Istana Dolmabahce, Saksi Peralihan dari Kekhalifahan Menuju Republik Sekuler Turki

Posted by Unknown on Monday, November 5, 2012


Umrah plus Turki - Istana Dolmabahce, yang dalam bahasa Turki disebut Dolmbahce Sarayi, merupakan istana terbesar di Turki yang dirancang oleh tiga arsitek asal Armenia, yaitu Garabet Balyan, Nigogayas Balyan, dan Evanis Kalfa. Istana ini merupakan tempat kediaman resmi enam penguasa Dinasti Utsmaniyyah antara 1272-1341 H/1856-1923 M. Sebelum dibangunnya istana ini, tempat kediaman resmi para penguasa Dinasti Utsmaniyyah adalah Istana Topkapi.

Istana Dolmabahce dibangun oleh Sultan Abdul Majid I, pengusa ke-31 Dinasti Utsmaniyyah antara 1259-1272 H/1843-1856 M. Tepat setelah ia melewat ke Perancis dan berkunjung ke Istana Versailles di Paris. Istana Versailles sendiri merupakan salah satu istana terbesar di dunia yang dibangun atas perintah Raja Louis XIV.

Istana Dolmabahce terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama, bagian kaum pria yang dalam bahasa Turki disebut Mabeyn-i Humayun atau Selamlik. Bagian kedua, bagian untuk tempat upacara dan acara resmi kesultanan. Dalam bahasa Turki, bagian ini disebut Muayede Salonu. Bagian ketiga, harem yang dikhususkan untuk keluarga kesultanan yang dalam bahasa Turki disebut Harem-i Humayun.

Memasuki bagian dalam istana, terdapat 285 kamar. Di samping itu, terdapat Crystal Staircase, sebuah tangga berbentuk dua tapal kuda, yang dibuat dari kristal, tembaga, dan kayu mahoni. Disambung dengan hamparan karpet dari kulit beruang, hadiah dari Tsar Rusia.

Selain itu,ketika anda berkunjung ke istana Domblache.pertama,akan dihadapkan dengan aula Medhal yang berarti balai masuk.di Aula Medhal terdapat beberapa ruangan yang menghadap kearah Bosphorus.biasanya ruangan ini digunakan untuk para pejabat tinggi Negara.di temat ini pula terdapat table Boulle yang menanggung Monogram Sultan Abdulmechid yang menugaskan pembuatan Istana.lalu seandainya anda berjalan ke sebelah kanan,maka akan menjumpai Hall panitera yang merupakan ruangan sekertaris yang penuh dengan lukisan koleksi istana.

Ketiga Sufera hall yaitu ruang yang digunakan untuk resepsi keluarga raja.selanjutnya In Sufera Hall yaitu ruangan yang difungsikan sebagai ruang tunggu bagi para duta besar dan tamu kehormatan sang Raja.keenam Zulvecheyn Hall,yakni ruang yang digunakan untuk beristirahat oleh sang Raja.ketujuh Al-hamm’s Sultan atau kamar mandi dan masih banyak yang lainnya.

Sekilas, istana ini memiliki kemiripan dengan corak Istana Versailles. Berbeda dengan Istana Topkapi, di Istana Dolmabahce tidak ditemukan adanya kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an. Namun, hal ini bisa dimengerti. Setelah Kekhalifahan dari Dinasti Utsmaniyyah tumbang, Istana Dolmabache menjadi milik Republik Turki yang berhaluan sekuler.

Ketika Mustafa Kemal Ataturk berkuasa, ia menjadikan istana itu menjadi tempat kediamannya di musim panas. Tak mengherankan jika di bagian harem istana itu bisa kita temui tempat tidur yang diselubungi bendera Turki. Di istana inilah ia melewatkan hari-hari akhirnya hingga meninggalnya.

Pendiri dan presiden pertama Turki ini bernama asli Musthafa Kamal. Sementara gelar kehormatan Attatruk yang berarti” bapak bangsa Turki” ini diberikan Majelis Nasional negeri itu pada tahun 1353 H/1934 M.

Putera pasangan suami-istri Ali Riza Efendi, seorang pegawai perusahaan kayu, dan Zubeyde Hani ini lahir di Salonika (kini Thessalonika, Yunani), yang saat itu merupakan salah satu pelabuhan Turki. Saat berumur 14 tahun, anak muda itu memasuki sekolah militer di kota kelahirannya. Kemudian ia melanjutkannya di Monastir/Bitola. Usai merampungkan pendidikan di sekolah militer, ia memasuki akademi Militer di Istanbul. Mustafa Kemal lulus dari akademi dengan pangkat kapten.

Setelah mengikuti perang di Libya dan Perang Dardanella, ia diangkat sebagai atase militer di Sofia, Bulgaria, pada tahun 1331 H/1913 M. Dua tahun berikutnya ia memainkan peran penting dalam kampanye Gallipoli, yang menghentikan serbuan pasukan sekutu. Ia berpangkat jenderal ketika pemerintahan Dinasti Utsmaniyyah menandatangi gencatan senjata dengan Inggris di Mudros pada tahun 1337 H/1918M.

Namanya kian berkibar setelah pasukan yang ia pimpin berhasil menundukan pasukan Yunani dalam pertempuran di Sakaraya tahun 1339 H/1921 M dan Dumlupinar tahun 1341 H/1922 M. Namun, beberapa kalangan berpendapat bahwa pertempuran yang ia lakukan hanya sandiwara antara pihaknya dengan Inggris. Tujuannya agar memuluskan rencana penggulingan kekuasaan khalifah.

Setelah tercapainya perjanjian perdamaian dengan sekutu di Lausanne, Swiss, pada tahun 1342 H/1923 M, Musthafa Kamal menggalang pendirian Negara Turki sebagai Negara Modern yang mengikuti pola barat. Pada Senin, 29 Oktober 1923 M, Turki diproklamasikan sebagai negara republik dan dirinya menjadi presiden pertama.

Saat menjabat sebagai presiden, Mustafa Kamal Attatruk membuat berbagi keputusan, yaitu menghapuskan sistem kekhilafahan pada tahun 1343 H/1924 M dan menutup sekolah agama dan peradilan agama. Selain itu, ia melarang tarekat, mengganti syariat dengan hukum perdata Swiss pada tahun 1345 H/1928 M, dan melarang pemakaian huruf Arab pada tahun 1347 H/1928 M.

Nah, itulah sekilas tentang Istana Dolmabahce, sebuah istana yang telah melewati dua masa kepemimpinan, dari Kekhalifahan Turki Utsmani ke Republik Sekuler Turki. Bagi sahabat wisata muslim yang ingin berkunjung ke sana, bisa mengikuti paket umrah plus Turki yang diselenggarakan Cheria Travel. Selain dalam rangka ibadah umrah, kita juga bisa menyelami sejarah dunia Islam. Selamat berwisata. (Jng/RA) a
SelengkapnyaIstana Dolmabahce, Saksi Peralihan dari Kekhalifahan Menuju Republik Sekuler Turki
Posted by: Cheria Wisata

Paket Tour Wisata Syariah Indonesia Segera Di Sosialisasikan

Posted by Unknown on Thursday, November 1, 2012

logo itc malaysia
Tak mau ketinggalan dengan Malaysia , Indonesia lewat kementrian pariwisata akan mensosialisasikan paket tour wisata syariah atau paket tour muslim nusantara akhir tahun 2012 ini, Industri pariwisata berbasis syariah Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan negara tetangga bahkan thailand, singapura, korea,jepang, taiwan dan china sudah lebih dahulu memulai.

Apa sih kriteria wisata syariah atau secara international biasa disebut islamic tourism ini diantaranya yang sedang jadi pembahasan adalah : tidak ada kemungkaran dan maksiat, kemusyrikan dilokasi obyek wisata, tersedia mushola dan toilet basah yang bersih , tersedia resto dan cafe halal di hotel, tersedia hiburan yang tidak pornografi, bila ada kolam rengan wanita dan pria dipisah, massage sesama jenis, fitnes terpisah yang intinya membuat orang islam merasa nyaman dan tidak takut wisatanya melanggar aturan syariat islam.

Saat ini belum banyak biro perjalan tour travel yang mengkhususkan diri di Industri pariwisata syariah ini, cheria travel yang sejak awal membuat paket tour wisata muslim ke manca negara / international kini juga mulai menggarap wisata syariah dalam negeri dengan dukungan pemerintah seharusnya program ini juga akan berjalan, tugas travel sendiri dalam mendukung tour syariah ini adalah membuat paket , memilih akomadasi, resto dan cafe sesuai syariah, membuat jadwal perjalanan yang disesuaikan dengan waktu sholat, menambah agenda tour dengan nasehat2 dan ibroh, menyediakan guide atau pramuwisata yang ramah, berpakaian islami dan mengerti adab2 safar.

Destinasi yang saat ini siap dengan wisata muslim ini adalah jawa barat, bali, lampung, lombok dan DKI Jakarta, semoga daerah lain akan segera menyusul dan Indonesia bisa leading di industri pariwisata berbasis syariah.

Untuk mendapatkan referensi lebih lengkap mengenai paket tour syariah silahkan baca juga artikel kami yang berjudul Paket Tour Syariah
SelengkapnyaPaket Tour Wisata Syariah Indonesia Segera Di Sosialisasikan
Posted by: Cheria Wisata

Hagia Sophia, dari Gereja, Masjid, hingga Museum

Posted by Unknown

Umrah plus Turki - Hagia Sophia semula adalah gereja katedral yang pertama kali dibangun di dunia. Dalam bahasa latin, gereja ini disebut Sancta Sophia atau Sancta Sapientia. Gereja katedral itu sendiri merupakan gereja katedral keempat terbesar di dunia, selain St. Peters di Roma, Katedral Doumo di Milan, dan Katedral Paulus di London.

Bangunan berukuran 70,3 x 69,5 meter ini termasuk bangunan unik. Bangunan yang kini menjadi museum ini memiliki kubah utama dan dua kubah lain yang berukuran separuh dari kubah utama. Diameter kubah utama antara 31,2 meter dan 30,9 meter. Sementara tinggi kubah utamanya 55 meter dari lantai. Selain itu, museum yang setiap senin ditutup ini memiliki 40 jendela dan lebih dari 20 tiang penyangga. Adapun di luar gedung, museum itu memiliki empat menara tambahan yang ujungnya berbentuk kerucut.

Di ruang utama Hagia Sophia terdapat mimbar tempat khatib berkhutbah. Letak mimbar ini di ujung depan sebelah kanan. Tidak jauh dari situ terdapat bekas mihrab. Dinding mihrab dihiasi kaligrafi, sedangkan di samping kiri ada ruangan shalat khusus sultan.

Sebagian dinding dan lantai bangunan ini berlapis marmer dan batu pualam. Dinding bagian atas dihiasi ornamen, mosaik dan relief bernapaskan agama. Pada atap dalam kubah utama terdapat kaligrafi Al-Qur’an karya Kazaker Izzed Effendi (1216-1294 H/1801-1877 M). Di bagian kubah lain terdapat relief khas peninggalan Dinasti Utsmaniyyah. Pada pojok dinding bagian atas tertempel piringan bertuliskan (dalam bentuk kaligrafi) Allah Swt dan Muhammad Saw. Sementara di pojok lainnya bertuliskan nama para sahabat Nabi Saw, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar ibn Al-Khattab, Utsman ibn Affan, dan Ali ibn Abi Thalib, serta dua cucu beliau Saw, yaitu Al-Hasan ibn Ali dan Al-Husain ibn Ali.

Di beberapa tempat dalam museum ini masih bisa dilihat dengan jelas mosaik-mosaik yang menunjukan bahwa Hagia Shopia dahulunya adalah sebuah gereja katedral. Sebagai contoh, mosaik Yesus kristus sebagai pantrokrator dan mosaik Tuhan Ibunda bersama Tuhan Putera di pangkuannya. Adapula Kaisar Jhon II Comnesus di sebelah kanannya dan Ratu Eirene di sebelah kirinya.

Pembangunan Hagia Sophia dilakukan pertama kali oleh Raja Constantine II pada tahun 325 M dan diresmikan pada 15 februari 360 M. Namun, bangunan ini sirna akibat kebakaran pada tahun 404 M. Sebelas tahun kemudian, Kaisar Theodosius II membangun kembali gereja katedral itu di bawah arahan seorang arsitek yang bernama Rufinos. Namun, gereja katedral itu kembali hancur pada 13-14 januari 532 M akibat pemberontakan Nika.

Setelah pemberontakan berakhir, Kaisar Justinian I memerintahkan pembangunan kembali, kali ini berlangsung selama lima tahun di bawah arahan seorang ahli matematika, Anthemios dari Tralles dan seorang ahli fisika yaitu Isidoros dari Miletus. Pembangunan kali ini mengambil bahan-bahan dari berbagai kawasan kekaisaran. Tiang-tiang bergaya Yunani diangkut dari kuil Artemis di Ephesus. Batu-batu besar didatangkan dari Mesir. Marmer hijau diambil dari Thessalonika. Batu hitam didatangakan dari kawasan Bosphorus. Sementara batu kuning dibawa dari Suriah. Pembangaunan ini melibatkan lebih dari 10 ribu pekerja. Hasilnya, berdirilah gereja yang megah dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 573 M.

Dua puluh tahun kemudian, kubah utama Hagia Sophia runtuh karena gempa. Akhirnya, Justinian I memerintahkan saudara sepupu Isidoros dari Miletus, yaitu Isidoros muda, untuk memugar kembali gereja dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih ringan. Seiring berjalannya waktu, gereja katedral itu dipugar beberapa kali akibat guncangan gempa.

Constantinople memang termasuk kota yang sering dilanda gempa. Pada saat Constantinople jatuh ke tangan kekaisaran latin (lewat pasukan salib), antara tahun 600-659 H/1204 -1261 M, nyaris semua khazanah Hagia Sophia diangkut ke Eropa barat. Selain itu, gereja yang tadinya katedral agama Kristen Ortodoks menjadi gereja katedral agama Kristen Katolik. Keadaan demikian baru berakhir pada tahun 659 H/1261 M, setelah pasukan Byzantium berhasil merebut kota itu dari tangan pasukan salib.

Pada tahun 857 H/1453 M, kala Dinasti Utsmaniyyah di bawah kepemimpinan Muhammad Al-Fatih berhasil menundukan Constantinople, gereja katedral itu diubah menjadi masjid kerajaan, yang dikenal dengan sebutan Masjid Aya Shofia. Dua menara pertama mulai menghiasi masjid itu pada masa pemerintahan Sultan Bayazid II. Kemudian pada abad ke-16 M, Sultan Sulaiman Agung melengkapi masjid itu dengan lampu gantung raksasa dari Persia.

Ketika Sultan Salim II berkuasa, ia memerintahkan seorang arsitek terkemuka, Sinan Pasya, untuk memugar masjid yang pernah menjadi gereja katedral itu. Di samping dipugar dengan teknik kontruksi antigempa, Masjid Aya Shofia dilengkapi Sinan dengan dua menara baru. Pada saat Sultan Mahmud I berkuasa, ia memerintahkan agar masjid tersebut dilengkapi dengan fasilitas lain berupa madrasah, dapur umum untuk kaum miskin, perpustakaan, tempat wudhu sultan, dan mihrab baru.

Pemugaran selanjutnya dilakukan Sultan Abdul Majid, di bawah arahan dua arsitek berdarah Swiss-Italia, yaitu Gaspare dan Giuseppe Fossati. Pemugaran yang melibatkan 800 pekerja itu berlangsung selama dua tahun, antara tahun 1263-1265/1847-1849 M. Hasilnya, kekuatan kubah utama, tiang-tiang, serta dekorasi dan ornamennya diperbaiki. Selain itu, lampu gantung dari Persia diganti dengan lampu gantung yang baru.

Pada pemugaran tersebut, piringan-piringan raksasa bertuliskan kaligrafi Allah, Muhammad, dan sahabatnya serta cucu nabi mulai menghiasi ruang masjid tersebut. Ketiga menara yang telah ada sebelumnya juga dipugar menjadi menara yang sepadan tingginya. Setelah pemugaran tersebut, Sultan Abdul Majid meresmikannya kembali pada tahun 1256 H/1849 M.

Fungsi Hagia Sophia sebagai masjid berakhir pada 1354 H/1935 M, setelah Turki berubah menjadi Negara Republik dan Ankara sebagai ibu kotanya. Semenjak itu, pada tahun 1355H/1936 M, Hagia Sophia diubah fungsinya dari masjid menjadi museum hingga kini.

Bagi sahabat wisata muslim yang ingin mengunjungi Museum Hagia Sophia, paket umrah plus Turki bisa dijadikan sebagai paket perjalanan ibadah sekaligus wisata. Selain memenuhi ibadah umrah, kita pun bisa berekreasi sambil menelusuri khasanah peradaban Islam di bumi Turki. Selamat berwisata! (Jng/RA)



Video umroh plus turki
SelengkapnyaHagia Sophia, dari Gereja, Masjid, hingga Museum
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria