Masjid Yeni Valide, Masjid Seribu Merpati Di Istambul Turki

Posted by Unknown on Tuesday, November 6, 2012


Umrah plus Turki – Sahabat wisata muslim, berbicara tentang obyek wisata dan sejarah di Turki memang tidak pernah habisnya. Maklum, hal ini disebabkan Turki pernah menjadi pusat kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani. Salah satunya adalah Masjid Yeni Valide, yang dibangun oleh Sultan Murad III.

Sultan Murad III naik tahta setelah wafatnya ayah beliau, Sultan Salim II. Beliau menaruh kepedulian pada masalah-masalah keilmuan, sastra, dan syair. Dia menguasai tiga bahasa sekaligus, yaitu Arab, Persia, dan Turki. Ia pun banyak mempelajari ilmu tasawuf, terkenal akan ketakwaannya, dan sangat memperhatikan para ulama.

Pada masa pemerintahannya, beliau pernah mengirimkan ekspedisi militer ke kawasan Kaukaz, yang dikuasai Syiah Safawid. Dalam ekspedisi militer tersebut, pasukan Utsmani berhasil merebut kota Taples, Karjistan, Azerbaijan, Georgia, Syairawan, dan Luzastan. Hal itu memaksa penguasa Syiah Safawid, Syah Abbas al Kabir, untuk melakukan perjanjian damai. Beberapa isi perjanjian itu di antaranya menyerahkan wilayahnya yang sudah dikuasai Turki Utsmani. Selain itu, Syah Abbas juga berjanji untuk tidak mencela tiga Khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) di wilayah-wilayah yang menjadi kekuasaannya.

Masjid Yeni Valide, yang dalam bahasa Turkinya “Yeni Valide Cami” adalah sebuah masjid Utsmaniyyah yang terletak di daerah Eminou di Istanbul, Turki. Bangunan ini terletak di Golden Horn di bagian selatan Jembatan Galata.

Masjid Yeni Valide merupakan salah satu pemandangan yang terkenal di Istanbul. Sebuah pancuran indah untuk air wudhu berdiri di halaman besar dan pondok sultan dihiasi dengan ubin yang mengagumkan. Masjid ini didirikan pada tahun 1005 H/1597 M atas perintah Safie Sultan, istri Sultan Murad III dan ibunda Sultan Muhammad III (1004-1011 H/ 1596-1603 M), yang saat itu menjabat sebagai penguasa ke-14 dari Dinasti Utsmaniyyah di Turki.

Masjid ini dibangun oleh seorang arsitek bernama Davut Agha, lalu diteruskan oleh arsitek Dalgic Ahmad Agha dan disiapkan oleh arsitek Mustafa Agha sewaktu pemerintahan Sultan Mahmed IV pada tahun 1663 M. Blok-blok batu dikirim dari pulau Rhodes sebagai bahan pembuatan Masjid. Pembangunan masjid ini memakan waktu hingga 66 tahun disebabkan kematian Sultan Salim III dan Syafie Sultan serta wabah epidemik yang tersebar luas di Istanbul pada tahun awal-awal pembangunan.

Arsitektur kubah Masjid Yeni Valide merupakan gabungan dari Masjid Sultan Ahmed, Masjid Sehzade, dan Sedefhar Mehmet Agha. Sementara yang menjadi arsiteknya adalah Sinan. Adapun kubah menaranya berbentuk kerucut. Pembangunan masjid itu baru usai setengah abad kemudian, di bawah arahan Hatice Turhan Sultan, ibunda Sultan Muhammad IV (1058-1098 H/1648-1687 M). Menurut tradisi ketika itu, pembangunan masjid senantiasa di bawah kendali para ibunda atau para istri Sultan.

Semula Masjid Yeni Valide dan Selat Bosphorus ini merupakan dua lokasi yang tidak terpisahkan. Namun, kini terbentang sebuah jalan di depannya. Masjid ini semula dikitari tembok tinggi yang menjulang. Baru pada abad ke-19 M, tembok itu ditiadakan. Dengan ditiadakannya tembok tersebut dan dibangunnya Jembatan Galata, lingkungan masjid ini pun dipenuhi dengan toko dan kios.

Pembangunan jalur trem yang menghubungkan dua sisi Golden Horn membuat masjid kian terpisah dari Selat Boshporus. Apalagi setelah dibangunnya jalan raya di depan masjid pada tahun 1406 H/1986 M. Meskipun demikian, keindahan masjid itu masih dapat dinikmati dari seberang jalan, baik dari pelabuhan maupun stasiun trem Eminou. Meskipun Masjid Yeni Valide telah kehilangan taman luas yang dahulu menghiasi bagian depannya, masjid ini masih digunakan untuk kegiatan bertemakan agama (kajian islam) dan untuk shalat lima waktu.

Berjalan-jalan di sekitar Masjid ini memang memberikan kesan tersendiri. Memang, Masjid Yeni Valide tidak semegah Masjid Sulaiman atau pun setenar Masjid Biru Sultan Ahmad. Namun, pemandangan di sekitarnya memang berbeda.

Landskap Masjid Yeni Valide akan selalu mudah dilihat saat pengunjung menaiki kapal feri. Di samping itu, letaknya memang dekat dengan Pelabuhan Feri Eminonu.

Keluar dari masjid, di depan gerbang utama akan terlihat hamparan plasa yang dihiasi pemandangan ribuan burung merpati. Di tempat ini, ribuan burung merpati itu dibiarkan beraktivitas, terbang ke sana-kemari di sekitar masjid. Tak jarang kita jumpai anak-anak yang bermain-main dengan burung merpati. Ada pula yang senang dengan aktivitas memberikan makanan pada ribuan merpati tersebut.

Nah, bagi sahabat wisata muslim yang berkunjung ke Turki bisa mampir ke masjid yang didirikan Sultan Murad III ini. Di sini kita bisa mengikuti kajian Islam yang diberikan atau menunaikan shalat di masjid yang telah berusia ratusan tahun ini.

Ingin berkunjung ke Turki dan menelusuri obyek wisata dan sejarahnya yang indah? Ikuti saja paket umrah plus Turki yang diselenggarakan Cheria Travel. Perjalanan ibadah umrah akan menjadi tanbah berkesan. (Jng/RA)
SelengkapnyaMasjid Yeni Valide, Masjid Seribu Merpati Di Istambul Turki
Posted by: Cheria Wisata

Jembatan Bosphorus, Penghubung Asia dan Eropa

Posted by Unknown


Umrah plus Turki - Jembatan Bosphorus (Bosphorus Bridge), yang dalam bahasa Turki disebut Bogazici Koprusu, terletak di Old City, Istanbul. Raja Darius adalah pihak yang pertama kali membangun jembatan antara Asia dan Eropa di atas selat Bosphorus pada 522 SM hingga 485 SM. Saat itu ia menggerakkan pasukannya untuk menaklukan Macedonia. Untuk itulah ia membangun jembatan pontoon di antara benua Asia dan benua Eropa.

Berbagi usaha telah dilakukan untuk membentangkan jembatan panjang di antara kedua benua tersebut. Pada abad ke-18 M, misalnya, sejumlah insinyur Perancis telah mengajukan rancangan jembatan. Selanjutnya pada tahun 1323 H/1905 M, rancangan lain diajukan oleh salah satu tim dari Jerman. Pada tahun 1930-an, sebuah tim lain dari Eropa mengajukan rancangan lainnya. Sementara pada tahun 1327 H/1953 M, pemerintah Turki membuat rancangan yang lain. Namun hingga saat itu, semuanya baru dalam tahap rancangan.

Pada tahun 1383 H/ 1963 M,akhirnya keinginan untuk pembangunan jembatan tersebut yang mempertemukan antara benua Asia dan Eropa mengemuka kembali kenapa?

Robert Arndt, dalam sebuah karyanya yang berjudul Bridge Across The Bosphorus mengatakan bahwa setidaknya ada dua faktor yang mendorong pembangunan jembatan tersebut. Salah satunya adalah Istanbul sendiri. Kedua sisi Selat Bosphorus selama sepuluh tahun terakhir telah berkembang pesat. Lalu-lintas dua jembatan mengalami perkembangan yang pesat pula. Lima jembatan gantung yang dibangun antara tahun 1953 dan 1963 telah memecahkan rekor atau meraih kemajuan dalam seni pembangunan jalan raya. Oleh sebab itu, ketika Freeman Fox dan partners dari London, sebuah perusahaan paling berpengalaman dan inovatif di bidang tersebut mendapatkan proyek pada tahun 1968 untuk merancang sebuah jembatan baru, impian itu pun akhirnya terwujud.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada Selasa, 3 syawal 1393 H/30 ktober 1973 M, dilakukan peresmian jembatan yang dibangun sebuah perusahaan Turki, Enka Construction and Industry Co.Ltd, dan sebuah kontraktor Jerman, Hochtief AG. Itulah jembatan pertama yang dibangun di atas Selat Bosphorus yang menghubungkan antara Benua Asia dan Eropa, sejak dibuatnya jembatan pontoon oleh Raja Darius.

Secara harfiah, Jembatan Bosphorus bermakna iring-iringan sapi, yang terletak di antara muara Laut Hitam yang arusnya bergerak menuju Laut Marmara.

Selat Bosphorus sendiri memiliki panjang sekitar 32 kilometer dan lebar yang beragam. Di daerah Buyukedere, lebarnya sekitar 3,4 kilometer. Sementara di sekitar Rumeli Hisari, lebarnya hanya sekitar 660 meter. Di bagian tertentu, lebar selat ada yang mencapai 4,7 kilometer. Adapun kedalamannya beragam, rata-rata memiliki kedalaman 70 meter, tetapi ada juga bagian yang memiliki kedalaman 100 meter.

Dengan karakteristik Selat Bosphorus tersebut, tidak heran jika Selat Bosphorus sangat dikenal sebagai kawasan turis dan kawasan pelayaran internasional yang menghubungkan Eropa dengan Timur Tengah. Dengan melintasi selat itu pula, truk-truk mengangkut berbagi barang menuju Timur Tengah. Demikian pula kapal-kapal tanker raksasa yang mengangkut minyak dari Irak dan Iran menuju Eropa, semuanya harus melintasi selat tersebut. Itulah yang menyebabkan Turki kerap disebut sebagai “Pintu Gerbang Eropa dari Timur Tengah”.

Sahabat wisata muslim, Selat Bosphorus tidak hanya menyajikan keindahan semata. Namun, keberadaan jembatan ini menjadi sumber pendapatan negara Turki. Bila musim panas tiba, turis-turis mancanegara, terutama dari Eropa, ramai berdatangan untuk menyaksikan keelokan Istanbul dan kawasan di sekitarnya.

Bagi orang-orang Eropa, pusaka historis Istanbul sebenarnya tidak terlalu asing bagi mereka. Pusaka historis yang ada di Istanbul merupakan cikal bakal peradaban mereka. Mereka datang tidak hanya dengan naik pesawat terbang, tetapi juga menggunakan jalan darat. Bahkan banyak pelancong Eropa yang datang ke Istanbul dengan naik sepeda. Itulah yang menyebabkan Istanbul sering disebut sebagai ”Serambi Eropa” atau “Pintu Gerbang Eropa”. Terlebih secara geografis Istanbul merupakan bagian dari Eropa.

Lalu-lintas di Jembatan Bosphorus sering mengalami antrian kendaraan yang panjang. Kondisi ini terjadi pada waktu berangkat jam kerja, tidak berbeda dengan Jakarta. Bagian paling padat biasanya berasal dari jalan Benua Asia menuju kota Istanbul. Dalam kondisi padat, bis hanya bisa bergerak pelan saat meniti jalan menanjak ke arah jembatan.

Di bawah jembatan, baik sudut kanan maupun kiri, bercuatan berbagai Istana, rumah, gedung, dan masjid. Selain itu, di ujung jembatan terdapat billboard berwarna kuning yang bertuliskan ”Welcome to Asia”. Billboard ini menadakan bahwa bukan merupakan area Eropa melainkan berada di area Benua Asia.sebaliknya ketika kita nanti kembali,diujung jembatan kita akan melihat billboard yang sama bertulisan”welcome to Eropa”.

Perdana menteri Recep Tayyip Erdogan berencana akan membangun Jembatan Boshporus lagi untuk yang ketiga. Pembangunan tersebut bertujuan mempermudah arus lalu lintas. Diperkirakan, proyek pembangunan jembatan ini akan dibuka pada awal tahun 2015. Tentu saja, pengadaan jembatan tambahan ini akan menjadikan transportasi ke- dan dari kota Istanbul menjadi lebih lancar. Apalagi sebuah laporan yang diterbitkan oleh salah satu peneliti mengatakan bahwa jumlah mobil yang melintasi Boshporus meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai dua ratus persen!

Ingin berkunjung ke Istanbul, Turki? Ikuti paket umrah plus Turki. Jangan lupa pula berpose di jembatan kebanggaan Turki ini, Jembatan Bosphorus. (Jang/RA)
SelengkapnyaJembatan Bosphorus, Penghubung Asia dan Eropa
Posted by: Cheria Wisata

TOPKAPI, Istana Sang Penakluk Benteng terkuat Eropa

Posted by Unknown on Monday, November 5, 2012

Umrah plus Turki – Berbicara tentang sejarah Turki tak lepas dari sebuah prestasi yang diukir salah seorang sultannya, Muhammad al Fatih. Dialah sultan muda yang berhasil merebut Konstantinopel dan menjadikan kota ini menjadi pusat kekuasaan dengan nama Istanbul. Muhammad al Fatih dilahirkan pada tahun 833 H/1429 M dan wafat pada tahun 866 H/1481 M.

Untuk memudahkan urusan pemerintahan, sekaligus menyediakan tempat tinggal bagi keluarga sultan, Sultan Muhammad al Fatih membangun sebuah istana pada tahun 863 H/1459 M. Istana tersebut adalah Istana Topkapi atau Topkapi Sarayi, yang berarti “Istana pintu gerbang meriam”. Hal ini disebabkan di depan pintu gerbang istana pada masa lalu terdapat meriam raksasa.

Istana Topkapi teletak di kawasan Seraglio Point. Istana ini menjadi kediaman resmi sejumlah penguasa kekhalifahan Turki Utsmani selama sekitar 400 tahun, yaitu antara tahun 869-1272 H/1465-1856 M. Sebelum menempati Istana baru itu, sang sultan tinggal di sebuah istana kecil yang terletak di Distrik Beyzit (tidak jauh dari Grand Bazaar), antara Universitas Istanbul dan Masjid Sulaimaniyyah.

Inilah istana yang terkategori tua di kota Istanbul dengan luas 700.000 meter persegi. Pada masa selanjutnya, Istana Topkapi mengalami perluasan dan pemugaran, antara lain pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni (927-974 H/1520-1566 M).

Istana Topkapi menjadi pusat pemerintahan Dinasti Utsmaniyyah selama sekitar empat abad. Namun, istana ini mulai kehilangan posisi penting setelah Sultan Majid I pindah ke Istana Dolmabahce, sebuah istana di Beskitas yang berada di tepi Selat Bosphorus.

Areal Istana Topkapi terletak di dataran agak tinggi yang dikitari laut Marmara, Golden Horn, dan Selat Bosphorus. Sebelum memasuki istana, tepat di sudut jalan terdapat sebuah air mancur yang tidak lagi memancarkan air. Itulah Air Mancur Sultan Ahmad III, yang dalam bahasa Turki disebut Sultan Ahmet Cesmesi. Air mancur indah itu dahulu dibangun sebagai Sebil (tempat air minum gratis bagi para musafir). Air mancur Sultan Ahmad III dibangun pada tahun 1140 H/1728 M, pada masa periode tulip. Tidak jauh dari sini, tegak pintu gerbang pertama Istana Topkapi. Pintu gerbang itu diberi nama Bab-i-Humayyun yang berarti “pintu gerbang kesultanan”.

Kabarnya, pintu gerbang yang didirikan pada tahun 883 H/1478 M itu dibuat tidak terlalu besar karena pertimbangan keamanan. Pintu gerbang itu semula selalu di buka saat sabah ezani (adzan shubuh) dikumandangkan dan ditutup saat yatzi ezani (adzan isya). Waktu itu, tidak setiap orang diperkenankan melintasi pintu gerbang itu dengan naik kuda. Mereka harus berjalan kaki dan hanya orang tertentu, seperti para menteri, yang diperkenankan melintas pintu gerbang dengan naik kuda.

Selepas melintasi Pintu Gerbang Kesultanan, membentang sebuah taman luas yang dihiasi bunga tulip berwarna-warni. Dahulu, di taman itulah pasukan elit Dinasti Utsmaniyyah, yaitu Pasukan Janissary, kerap melakukan parade.

Setelah melewati taman indah yang sangat luas tersebut, pengunjung bisa melintasi pintu gerbang kedua. Itulah Pintu Gerbang Salam alias Bab-us Selam yang dibangun Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada tahun 930 H/1524 M. Pintu gerbang tersebut diperkuat dengan dua menara persegi delapan yang berpuncak. Dahulu dua menara tersebut difungsikan untuk menggantung para terhukum. Setiba di pintu gerbang yang dihiasi Tughra (monogram sultan) tersebut, para menteri tidak lagi diperkenankan naik kuda.

Desain Istana Topkapi memang tidak sama seperti desain istana-istana yang dibangun di Benua Eropa. Pada umumnya, desain istana-istana Eropa berbentuk bangunan raksasa dengan taman yang sangat luas. Sementara Istana Topkapi terdiri dari sejumlah paviliun, dapur, barak, ruang pertemuan, kamar, taman, dan ruang istirahat yang didirikan di seputar gedung utama.

Area paling penting di Istana Topkapi adalah lokasi para sultan Dinasti Utsmaniyyah menerima duta besar asing. Lokasi tersebut dinamakan Arz Odasi, di mana sultan duduk di atas takhta yang berhiaskan emas dan permata. Ketika prosesi penerimaan para duta berlangsung kala itu, air mancur di dekat lokasi itu pun dinyalakan hingga memancarkan air. Tujuan memancurkan air tersebut agar orang yang tidak berkepentingan tidak menguping pembicaraan antara sang sultan dengan para duta besar yang sedang mengahadap. Saat ini, tempat itu digunakan untuk menampilkan koleksi senjata pasukan Dinasyi Utsmaniyah.

Istana Topkapi sempat masuk dalam situs cagar budaya UNESCO PBB pada tahun 1985. Istana yang memiliki ribuan kamar dan ruang ini kini di bawah pengelolaan Departemen Budaya dan Pariwisata pemerintah Turki dan dijaga oleh tentara militer Turki.

Di dalam Istana Topkapi, para pengunjung bisa melihat barang-barang peninggalan sejarah, khususnya sejarah islam. Para pengunjung seperti dibawa ke zaman Rasulullah Saw dan sahabatnya. Selama para pengunjung melihat barang-barang bersejarah, mereka disuguhi lantunan tilawah Al-Qur’an. Konon, dulu lantunan ayat suci Al-Qur’an itu dilantunkan tanpa henti selama 24 jam nonstop dan terus menerus selama lebih dari 407 tahun antara tahun 1517-1924 M.

Di tempat ini kita bisa melihat benda-benda terkait Rasulullah Saw dengan hiasan kaligrafi yang sangat cantik. Selain itu, terdapat cetakan tapak kaki Rasulullah Saw di batu yang patah dan disambung kawat. Terdapat pula pedang dan panah milik Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, juga peninggalan lainnya.

Nah, sahabat wisata muslim. Itulah gambaran Istana Topkapi yang dibangun oleh Sultan Muhammad al Fatih. Ingin melihat langsung keindahannya? Ikuti saja paket umrah plus Turki. Perjalanan umrah Anda akan lebih berkesan dengan tambahan obyek sejarah yang memperkaya wawasan keislaman kita. (Jng/RA)
SelengkapnyaTOPKAPI, Istana Sang Penakluk Benteng terkuat Eropa
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria