hilton Tower yang ditulis oleh Ahmad Yasin Ibrahim.

Saat itu Tahun 2001, Candra (bukan nama sebenarnya) menemani suaminya, seorang perwira tinggi TNI, pergi berhaji dengan fasilitas ONH Plus. Pada pukul 02.00 dini hari, mereka tiba di sebuah hotel terkenal, yaitu Hotel Hilton, Mekkah. Setelah dikumpulkan panitia di lobi hotel, mereka berdua pun ditempatkan di lantai 14 tower 3.

Setibanya di kamar, Candra dan suaminya menyadari bahwa mereka tidak ditempatkan di Hotel Hilton, melainkan Hilton Tower. Itu pun setelah mereka membaca-baca brosur yang terdapat di dalam kamar.

Merasa dipermainkan, suami Candra yang seorang jendral aktif itu pun langsung naik pitam. Meski sudah lewat tengah malam, ia tetap menelpon kamar panitia untuk menyampaikan komplainnya.

Tak lama kemudian seorang panitia datang. Begitu tiba di kamar, suami Candra langsung membentaknya sebagaimana seorang komandan memarahi prajuritnya. Dengan suara lantang suami Candra berkata, “Hey, kenapa saya ditempatkan di kamar seperti ini? Saya ingin segera dipindahkan ke Hotel Hilton yang lebih layak. Ini sih bukan kamar untuk manusia. Ini lebih layak disebut sebagai kandang anjing!”

Mendengar hal itu, Candra beristighfar dalam hati. Ia menyanyangkan sikap suaminya yang telah melontarkan kata-kata kasar. Jika di tanah air hal itu sudah biasa di lingkungannua, tetapi kali ini mereka berada di tanah suci. Tak pantas kiranya berkata-kata kasar seperti itu.

Sang panitia pun hanya bisa mengangguk-angguk selama diceramahi suaminya. Dia berjanji akan memberikan kamar yang tepat untuk Candra dan suaminya. Kejadian itu pun usai dan mereka berdua beranjak tidur karena kelelahan.

Tidak berama lama setelah Candra dan suami berbaring, terdengar suara pintu kamar diketuk berulang kali. Candra pun membangunkan suaminya. Mengetahui hal tersebut, sang suami langsung gusar. Dalam pikiran Candra, orang yang mengetuk pintu itu sepertinya bakal kena tempeleng suaminya.

Bagitu pintu terbuka, tampak seorang room boy berdiri di muka pintu. Dari penampilannya terlihat bahwa ia orang Indonesia. Itu diketahuinya kemudian setelah mendengar sang room boy menggunakan bahasa Indonesia yang fasih.

Anehnya suami candra seolah diam terpaku di depan pintu. Sesaat kemudian room boy itu melewati pintu dan berteriak lantang kepada suaminya. “Kalau kamu tidak mau tinggal di kamar ini, keluar saja dari Kota Mekkah! Kami tidak mau menerima anjing najis seperti kamu!”

Deg! Suami Candra yang semula tampak gagah itu langsung berangsur surut. Dia diam terpaku dan tak bergerak sedikitpun. Menyaksikan hal itu, Candra hanya bisa terduduk di kursi. Petugas room boy itu pun keluar dari kamar dan menutup pintu, meninggalkan sepasang suami-istri yang shock itu dalam keheningan.

Beberapa saat kemudian, mereka pun seolah baru tersadar dari keterkejutannya.

“Pa, makanya hati-hati kalau bicara. Ini kan kota suci dan dekat rumah Allah.”

Mendengar komentar istrinya, suami Candra kembali naik pitam. “Aku nggak terima diperlakukan kasar seperti itu. Aku ini customer. Seharusnya kita dilayani dan dihormati. Besok pagi aku akan ke kantor manajemen hotel dan aku mau komplain!”

Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, Candra dan suaminya datang ke manajemen hotel dengan ditemani seorang panitia dari travel. Mereka menyampaikan komplain akibat kejadian tadi malam dan berharap agar room boy tersebut dari pelajaran.

Setelah mendengarkan komplain kami dengan seksama, manajer hotel menyatakan permohonan maaf dan menanyakan ciri-ciri room boy yang dimaksud untuk memperbaiki sikap yang bersangkutan. Candra dan suaminya pun membeberkan ciri-cirinya, termasuk kewarganegaraannya, yaitu Indonesia.

Mendengar hal tersebut, sang manajer tampak bepikir keras dan mengingat-ingat sesuatu. Dahinya berkerenyit dan ia mengatakan bahwa tidak ada satu pun orang Indonesia yang dipekerjakan menjadi room boy di hotelnya.

Candra dan suaminya tidak langsung percaya. Supervisor pun dipanggil untuk memperlihatkan daftar list room boy yang bertugas tadi malam. Bahkan menghadirkan semua room boy tersebut ke depan mereka. Anehnya, tidak ada satu pun yang berkebangsaan Indonesia. Apalagi seperti ciri-ciri yang telah mereka sebutkan.

Menyadari kekeliruannya, Candra dan suami merasa malu dan beringsut sambil meminta maaf. Sementara itu sang manajer hotel terlihat menyunggingkan senyum. Sambil berjalan di lorong hotel mereka berpikir, “Jadi siapa ya, room boy itu? Jangan-jangan malaikat yang dikirim Allah untuk memberi mereka pelajaran.”

“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-banyahan di dalam masa mengerjakan haji.” (TQS. Al-Baqarah[2]: 197)-(RA)
SelengkapnyaNaik Haji? Awas, Jangan Rafats
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria