Showing posts with label vaksinasi haji. Show all posts
Showing posts with label vaksinasi haji. Show all posts

Mengantisipasi Serangan Meningitis Pada Jamaah Haji

Posted by Unknown on Friday, July 20, 2012


Mengantisipasi Serangan Meningitis Pada Jamaah Haji

Vaksin Meningitis
Vaksin Meningitis

Hingga saat ini, dunia kesehatan selama haji masih didominasi isu meningitis. Bahkan, beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan pro-kontra meningitis berbahan baku kontroversial. Memang, berbicara tentang haji dan kesehatannya, tidak lepas dari kepentingan bisnis. Sebenarnya, ada apa dengan meningitis sehingga banyak menyita perhatian publik?
Nah, mitra haji dan umrah, berikut sekilas perkenalan dengan penyakit meningitis serta langkah mengantisipasinya.

Apa yang dimaksud dengan meningitis?


Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membran atau selaput yang melapisi otak dan saraf jantung. 
Meningitis
Meningitis

 

Penyebab meningitis

Meningitis dapat disebabkan oleh serangan berbagai organisme seperti virus, bakteri, atau pun jamur, termasuk kuman meningococcal yang cepat berkembang pada suhu tinggi di Arab Saudi. Berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak, meningitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. 
Bakteri Penyebab Meningitis
Bakteri Penyebab Meningitis
Meningitis serosa adalah radang selaput otak akibat komplikasi tuberkolosis primer. Adapun meningitis purulenta bersifat akut dan menghasilkan eksudat berupa pus.  Meningitis ini tidak disebabkan oleh bakteri maupun virus, tetapi akibat meningitis meningococcus yang merupakan meningitis droplet infection. Penyebarannya melalui percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin, dan cairan tenggorokan penderita. Bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara lewat pernapasan dan sekresi-sekresi tenggorokan yang masuk melalui aliran darah ke dalam cairan serebrospinal.

Tanda dan gejala meningitis

Pada meningitis purulenta, gejala yang tampak seperti gejala infeksi akut atau subakut yang ditandai dengan keadaan lesu, mudah terkena rangsang, demam, muntah, penurunan nafsu makan, dan nyeri kepala. Di samping itu terlihat gejala peningkatan tekanan intracranial yang ditandai dengan muntah, nyeri kepala, penurunan kesadaran, kejang, mata julung, paresis dan paralis, serta gejala rasang meningeal yang di tandai dengan adanya rasa nyeri pada leher dan bagian punggung dan kaku duduk.
Gejala Meningitis
Gejala Meningitis
Sementara pada tuberkulosis terdapat gejala dalam beberapa stadium. Pertama, stadium prodomal. Pada stadium ini tidak terdapat gejala yang khas. Serangan terjadi secara perlahan-lahan dengan adanya demam ringan atau kadang-kadang tidak demam, nafsu makan menurun, nyeri kepala, muntah, dan apatis yang berlangsung selama 1-3 minggu.

Jika tuberculosis pecah langsung ke ruang subaraknoid, stadium prodomal berlangsung cepat menuju ke stadium terminal. Pada stadium transisinya ditemukan gejala kejang, rangsang meningeal yang kaku duduk, kelumpuhan, dan gangguan kesadaraan. Sementara pada stadium terminal terlihat gejala dengan keadaan yang berat, yaitu kesadaran menurun hingga koma, kelumpuhan, pernapasan tidak teratur, dan panas tinggi.

Penyebab meningitis

Umumnya, meningitis yang disebabkan virus tidak berbahaya akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun, meningitis yang disebabkan oleh bakteri berbahaya bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, dan bisa mengakibatkan kematian. Adapun meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang terjadi.

Beberapa Bakteri Meningitis

Streptococcus pneumonia

Streptococcus pneumonia (pneumococcus). Bakteri ini umumnya menyerang telinga dan rongga hidung (sinus) yang mengakibatkan infeksi pneumonia. 
Streptococcus Pneumoniae
Streptococcus Pneumoniae

Nesisseria Meningitis

Nesisseria meningitis (meningococcus). Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumonia.  yang terjadi adanya infeksi pada saluran nafas yang kemudian bakterinya masuk ke dalam peredaran darah.
Neisseria Meningitidis
Neisseria Meningitidis

Haemophilus Influenza

Haemophilus influenza (haemophilus) type b(Hib). Bakteri ini bisa mengakibatkan meningitis yang menyerang pada telinga bagian dalam, sinusitis, hingga mengakibatkan infeksi  pernapasan bagian atas.

Haemophilus influenzae
Haemophilus influenzae

Listeria Monocytogenes

Listeria monocytogenes (listeria). Bakteri ini bisa menyebabkan meningitis yang sering dijumpai dalam debu atau makanan yang terkontaminasi. Makanan tersebut bisa berasal dari jenis hot dog, daging sapi, atau makanan berbahan baku daging hewan yang telah terkontaminasi.
Listeria Monocytogenes
Listeria Monocytogenes

Penanganan meningitis

Mitra haji dan umrah. Meningitis yang disebabkan virus bisa menular melalui batuk, bersin, ciuman, sering makan bersama dengan satu tempat, pemakian sikat gigi bersama, dan merokok dengan bergantian dalam satu batang. Oleh sebab itu, berhati-hati terhadap orang di sekitar kita yang mengidap meningitis merupakan tindakan bijak.

Untuk mencegah penularan meningitis, terdapat beberapa tips yang perlu dilakukan :
7 Langkah Mencuci Tangan
7 Langkah Mencuci Tangan
  1. Cuci tangan sampai bersih sebelum makan dan keluar dari toilet saat di bandara, hotel, dan penginapan haji.
  2. Gunakan sikat gigi masing-masing. Satu sikat gigi untuk satu orang dan jangan digunakan bergantian.
  3. Jangan gegabah menggunakan tusuk gigi yang disediakan di tempat umum.
  4. Jaga stamina dengan makan makanan bergizi dan rajin berolahraga secara rutin.

Jika Terdapat Gejala Meningitis

Jika tubuh terasa menunjukkan gejala serangan meningitis atau rekan sesama jamaah haji ada yang menunjukkan gejala terserang, laporkan segera ke ruang pelayanan kesehatan jamaah haji untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang intensif. Biasanya, akan dilakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan paru-paru yang membantu dalam mendiagnosa penyakit.
Pelayanan Kesehatan Jamaah Haji
Pelayanan Kesehatan Jamaah Haji

Nah, mitra haji dan umrah. Demikian sekilas pengenalan meningitis dan cara mengantisipasinya. Biasanya, jamaah haji selalu mendapatkan vaksinasi antimeningitis untuk mencegah serangan penyakit tersebut. Hanya saja, penggunaan bahan vaksin dari bahan yang haram masih menghantui dunia kesehatan kita. Apalagi untuk kegiatan beribadah kepada Allah swt di tanah suci, hendaknya kita terbebas dari segala unsur keharaman. Yang pasti, vaksin dari bahan yang jelas kehalalannya adalah kebutuhan mutlak bagi para jamaah haji.




Semoga info ini dapat bermanfaat bagi Anda semua ya. Silahkan hubungi Cheria Travel untuk mengkonsultasikan penunaian ibadah haji Anda.


Salam Cheria Travel,

 

SelengkapnyaMengantisipasi Serangan Meningitis Pada Jamaah Haji
Posted by: Cheria Wisata

Vaksinasi Sebelum Naik Haji

Posted by Unknown on Monday, February 13, 2012

Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. Persiapan tentu bukan sebatas pada persiapan batin, namun juga fisik, agar jamaah haji bisa menunaikan rukun Islam kelima ini dengan hati yang tenang dan stamina tubuh yang prima.

Jika batin dan fisik benar-benar dipersiapkan, tentu perjalanan jauh yang sangat melelahkan akan terasa membahagiakan dan rangkaian ibadah yang panjang tetap bisa dilakukan dengan kekhusukan yang dalam. Berikut ini adalah beberapa tips persiapan sebelum berangkat naik haji. Semoga berguna.




Memenuhi Kewajiban Vaksinasi

Arab Saudi merupakan negara epidemis penyakit meningitis atau radang otak. Inilah salah satu penyakit yang dikhawatirkan menular di kalangan jamaah haji. Ingat, penyakit ini bahkan juga dapat ditularkan kepada keluarga di Indonesia.

Penyakit meningitis (radang otak) disebabkan oleh kuman Neisseria meningitidis dan menjadi penyebab kesakitan dan kematian. Jamaah haji yang datang ke Mekah juga berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan daerah Meningitis belt. Perlindungan terhadap meningokokus diperlukan untuk menghindari terjadinya penularan antar jamaah haji di Mekah dan mencegah pembawa penyakit (karier) setelah kembali lagi ke negara asalnya.

Jamaah haji Indonesia umumnya belum mempunyai kekebalan alamiah yang didapatkan secara pasif terhadap meningokokus, sehingga jamaah perlu memperoleh vaksinasi meningitis. Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi, sejak tahun 2002 telah mewajibkan negara-negara yang mengirimkan jamaah haji untuk memberikan vaksinasi ini.

Departemen Kesehatan RI menyatakan, bahwa vaksin ini halal dengan pertimbangan faktor efektivitas vaksin (berkhasiat), mutunya terjamin yang ditunjukkan adanya izin edar dari Badan POM (registrasi), dan sesuai fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin ini diberikan gratis kepada jamaah haji di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), subdit haji dan puskesmas juga tempat-tempat lainnya yang telah ditunjuk.

Masa efektifnya 10 sampai 14 hari setelah diberikan. Selain vaksin rutin seperti polio, measles, mumps, rubella, tetanus, diphteria, dan pertussis, vaksin influenza, vaksin hepatitis A, hepatitis B, dan typhoid juga disarankan.

Vaksin influenza bersifat “opsional”, mengingat jamaah haji Indonesia rata-rata berusia lanjut dan merupakan penderita penyakit kronis. Perubahan suhu yang ekstrim di Mekah mengakibatkan kekebalan tubuh jamaah haji dapat menurun, sehingga virus influenza sangat mudah menular melalui udara atau kontak langsung dengan penderita, apalagi dalam kondisi yang padat dan berdesak-desakan. Saat jamaah tiba di Tanah Suci dan tidak memiliki sertifikat vaksinasi, petugas dari Arab Saudi akan menyuntik jamaah jika dibutuhkan, jamaah akan terisolasi dan di bawah pengawasan medis selama 6 hari, serta menuruti resep dari pemerintah Saudi. Jamaah akan dibebaskan dari vaksiansi hanya jika memiliki paspor dari negara Islam.

Memeriksakan kondisi kesehatan

Sebelum berangkat, jamaah haji perlu memeriksakan kesehatan di Puskesmas atau dokter keluarga, untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara cermat. Bila sakit harus segera diobati. Bila sakit menetap, misalnya menderita sakit gula atau tekanan darah tinggi, dokter juga dapat memberikan bekal obat dan cara-cara mengelola sakitnya selama dalam perjalanan ibadah haji.

Untuk kaum hawa, disarankan untuk mencatat periode menstruasi beberapa bulan sebelum keberangkatan dan berkonsultasi pada Dokter ahli kandungan/gynekolog, jika ingin mengatur/mencegah haid selama pelaksanaan Ibadah Haji dengan menggunakan obat atau pil KB.

Menyiapkan kebugaran fisik. Selama masa persiapan menuju keberangkatan ke Tanah Suci, selain memperhatikan asupan gizi, suplemen dan pola makan, olahraga rutin atau aklimatisasi seperti berjalan kaki cepat dan melakukan jogging ringan juga sangat diperlukan untuk menjaga stamina. Memperbanyak latihan jalan hingga beberapa kilometer juga perlu sebab beberapa ibadah melibatkan kegiatan fisik seperti Thawaf, Sa´i dan melempar Jumroh, yang membutuhkan kegiatan berjalan berkilo-kilo meter jauhnya.

Untuk Anda yang sudah berusia lanjut (>50th) cukup melatih diri dengan berlajan santai setiap pagi. Jogging sebaiknya dihindari karena berpotensi terjadinya cedera tulang. Olah raga ringan ini sebaiknya dilakukan paling tidak tiga bulan sebelum keberangkatan.

Tidak terlalu lelah menjelang keberangkatan. Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan pribadi hendaknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan, sehingga cukup waktu untuk istirahat menjelang keberangkatan.

Di masyarakat kita, ada kebiasaan mengadakan serangkaian acara syukuran dan pamitan yang kadang memerlukan waktu berhari-hari, dana yang tidak sedikit, dan menguras tenaga dan fisik. Ada baiknya, Anda idak menyibukkan diri dengan acara pesta sebelum keberangkatan haji dan mengharuskan diri berziarah ke makam sanak famili atau orang-orang saleh. Menurut Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc dalam Syariah Kajian Utama di blog pribadinya, hal semacam itu tidak dicontohkan dalam kehidupan Nabi Mohamad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dan para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

Bila Anda ingin tahu lebih jauh mengenai persiapan haji, silakan untuk menghubungi kami, Cheria tours Travel . Insya Alloh kami akan berikan informasi detail mengenai hal tersebut.

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaVaksinasi Sebelum Naik Haji
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria