UMRAH plus EROPA

Posted by Unknown on Wednesday, July 25, 2012

Umroh plus eropa


Tanggal Keberangkatan : 05 Desember 2012 s/d 16 Desember 2012







  Hari 01 (05 Desember 2012) : Jakarta-Jeddah-Makkah
Berkumpul di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, 2 Jam sebelum keberangkatan menuju jeddah dengan pesawat GA , Tiba di Jeddah di jemput dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Makkah dengan bus,Check-in dan istirahat di hotel.

Hari 02 (06 Desember 2012) : Makkah
Ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah: Jabal Tsur, Jabal Rahmah / Arafah , Muzdalifah, Mina , Jabal Nur & Ja’ronah.

Jabal Rahmah
Jabal Rahmah

Hari 03 (07 Desember 2012) : Makkah
Acara Bebas , Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Masjidil Haram
Masjidil Haram
 
Hari 4 (08 Desember 2012) : Makkah - Jeddah - Eropa

Setelah Sholat Zhuhur thawaf wada & bersiap-siap meninggalkan Makkah menuju Jeddah. City Tour Jeddah hingga tiba saatnya transfer ke airport King Abdul Aziz Jeddah Untuk Menuju ke Eropa.

Jeddah City Tour
Jeddah City Tour

Hari 5 (09 Desember 2012) : Jerman
Tiba di Airport Frankfurt , Dalam perjalanan Anda akan diajak singgah di kota Schaffhausen untuk melihat Air Terjun Sungai Rhein, Setelah itu singgah di kota Titisee untuk santap siang dan orientasi kota. Bermalam di Frankfurt atau sekitarnya.

Air Terjun Sungai Rhein
Air Terjun Sungai Rhein
  
Hari 6 (10 Desember 2012) : Frankfurt-Amsterdam
Dengan bus pagi ini menuju Netherland , Bermalam di Amsterdam / Schipol atau sekitarnya.

Amsterdam
Amsterdam

Hari 07 (11 Desember 2012) : Amsterdam
City tour hari ini mengajak Anda ke Kota Amsterdam yang dijuluki kota kincir angin. Singgah sejenak Di Desa Nelayan tradisional VOLENDAM. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama dengan pakaian tradisional Volendam. Setelah itu dengan Canal Cruise melewati Amsterll River dan bangunan lainnya yg sangat unik serta mengunjungi pabrik pengasahan berlian.

Volendam
Volendam

Hari 08 (12 Desember 2012) : Amsterdam-Brussels-Paris
Hari ini menuju kota Brussels di Belgia. Anda akan photostop sejenak di Grand Place serta lambang dari kota Brussels, Maneken Pis, Setelah itu menuju Paris untuk bermalam.

Grand Place
Grand Place
  
Hari 09 (13 Desember 2012) : Paris
Setelah bersantap pagi, Anda akan diajak untuk mengenal kota cantik ini dengan melewati Arch DE Tiomphe, Place De La Concorde, Champs Elysees, Notre Dame Cathedral dan Des Invaldes. Langkah Anda untuk menaiki Menara Eiffel sampai ke tingkat 2 ( apabila Eiffel Tower fully booked, akan diganti ke Montparnasse Tower)

Place De La Concorde
Place De La Concorde

Menara Eiffel
Menara Eiffel

Hari 10 (14 Desember 2012) : Paris - Jeddah - Madinah
Pagi hari acara bebas sampai tiba saatnya Anda akan diantar ke Airport untuk penerbangan ke Jeddah. Tiba di Jeddah dijemput langsung melanjutkan perjalanan menuju Madinah dengan Bus. Check-in dan Istirahat di Hotel.

Madinah
Madinah

Hari 11 (15 Desember 2012) : Madinah
Ziarah ke Makam Rasulullah SAW beserta kedua sahabatnya, Abu Bakar Sh-Shiddieq dan Umar Bin Khatab, Makan Baqi. Berkunjung ke tempat- tempat bersejarah : Masjid Quba, Masjid Qiblatain, jabal Uhud dan Pasar Kurma, Sholat berjamaah di Masjid Nabawi.

Masjid Quba
Masjid Quba

Makam Baqi
Makam Baqi


Hari 12 (16 Desember 2012) : Madinah - Jakarta
Tiba kembali di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Terima kasih atas kepercayaan anda untuk beribadah umrah bersama kami.

Jadi jangan sampai anda melewatkan kesempatan untuk mengikuti Paket Umroh Plus Eropa 2013 kami.

Salam Cheria Travel.
Selengkapnya → UMRAH plus EROPA
Posted by: Cheria Wisata

Mengatasi hipotensi pada jamaah haji

Posted by Unknown on Sunday, July 22, 2012




Atasi Hipotensi
Atasi Hipotensi

Di kalangan umum, naik haji memang identik dengan kemampuan materi. Padahal, faktor kemampuan fisik juga merupakan faktor penting yang menunjang suksesnya ibadah haji. Tanpa kesehatan yang prima, konsentrasi atau kekhusyukan ibadah haji bisa terganggu. Nah, beberapa gangguan yang bisa saja menghinggapi jamaah haji di antaraanya adalah hipotensi.

Apa yang dimaksud hipotensi?
Hipotensi atau biasa disebut dengan darah rendah adalah suatu keadaan di mana tekanan darah seseorang turun di bawah angka normal. Adapun angka tekanan darah normal adalah 120/80 mmHG.

Jenis penyakit hipotensi
Setidaknya, terdapat 3 jenis hipotensi berdasarkan penyebabnya, yaitu sebagai berikut :
  • Hipotensi ortostatik. Penyakit ini disebabkan oleh perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba. Biasanya kondisi ini terjadi ketika posisi tubuh beralih dari berbaring ke berdiri. Hipotensi ortostatik hanya berlangsung beberapa detik atau menit. Hipotensi jenis ini juga dapat terjadi setelah makan dan sering diderita oleh orang tua.
  • Hipotensi dimediasi neural (NMH). NMH terjadi ketika seseorang berdiri dalam waktu yang lama dan paling sering mempengaruhi orang dewasa muda dan anak-anak.
  • Hipotensi akut. Hipotensi ini disebabkan adanya kehilangan darah secara tiba-tiba (syok).
Penyebab  hipotensi
Mitra haji dan umrah, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan tensi darah atau hipotensi ini. Adapun faktor penyebab hipotensi dikategorikan sebagai berikut :

Penyebab Hipotensi
Penyebab Hipotensi
  • Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi pula tekanan darah. Kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, ataau pun penyakit katup jantung bisa berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) ke seluruh organ tubuh.
  • Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini bisa disebabkan oleh pendarahan yang hebat (luka sobek, haid berlebihan/abnormal), diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, serta buang air kecil berlebihan.
  • Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan  menurunnya tekanan darah. Hal ini biasanya terjadi sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, serta obat-obat vasodilator.
Gejala hipotensi
Gejala atau tanda-tanda hipotensi di antaranya mengalami kebingungan. Seiring waktu dengan memburuknya syok, seseorang bisa mengalami pingsan atau hilang kesadaran.  Bagi jamaah haji, kondisi seperti ini tentu sangat tidak nyaman.

Tanda - tanda lain dan gejala syok bervariasi, tergantung penyebabnya. Volume darah rendah (akibat kehilangan darah yang besar) atau aksi memompa di jantung yang berkurang (gagal jantung) dapat menyebabkan syok. Ciri ciri darah rendah pada kondisi ini antara lain kulit menjadi dingin dan berkeringat, denyut nadi menjadi lemah dan cepat, bernapas dengan sangat cepat, dan disertai rasa sangat mengantuk.

Mencegah hipotensi
Bagi calon jamaah haji yang berpotensi mengalami hipotensi, terdapat beberapa tips untuk mengatasi penyakit ini. Berikut beberapa tipsnya :

Jangan Lupakan Sarapan
Jangan Lupakan Sarapan
  • Konsumsi makanan bergizi tinggi, empat sehat lima sempurna. Makanan bergizi membuat tubuh selalu bugar. Tubuh yang bugar tidah mudah terserang penyakit. Jika tubuh kurang sehat, gangguan tekanan darah rendah akan mudah kambuh.
  • Biasakan sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas. Jika beraktivitas saat perut masih kosong, tubuh akan kekurangan energi. Pada orang yang memiliki riwayat hipotensi, gangguan hipotensi mudah muncul pada kondisi tersebut.
  • Hindari tidak tidur hingga larut malam. Idealnya seseorang perlu tidur minimal 6 jam. Kurang tidur menyebabkan stamina menjadi lemah dan memudahkan kambuhnya hipotensi.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam (asin) karena makanan seperti itu dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup, sekitar 8—10 gelas per hari. Sesekali perlu minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
  • Lakukan olah raga teratur seperti joging selama 30 menit setiap hari. Olah raga membuat daya tahan fisik kuat sehingga tekanan darah akan stabil.
  • Minum vitamin secara rutin, 2 x sehari, misalnya vitamin C. Vitamin akan membantu memperkuat data tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.
  • Konsumsi daging kambing yang memiliki nilai gizi cukup tinggi  sehingga bisa mencegah tekanan darah rendah.

Penanganan hipotensi saat berhaji
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jamaah haji untuk memperbaiki kondisi hipotensi, di antaranya sebagai berikut :

Khasiat Kurma
Khasiat Kurma
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8—10 gelas per hari. Sesekali boleh minum kopi untuk memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah meningkat.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kadar garam.
  • Konsumsi kurma, bisa dalam bentuk buah atau pun jus/sari kurma. Ini disebabkan sari kurma bernutrisi tinggi dan bisa mengatasi anemia atau kurang darah.
  • Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis.
Nah, mitra haji dan umrah. Itulah sekilas pengenalan hipotensi atau tekanan darah rendah. Dengan mengetahui penyebab serta solusi penanganannya, diharapkan calon jamaah haji bisa mengatasi hipotensi yang dideritanya atau mampu menangani hipotensi yang timbul secara tiba-tiba. (Jng/RA)
Selengkapnya → Mengatasi hipotensi pada jamaah haji
Posted by: Cheria Wisata

Naik Haji Bagi Penderita Hipertensi

Posted by Unknown



Hipertensi
Hipertensi
Naik haji merupakan idaman setiap muslim yang bertakwa. Inilah ibadah yang menjadi rukun Islam kelima dengan segudang keutamaannya. Wajar, jika banyak kaum muslimin yang begitu antusias menyambutnya. Berbagai hal dipersiapkan, baik dari sisi materi, fisik, dan spiritualnya.

Tak terkecuali, mereka yang sedang mengidap gangguan kesehatan. Nah, mitra haji dan umrah. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana seorang pengidap hipertensi agar bisa menjalankan hajinya dengan aman dan nyaman.

Apakah hipertensi itu?
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) adalah suatu kondisi peningkatan tekanan darah dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala. Penyakit ini sangat dipengaruhi pola makan dan pola hidup, sehingga bisa dikelompokkan dalam penyakit kambuhan.

Penyebab hipertensi
Sebagian besar hipertensi disebabkan oleh ketidak normalan tertentu pada arteri. Beberapa faktor yang mendukung terjadinya hipertensi primer atau essensial ini antara lain sebagai berikut.
  • Faktor Genetika (riwayat keluarga). Pada kasus ini, hipertensi bersifat menurun dalam suatu keluarga. Anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dibandingkan anak dengan orang tua yang memiliki tekanan darah normal.
Faktor Genetik
Faktor Genetik
  • Faktor Ras. Kasus hipertensi ini—misalnya—terjadi pada orang-orang afro yang hidup di masyarakat barat. Mereka mengalami hipertensi secara merata, yang lebih tinggi dibandingkan orang berkulit putih. Hal ini—kemungkinan—disebabkan karena tubuh mereka mengolah garam secara berbeda.
  • Faktor Usia. Umumnya, hipertensi terjadi berkaitan dengan usia, khususnya pada masyarakat yang banyak mengkonsumsi garam.
Faktor Usia
Faktor Usia
  • Faktor Jenis Kelamin. Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi daripada wanita. Mengingat penyakit ini juga bisa dipengaruhi faktor psikologis, seringkali hipertensi pada pria dipicu oleh perilaku tidak sehat (merokok, kelebihan berat badan), depresi, dan rendahnya status pekerjaan. Sementara pada wanita, penderita hipertensi lebih berhubungan dengan pekerjaan yang mempengaruhi faktor psikis.
  • Faktor Stres Psikis. Stres meningkatkan aktivitas saraf simpatis. Meningkatnya aktivitas saraf simpatis dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap. Stres berkepanjangan bisa berakibat tekanan darah selalu tinggi.
Hindari Stres Berkepanjangan
Hindari Stres Berkepanjangan
  • Faktor Obesitas. Pada orang obesitas (kegemukan), terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa darah agar dapat menggerakan beban berlebih. Berat badan yang berlebih menyebabkan bertambahnya volume darah dan perluasan sistem sirkulasi.
  • Faktor Asupan Garam Na. Ion natrium mengakibatkan retensi air. Jadi, volume darah bertambah sehingga mengakibatkan daya tahan pembuluh meningkat dan memperkuat efek vasokontriksinor adrenalin.
Faktor Asupan Garam
Faktor Asupan Garam
  • Faktor Rokok. Tekanan darah bisa meningkat disebabkan nikotin dalam tembakau. Hal ini disebabkan nikotin terserap oleh pembuluh darah kecil dalam paru-paru dan disebarkan ke seluruh aliran darah. 
  • Faktor Konsumsi Alkohol. Alkohol memiliki pengaruh terhadap tekanan darah. Secara keseluruhan, semakin banyak alkohol yang diminum akan membuat tekanan darah semakin tinggi.
Faktor Konsumsi Alkohol
Faktor Konsumsi Alkohol
Gejala hipertensi
Sebagian besar hipertensi tidak menampakkan gejala. Namun, terdapat beberapa keluhan yang bisa saja terjadi bersamaan dengan terjadinya tekanan darah tinggi, misalnya sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan.

Salah Satu Gejala Hipertensi
Salah Satu Gejala Hipertensi
Jika kondisi hipertensi berat dan menahun, kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, gelisah, susah tidur (insomnia), dan pandangan menjadi kabur. Kerusakan organ yang umumnya ditemui oleh kebayakan pasien meliputi kerusakan organ jantung, otak, ginjal, dan mata.

Penanganan hipertensi
Bagi para calon jamaah haji yang menderita hipertensi, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah. Terutama sekali, jamaah haji perlu melakukan kontrol ini sebagai bagian dari persiapan kesehatan fisik sebelum keberangkatan.

Beberapa langkah pengontrolan yang bisa dilakukan calon jamaah saat naik haji di antaranya sebagai berikut.
  • Jaga berat badan. Penting bagi calon jamaah haji untuk menjaga pola makan dan pola aktivitasnya. Dengan aktif bergerak, berat badan bisa lebih terkontrol. Beberapa aktivitas yang bisa menjaga badan agar tetap bergerak di antaranya mengikuti senam secara teratur, berjalan kaki dalam jarak tertentu secara teratur, atau berkebun. Namun, jangan sampai melakukan aktivitas berlebih yang justru bisa menimbulkan kelelahan.
  • Patuhi diet untuk penderita hipertensi. Sebaiknya calon jamaah haji mengikuti rencana makan yang sehat yang menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak susu. 
Diet Untuk Penderita Hipertensi
Diet Untuk Penderita Hipertensi
  • Kontrol jumlah garam dalam makanan. Mengonsumsi garam dalam jumlah berlebihan akan memperbesar risiko hipertensi dan penyakit jantung. Memilih dan menyiapkan makanan dengan garam atau natrium sedikit merupakan tindakan yang bijak.
  • Hentikan kebiasaan minum-minuman beralkohol. Selain diharamkan, minuman alkohol juga merusak tubuh dan menimbulkan penyakit. Di samping sebagai sarana persiapan fisik, berhenti total dari meminum minuman beralkohol merupakan sarana persiapan spiritual atau rohani. Dengan begitu, kita bisa hadir di tanah suci dengan kebersihan lahir dan batin.
  • Berhenti merokok. Ini merupakan cara efektif untuk menghindari kekentalan darah akibat kandungan nikotin di dalamnya.
Stop Merokok
Stop Merokok
    Nah, mitra haji dan umrah. Itulah pengenalan sekilas tentang hipertensi dan cara menanganinya. Dengan begitu, para calon jamaah haji yang mengidap hipertensi bisa melakukan langkah antisipasi agar hipertensi yang diderita bisa dikontrol dengan baik, baik sebelum dan saat keberangkatan, saat beribadah haji di tanah suci, maupun setelah kepulangan di tanah air. Selamat menunaikan ibadah haji. (Jng/RA)
    Selengkapnya → Naik Haji Bagi Penderita Hipertensi
    Posted by: Cheria Wisata

    Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria