Showing posts with label Panduan Memilih Travel. Show all posts
Showing posts with label Panduan Memilih Travel. Show all posts

Tips Memilih Travel Wisata

Posted by Unknown on Wednesday, January 23, 2013






Merencanakan liburan bersama anggota keluarga membutuhkan banyak pertimbangan seperti tujuan wisata, besaran dana yang harus digunakan hingga fasilitas yang dibutuhkan. Jika sudah begini, mau tidak mau Anda harus meluangkan banyak waktu untuk mencari informasi seputar wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki. Sehingga rasa nyaman saat berlibur akan menjadi kenyataan. Jika memilih travel wisata sebagai jasa yang memfasilitasi liburan anda, ada baiknya memilih yang terbaik dan berpengalaman agar hasil maksimal benar-benar didapat.

Saat ini, memang sangat banyak sekali travel wisata yang menawarkan berbagai fasilitas yang memudahkan mereka yang hendak berwisata ke berbagai lokasi yang dituju. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak semua travel tersebut memberikan layanan yang berkualitas sehingga ditakutkan nanti malah keinginan untuk nyaman saat berlibur menjadi satu hal yang mustahil.



Adapun travel wisata yang ditawarkan oleh pihak agen perjalanan memiliki spesifikasi yang berbeda satu dengan yang lainnya dengan harapan konsumen akan semakin mudah dalam menentukan pilihan. Biasanya, mereka memberikan dalam bentuk paket yang terdiri dari penginapan selama beberapa hari, tiket pesawat, melakukan kegiatan saat di lokasi dan kendaraan. 

Menggunakan agen perjalanan yang sudah berpengalaman juga menjadi satu bahan pertimbangan dikarenakan mereka akan dengan cepat membantu segala permasalahan yang terjadi. Tidak dimungkiri bahwa kesulitan akan kerap muncul di dalam perjalanan terutama bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke satu lokasi wisata. 

Perlu diingat, untuk menggunakan travel wisata ini konsumen harus merencanakannya jauh-jauh hari agar segala fasilitas yang ditawarkan akan di dapat meski bertepatan dengan momen liburan bersama seperti Natal, Tahun Baru maupun Lebaran. Dikarenakan pada waktu tersebut sejumlah lokasi dipastikan akan sangat padat. 

Jadi, bekali diri dengan segala informasi yang dibutuhkan melalui sumber yang berbeda-beda seperti majalah atau beberapa situs yang membahas seputar liburan ke berbagai daerah. 
Ngomong-omong, apakah Anda sudah mencoba mengontak travel wisata berpengalaman seperti Cheria Tour & Travel? Travel wisata yang satu ini mempunyai berbagai program perjalanan haji plus, umroh, dan tour muslim. Amat layak untuk Anda masukkan sebagai rujukan wisata Anda!





Selengkapnya → Tips Memilih Travel Wisata
Posted by: Cheria Wisata

Nasib Jamaah Haji Ilegal

Posted by Unknown on Tuesday, February 21, 2012

Pemerintah Arab Saudi sudah sejak lama mengkampanyekan 'perang' melawan jamaah haji ilegal. Karena itulah pada musim haji November 2011 silam, Departemen Paspor Saudi memulangkan 89 ribu calon jamaah haji yang memasuki Makkah tanpa mengantongi surat izin berhaji. Departemen Paspor juga menangkap 1.600 warga asing yang masa tinggalnya sudah habis (overstay) dan mereka yang melanggar aturan kependudukan atau berupaya menyusup ke Makkah dengan memalsukan surat izin.

Di Tanah Suci terdapat 16 checkpoint untuk pemeriksaan paspor di seluruh Makkah dan 4 di Madinah. Semua kendaraan yang lewat diperiksa. Bahkan polisi mencegah masuk 4.158 kendaraan dan menyuruhnya balik karena para penumpangnya tidak memiliki surat izin haji. Mengapa Arab Saudi begitu getol memerangi haji ilegal? Karena jamaah haji ilegal dianggap akan mengganggu lalu lintas jamaah haji legal yang jumlahnya sedikitnya 2,5 juta orang tiap musim haji. Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 400 personel tentara untuk menghadang calon jamaah haji ilegal yang masuk melalui jalan-jalan gurun pasir.

Selain memperketat izin haji, pemerintah juga melakukan razia bagi jamaah haji ilegal dengan ancaman sanksi berat termasuk kepada biro pemberangkatan jamaah ilegal. Pengetatan izin haji diberlakukan bagi semua warga negara termasuk warga Arab Saudi sendiri. Jamaah haji yang menggunakan paspor hijau juga akan di-sweeping dan kemudian didrop ke Masjidil Haram untuk ditindak oleh pemerintah Arab Saudi. Hanya jamaah haji dengan paspor cokelat saja yang boleh masuk.

jamaah haji


Langkah Nyata Pemerintah Indonesia
Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa dari 220 biro perjalanan haji di Indonesia hanya 120 yang memenuhi persyaratan, sedangkan sisanya adalah ilegal. Banyaknya biro travel haji yang tidak memenuhi syarat itu menyebabkan banyak jamaah calon haji Indonesia yang terkatung-katung nasibnya karena mereka bukan termasuk dalam kuota. Untuk tahun 2011, kuota jamaah haji bagi Indonesia 208. 240 jamaah yang terdiri dari 191.000 jamaah haji reguler dan 17.240 jamaah haji khusus. Jamaah haji nonkuota bisa saja melakukan ibadah haji, namun tidak ada jaminan dalam hal pemondokan, transportasi, dan makan.



Ketika jamaah haji non kuota wafat di Tanah Suci, pihak Saudi tidak mau memakamkan jenazah dengan alasan tidak ada surat-surat dari pemerintah negara asal. Para jamaah haji nonkuota alias sandal jepit juga akan sangat mengganggu tenda jamaah reguler. Tercatat 96 jamaah nonkuota itu menyelip di antara tenda-tenda milik jamaah haji Indonesia pada musim haji November 2011 silam. Jamaah nonkuota juga menanggung resiko akan terlantar di Bandara King Abdul Azis. Mereka tak bisa keluar dari bandara karena penjemput datang terlambat bahkan ada yang tak dijemput sama sekali oleh penyelenggara.

Meski sudah mendarat di King Abdul Azis sejak siang hari, namun hingga malam hari kadang tak kunjung keluar untuk diberangkatkan menuju Mekkah atau Madinah. Apalagi jika jamaah haji tak mengerti ke mana tujuan mereka setelah lolos dari pemeriksaan keimigrasian bandara karena tanpa pendamping. Mereka biasanya lantas duduk-duduk di tempat seadanya.

Selain itu, jamaah haji non kuota harus berhadapan dengan kondisi hotel yang tidak layak hingga katering jamaah yang memprihatinkan. Selain itu jika jamaah haji mendadak sakit atau kesasar, tidak ada yang bertanggungjawab. Panitia Ibadah Haji yang memberangkatkan jamaah haji secara resmi pun akan kesulitan jika ingin membantu jamaah non kuota karena mereka berada di luar tanggungjawab panitia, meskipun sesama saudara setanah air sekali pun.

Menjadi Jamaah Haji Harus Sabar

Melaksanakan Ibadah Haji memang tidak ada yang bisa melarang, termasuk negara. Dan memang negara pun punya kewajiban untuk melindungi semua warganya yang tengah beribadah haji baik yang masuk kuota maupun yang non kuota. Namun ada baiknya jamaah haji sabar dan bijaksana, untuk mengikuti perjalanan haji melalui Kementrian Agama dan sesuai dengan kuota, sehingga ibadah akan lebih aman dan nyaman serta tidak akan menjadi beban bagi pihak lain. Sebab setiap musim haji, jumlah jamaah yang menunaikan ibadah haji sudah diperhitungkan dengan luas areal ibadah di tanah Suci. Jika harus tertambah jamaah non kuota, betapa luar biasa padatnya Tanah Suci sehingga justru memicu banyak resiko kemanan dan keselamatan dalam beribadah.

Nah, pastikan Anda memanfaatkan jasa layanan perjalanan haji yang terpercaya. Pengalaman Cheria Travel  dalam memberangkatkan jamaah haji dari seluruh pelosok tanah air dapat menjadi jaminan akan layanan yang prima. Didukung oleh manajemen yang rapi serta jaringan yang kuat dengan maskapai penerbangan maupun jaringan hotel internasional menjadikan Cheria Tour Travel terus mendapat kepercayaan. Silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi dan konsultasi penuh keramahan. Kami sediakan paket perjalanan haji ONH Plus, umroh, dan wisata muslim dengan budjet yang sesuai dengan rencana Anda.
[rg@2012]

===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya → Nasib Jamaah Haji Ilegal
Posted by: Cheria Wisata

Memilih Jenis Ibadah Haji

Posted by Unknown on Friday, February 10, 2012



Nabi Muhammad SAW memberikan kebebasan kepada pengikutnya untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakan.

Terkisah, pada saat beliau sedang menjalankan Ibadah Haji dalam tahun hajjatul wada bersama istri beliau, Aisyah RA dan para sahabat beliau, di antara mereka ada yang berihram untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedangkan orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah, maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.

Foto: islamicthems.blogspot.com

Berikut ini adalah jenis-jenis dan pengertian haji yang dimaksud. Semoga bermanfaat.

•Haji ifrad, yang berarti seseorang yang melaksanaan ibadah haji ifrad menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dia akan mendahulukan ibadah haji. Jadi ketika mengenakan pakaian ihram di tempat ia bermiqat, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

Dalam pelaksanaannya waktu memakai ihram dari miqad dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji pada hari raya kurban. Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah.

Seseorang yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam. Dam adalah pengganti ibadah dalam bentuk binatang ternak yang disembelih atau digantikan dengan makanan ataupun puasa. Dam diwajibkan jika jemaah haji melakukan pelanggaran, semisal: melanggar pantangan dan larangan dalam Ihram, meninggalkan perkara-perkara yang wajib dalam ibadat haji atau umrah, mengerjakan Haji Tamattu' atau Haji Qiran menurut syarat-sayaratnya, berlaku Ihsar bagi orang yang berniat Ihram, melanggar Nazar semasa mengerjakan haji, tidak melakukan Wuquf di Arafah, dan meninggalkan Tawaf Wada'.

•Haji tamattu', jemaah yang memilih jenis ibadah haji ini berarti memutuskan untuk bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lalu selesai umrah bertahallul. Kemudian ia akan mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, di tahun yang sama.

Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa harus pulang ke negeri asal terlebih dahulu. Dalam pelaksanaannya ia memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamattuk diwajibkan membayar dam.

•Haji qiran, mengandung arti bahwa seorang jemaah memilih untuk menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani atau miqat berdasarkan tempat lalu melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai.

Hanya saja haji jenis ini akan memakan waktu lama, sebab melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i. Dengan cara ini segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji. Pelaksanaannya yaitu berihram dari miqad dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus dan melakukan seluruh amalan haji. Bagi yang melaksanakan haji qiran diwajibkan membayar dam.

•Haji arbain, adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Ibadah ini seringkali dikerjakan oleh jamaah haji asal Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari. Dalam sehari akan menjalankan salat wajib sebanyak 5 kali, sehingga dalam waktu 8 atau 9 hari akan tercukupi lah jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus itu.

Kenapa jemaah haji asal Indonesia memilih mengerjakan haji arbain? Karena sudah datang jauh-jauh dengan perjalanan panjang 10 jam di dalam pesawat, sayang jika hari-hari di Tanah Suci hanya diisi dengan belanja dan jalan-jalan. Apalagi Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,” Orang yang shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sebanyak 40 kali shalat tidak terlewat satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari adzab dan kemunafikan.”

Nah, info ini membuat Anda bertambah wawasan? Bila niat Anda berhaji dan berumroh semakin mantap, silakan untuk tidak sungkan-sungkan mengontak Cheria Tours Travel. Kami menyediakan aneka paket umroh dan haji yang bisa disesuaikan dengan budjet dan waktu Anda. Kontak Farida Ningsih, 021-73888872,021-7372864, dan 0812-98-570855.

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya → Memilih Jenis Ibadah Haji
Posted by: Cheria Wisata

Kebersihan Sebagian Dari Iman: Nyata di Tanah Suci

Posted by Unknown on Thursday, February 9, 2012

Perlengkapan Anda untuk berangkat ke tanah suci sudah lengkap? Nah, ada hal yang tak kalah pentingnya, yakni paham cara menjaga kebersihan dan kesehatan selama berhari-hari di tanah suci.

Ya, ingatkah Anda akan ungkapan islami yang berbunyi ”Kebersihan Sebagian Dari Iman” (Arab : an-nazhaafatu minal iimaan)? Ungkapan itu begitu pas saat Anda berada di tanah suci dengan kondisi lebih ekstrim daripada di rumah Anda.

Yuk kita bahas cara menjaga kebersihan dan kesehatan diri selama di tanah suci. Kita mulai dari yang ada di ujung jari yakni kuku.

  1. Berhati-hati dengan kuku. Selama menjalankan Ibadah Haji, jama’ah tidak diperkenankan memotong kuku. Padahal kuku adalah bagian tubuh yang sangat cepat pertumbuhannya. Kuku yang panjang akan mudah melukai dan menggores.  Misalnya saja jika tak sengaja menggaruk bagian tubuh yang gatal, tiba-tiba sudah lecet dan berdarah. Juga sebaiknya dirawat kebersihannya, sebab tangan selalu dipakai untuk makan, minum, dan merawat diri.
  2. Mengatasi Kutu Rambut. Selain larangan memotong kuku, jamaah haji juga diwajibkan untuk tidak memotong rambut dan membunuh kutu rambut. Untuk itu jagalah selalu kebersihan rambut Anda. Cuaca yang terik di siang hari akan memaksa keringat di kulit kepala mengucur lebih banyak. Untuk kaum pria, keputusan untuk memendekkan rambut atau bahkan menggunduli kepala adalah pilihan yang banyak dilakukan calon jamaah haji. Cara ini menjadikan kulit kepala dijauhkan dari kutu rambut.
  3. Tidak memaksakan diri untuk ibadah sunah jika kondisi fisik tak memungkinkan. Jika kondisi tubuh dan kesehatan tidak memungkinkan, sebaiknya mengurangi ibadah sunah dan ziarah. Memilih ibadah sunah harus sesuai kemampuan. Tidak memaksakan diri adalah tindakan yang bijaksana, sehingga tidak keteteran saat melaksanakan rukun haji.
  4. Tidak terlalu sering mandi. Cukup mandi sekali dalam sehari. Dianjurkan tidak menggunakan sabun yang mengandung soda. Sebab terlalu sering mandi justru akan membuat badan menjadi kering.
  5. Mengenakan masker akan membantu untuk menghindari debu dan bakteri masuk ke mulut dan hidung. Jika masker dilembabkan dengan air bisa membantu agar tidak mudah mimisan. Juga melindungi jama’ah agar tidak tertular penyakit yang penularannya bisa melalui udara.
  6. Mengenakan baju atau kain hangat kala malam hari. Terutama yang tebal dan berwarna gelap, untuk melindungi diri dari udara yang sangat dingin di malam hari.
  7. Menjaga kebersihan dan kelapangan ruang pemondokan. Sebaiknya hindari tinggal atau tidur berjubel di pemondokan. Usahakan sinar matahari dan pergantian udara bisa leluasa masuk di pemondokan. Sehingga kuman tidak berkembang biak. Barang-barang hendaknya diatur rapi sehingga tidak mengganggu ruang istirahat bagi jamaah haji. Sebaiknya juga tidak terlalu sering dan terlalu lama menerima tamu, misalnya sesama teman atau kerabat yang sama-sama pergi haji tapi beda kelompok  pemondokan. Sebab akan mengganggu kebebasan istirahat peserta haji sepemondokan.
  8.  Menggunakan payung dan kaca mata hitam. Sengatan matahari di siang hari merupakan musuh utama saat jamaah melakukan perjalanan di luar pemondokan. Akibatnya kepanasan, kulit terbakar atau rasa pusing di kepala. Untuk itu payung akan menjadi sahabat jika sedang berjalan di bawah terik matahari Timur Tengah. Kaca mata hitam akan membantu mata mengatasi silau matahari.
  9. Tidak terlalu banyak jalan-jalan. Sudah pasti rasa ingin tahu kadang mengalahkan akal sehat untuk tetap menjaga stamina tubuh. Misalnya penasaran dengan kondisi sekitar pemondokan, ingin berbelanja, ingin mengunjungi jamaah haji di pemondokan lain, ingin memuaskan mata melihat keagungan kota Jeddah atau Madinah, sehingga terdorong untuk jalan-jalan di waktu senggang yang seharusnya untuk istirahat. Sebaiknya hal itu dicegah.
  10.  Istirahat yang cukup. Andaikan ingin jalan-jalan, hendaknya tidak terlalu sering. Gunakan waktu istirahat untuk istirahat menghimpun tenaga, guna menjalani rangkaian Ibadah Haji atau ibadah sunah lainnya. Bukankah tujuan utama mengunjungi tanah suci adalah untuk menunaikan rukun Islam kelima? Bukan untuk jalan-jalan! Jika dijalani dengan sabar, tawakkal, ihlas, Insya Allah semuanya berjalan lancar. Selamat menunaikan Ibadah Haji!

Jika pilihan keberangkatan Anda adalah umroh plus wisata, kondisinya tentu berbeda. Prima Saidah Tour  sudah merancang run down acara dengan sebaik-baiknya. Artinya, kesempatan jalan-jalan sudah diatur proporsional dengan tujuan utama menjalankan ibadah sunnah berumroh dan beristirahat.

Selain itu, pengalaman bertahun-tahun dengan memberangkatkan ribuan umat muslim membuat pengalaman Cheria Tours Travel paham benar dalam hal menyiapkan makanan dan memilih penginapan.
Ingin tahu lebih jauh mengenai paket haji dan umroh serta tour muslim yang disediakan oleh Travel Prima Saidah ? Hubungi Farida Ningsih, 021-73888872, 021-7372864, 0812-98-570855

/rg@2012


===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya → Kebersihan Sebagian Dari Iman: Nyata di Tanah Suci
Posted by: Cheria Wisata

Mendampingi Orangtua Saat Menjalankan Ibadah Haji

Posted by Unknown on Wednesday, February 8, 2012

Menjalankan ibadah haji adalah wajib hukumnya. Anda tentu sudah mengamini hal ini. Seringkali seseorang menjalankan ibadah haji satu rombongan dengan orangtua. Dalam kondisi seperti ini, Anda yang lebih muda (dan lebih kuat secara fisik) wajib menjadi pelindung dan penolong mereka. Insya Alloh ketulusan Anda akan berbuah amal.

Nah, untuk Anda yang terpanggil untuk mendampingi orangtua selama menjalankan ibadah haji, cobalah mengingatkan mereka untuk selalu waspada, dan juga berhati-hati dengan menerapkan beberapa saran berikut ini.

1.Meninggalkan pemondokan dengan aman. Ingatkan agar barang-barang berharga milik jamaah haji yang ditinggal di pemondokan sebaiknya disimpan dalan koper yang terkunci dan pintu pun tak lupa dikunci. Sebelum meninggalkan pemondokan pastikan kran air, AC, kompor dimatikan dan colokan listrik juga dicabut.

2.Tidak mudah percaya pada pengemis. Sebaiknya tidak mudah percaya pada pengemis yang mengaku kehilangan semua harta benda mereka dan perlu kembali ke Jeddah, Makkah, Madinah atau daerah lainnya. Lebih baik berikan sadaqah Anda melalui badan resmi seperti amil zakat karena mereka lebih mengetahui siapa yang membutuhkan.

3.Pergi ke mana-mana dengan makhram. Jangan biarkan jamaah haji perempuan perempuan (lebih lebih yang sudah lanjut usia) berbelanja atau berjalan sendiri tanpa pendamping pria yang merupakan makhramnya. Sebaiknya berbelanja dan berjalan bersama-sama.


4.Menghindari berjejal-jejal dan berdesak-desakan. Misalnya saat Thawaf di lantai bawah, pasti kondisinya akan berdesak-desakan, namun jemaah bisa melakukannya di lantai atas walau harus berjalan kaki dalam waktu sekitar 2 jam. Juga tidak memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad dengan cara berdesak-desakan pria dan wanita, apalagi harus membayar kepada seseorang.

5.Berhati-hati jika naik taksi. Jika hendak bertransportasi dengan menggunakan taksi atau transportasi lainnya baik di Mekah, Madinah, atau tempat lainnya, sebaiknya untuk pasangan suami istri agar waspada. Dahulukan suami untuk naik taksi terlebih dahulu. Jika hendak turun dari taksi, istri yang turun lebih dulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan kepada wanita. Karena modus melarikan wanita dengan taksi kadang terjadi.

6.Jika jamaah haji hendak naik taksi, sewa unta atau jasa lainnya, harus sudah sepakat dengan harganya. Prosesnya, jamaah haji harus menawar lebih dulu, tidak langsung menerima dan langsung naik.

7.Berani Bilang “No picture!” Sebaiknya tidak menawar jasa pemotretatan dari atas unta secara sembarangan, karena si pelayan akan langsung mengambil gambar dan memaksa untuk membeli fotonya. Jadi jamaah haji harus berani bilang, “No Picture!” Daripada terlibat masalah dengan tukang potret dengan kendala bahasa.

8.Tidak memotret dalam Masjidil Haram. Sebab akan mengakibatkan jemaah harus merelakan tasnya untuk digeledah oleh petugas keamanan masjid. Tentu akan sangat merepotkan. Sebaiknya telepon seluler yang dibawa ke masjid tidak berkamera, termasuk Masjid Nabawi Medinah, sebab pemeriksaan tas cukup ketat. Jika telepon seluler berkamera biasanya di larang masuk. Sedang di Masjidil Haram-Mekah pemeriksaan sebenarnya tidak terlalu ketat karena terlalu banyaknya jemaah, tapi tetap dilarang memotret.

9.Bagi wanita yang sedang haid atau sakit sebaiknya tinggal di pemondokan ditemani mahram atau teman sesama wanita dan mengunci kamar demi keamanan.

10.Tidak membawa barang-barang berharga dalam perjalanan. Misalnya agar jamaah haji berhati-hati dengan uang dan barang-barang berharga yang dibawa selama berada di Masjidil Haram. Sebaiknya barang yang dibawa yang perlu saja, yang lain bisa ditinggal di pemondokan dengan kondisi pintu dikunci.

11.Menyimpan nomor telepon yang siap dikontak. Berikan nmor telepon Anda kepada orangtua yang Anda dampingi. Nomor-nomor telepon yang perlu untuk disimpan dalam daftar nama kontak telepon seluler atau dicatat pada kertas yang dimasukkan di dalam tas pinggang yang selalu dibawa kemana-mana antara lain sesama anggota keluarga yang turut naik haji, teman sekelompok, pemimpin kloter, dan dokter dalam kelompok.

12.Mempelajari cara menggunakan lift. Setiap menggunakan lift hendaknya berhati-hati dan perhatikan petunjuknya. Berhati-hati juga diperlukan saat naik atau turun dengan tangga berjalan (eskalator), sehingga pakaian tidak tersangkut dan membahayakan keselamatan.

13.Berbagi ilmu dan pengalaman. Bagi jemaah yang baru pertama kali melaksanakan Ibadah haji hendaknya tidk sungkan untuk bertanya pada peserta haji lain yang sudah pernah naik haji. Dan bagi yang sudah pernah menjalankan Ibadah Haji, hendaknya dengan ikhlas dan senang hati mensharingkan pengalamannya dan membimbing peserta haji yang baru pertama kali ke Tanah Suci.

14.Tak henti berdoa. Insya Allah, para jemaah akan selalu dilindungi, diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan Ibadah Haji, hingga tiba kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal’afiat. Selamat menunaikan Ibadah Haji!
Nah, semoga Anda dan orangtua yang Anda dampingi dapat menunaikan ibadah haji dengan tenang.

[rg.foto: antaranews.com]



===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya → Mendampingi Orangtua Saat Menjalankan Ibadah Haji
Posted by: Cheria Wisata

Ciri Haji Mabrur

Posted by Unknown on Sunday, January 29, 2012


 Umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji selalu menaruh harapan agar menjadi haji mabrur. Demikian pula halnya dengan keluarga, kerabat dan handai taulan yang ditinggalkan, mereka pun mengucap doa yang sama, semoga yang berangkat haji menjadi haji mabrur.

Menjadi haji mabrur adalah derajat tertinggi bagi yang melaksanakan ibadah haji semata-mata karena Allah. Dan, Allah sudah menjanjikan surga bagi umatnya yang dapat menjadi haji mabrur.

Berhaji memang diwajibkan bagi umat muslim yang mampu. Berhaji sekali adalah wajib. Sedangkan menunaikan ibadah haji yang kedua, ketiga, dan seterusnya adalah ibadah sunnah. Nabi Muhammad SAW bahkan hanya menunaikan ibadah haji satu kali saja.

Adakah ciri seseorang sudah mencapai tingkatan haji Mabrur?

Mengenai hal itu, secara kasat mata tidak ada ciri yang menandakan apakah seseorang sudah mencapai tingkatan haji mabrur atau tidak. Sebab, hal itu adalah penilaian yang sepenuhnya dilakukan oleh Alloh semata. Hanya Alloh yang bisa mengukur kesungguhan niat seseorang saat menunaikan kewajiban berhaji.

Kita sebagai manusia biasa hanya bisa menilai dari perilaku, tindak-tanduk, amal ibadah, dan ucapan dari orang yang sudah berhaji tersebut. Bila setelah menunaikan ibadah haji beliau menjadi tebih takwa, lebih baik cara hidupnya maka Insya Alloh –dan lewat doa kita- beliau menjadi haji yang mabrur.

Sebaliknya, apabila seorang muslim tak menampakkan perubahan berarti dalam beribadah, berperilaku, dan beramal sepulang dari menunaikan ibadah haji, maka sungguh disayangkan. Kemungkinan besar dia jauh dari tingkatan seorang haji mabrur.

Untuk itu, hendaknya hal pertama dan utama yang wajib diingat dan diperhatikan seorang muslim untuk meraih haji mabrur adalah meniatkan hajinya. Katan secara sungguh-sungguh: Ibadah saya ini semata-mata karena Allah, bukan karena tujuan lain! Jauhkan dan hilangkan sama sekali perasaan riya’ (ingin dilihat orang) dan sum'ah (ingin menjadi buah bibir orang).

Jadi, seorang haji mabrur adalah seseorang yang jauh menjadi lebih baik setelah menunaikan ibadah haji. Lebih tekun dalam menjalin hubungan vertikal, dan lebih baik dalam membangun hubungan horisontal.

[ayb@2012]

===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya → Ciri Haji Mabrur
Posted by: Cheria Wisata

Macam-Macam Thawaf Yang Dilakukan Jamaah Haji

Posted by Unknown on Tuesday, January 17, 2012



Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Saat mengelilingi, Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah, dimulai dan diakhiri pada arah sejajar dari Hajar Aswad.

Syarat sahnya melakukan thawaf antara lain:
1.    Jamaah menutup aurat
2.    Suci dari hadats
3.    Dimulai dari arah Hajar Aswad
4.    Melakukan selama 7 kali putaran
5.    Menjadikan Baitullah ( Ka’bah ) berada disisi kiri
6.    Melakukannya dalam Masjidil Haram
7.    Tidak ada tujuan lain selain Thawaf
8.    Memulai dengan niat Thawaf, yaitu dikala mengerjakan Thawaf Sunah. Sementara Thawaf Rukun dan Thawaf Qudum tidak memerlukan niat.

Thawaf ada empat macam yaitu: 

1.     Thawaf Rukun yang terbagi dua, yaitu Thawaf Rukun Haji atau Thawaf Ifadah/ Thawaf Ziarah,   dan
        Thawaf Rukun Umroh

2.     Thawaf Qudum merupakan penghormatan pada Baitullah. Thawaf ini tidak termasuk rukun atau wajib  haji. Jamaah melakukannya di hari pertama kedatangan di Mekah. Hukumnya sunat bagi jamaah yang melakukan Haji Ifrad atau Qiran. Begitu juga dengan Haji Tamattu’ tidak disunatkan, karena Thawaf Qudum sudah termasuk dalam Thawaf Umrah

3.    Thawaf Sunat dikerjakan pada setiap kesempatan dan tidak diikuti Sa’i. Sa’i adalah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah, dan sebaliknya sebanyak tujuh kali yang dimulai dari Safa ke Marwah. Perjalanan itu, bolak balik dihitung satu kali.

4.     Thawaf Wada’ adalah penghormatan terakhir kepada Baitullah. Waktu melakukan Thawaf Wada’ setelah ada ketentuan dari petugas untuk meninggalkan Mekah. Thawaf Wada’ hukumnya adalah wajib bagi jamaah haji yang tidak mengerjakannya diharuskan membeli kambing dan menyembelihnya. Lalu untuk wanita yang sedang masa nifas/ haid jugga sakit tidak diwajibkan Thawaf Wada’. Untuk penghormatan cukup dengan memandang dari pintu Masjidil Haram.

Thawaf Wada’ ini tidak boleh ditinggalkan, kalaupun keberangkatan untuk keluar Mekah tidak dapat ditunda harus ada alasan yang bisa diterima Syara’, maka sebagian ulama membolehkannya untuk ditinggalkan. Kewajiban Thawaf Wada’ sudah termasuk dalam Thawaf Ifadah atau Thawaf Sunat lainnya yang dilakukan setelah Thawaf Ifadah. Semoga bermanfaat ya.

Informasi ini membuat Anda ingin tahu lebih dalam soal ibadah haji dan Umrah? Silakan kontak kami Travel Umroh dan Haji Cheria di 021-73888872 / 021-70620092

[mith@2012]
Selengkapnya → Macam-Macam Thawaf Yang Dilakukan Jamaah Haji
Posted by: Cheria Wisata

231 Jamaah Haji Plus Cheria Siap Berangkat

Posted by Unknown on Monday, October 10, 2011

Alhamdulillah tahun 2011 ini Cheria travel akan memberangkatkan sebanyak 231 jamaah dari seluruh Indonesia. Semua persiapan sudah siap termasuk latihan manasik yang sudah dilakukan pekan kemarin di Puncak Jawa Barat.


Semoga meraih haji mabrur. Amien.



Haji Khusus


===== Haji, Umrah
Selengkapnya → 231 Jamaah Haji Plus Cheria Siap Berangkat
Posted by: Cheria Wisata

Panduan Pendaftaran Haji Plus

Posted by Unknown on Tuesday, September 27, 2011

panduan haji plus

Untuk pendaftaran haji atau umroh di Prima Saidah sangat mudah, cukup mendatangi kantor Cheria Tour Travel di kawasan mampang, Jakarta Selatan dengan membawa persyaratan dokumen seperti KTP dan Paspor juga meyerahkan uang muka atau DP.

Bagi anda yang sibuk atau juga jauh dari lokasi kantor bisa mendapatkan layan antar dokumen yang cepat, mudah dan aman bersama petugas travel Prima Saidah yang sudah siap membantu, pastikan persyaratan mendaftar dipenuhi.

Pastikan bagi jamaah yang daftar haji, untuk mendapatkan nomor urut kuota dari surat setoran awal BPIH sebagai tanda anda telah resmi daftar haji DEPAG RI dan menunggu pengumuman pemerintah. Kami juga melayani daftar umroh bersama Ust Uje ( Jefry Albuchori dan Mamah Dedeh ).

Untuk pelunasan haji atau umroh max 2 bulan sebelum berangkat dan syarat-syarat lain seperti sutik meningitis sudah dilaksanakan, pastikan anda tidak ikut program non-kuota yang tidak dianjurkan pemerintah RI.

Yuk Segera Mendaftar :-)

Link terkait :

Syarat Pendaftaran Haji
Pendaftaran Haji Depag
Selengkapnya → Panduan Pendaftaran Haji Plus
Posted by: Cheria Wisata

Daftar Tunggu Haji Reguler 13 Tahun

Posted by Unknown on Thursday, September 15, 2011

(ANTARA News) - Pemerintah Indonesia kembali akan mengajukan penambahan kuota haji kepada Pemerintah Arab Saudi untuk 2012, untuk memperpendek daftar tunggu bagi masyarakat yang hendak berangkat. Mengingat daftar tunggu keberangkatan haji reguler saat ini ada yang telah mencapai 13 tahun, pemerintah kembali akan mengajukan penambahan kuota kepada Arab Saudi, kata Direktur Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama, Zainal Abidin Sufi di Padang, Kamis. 

Menurut dia, saat ini kuota haji Indonesia berjumlah 211.000 jamaah, dan direncanakan pemerintah akan mengajukan penambahan menjadi 230.000 orang. Namun, permintaan tersebut tergantung dari pengakuan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap jumlah penduduk penduduk Indonesia, katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini penduduk Indonesia berjumlah 230 juta jiwa. Tetapi, jumlah tersebut belum diakui oleh PBB, dan ketika angka tersebut diakui PBB, pemerintah Arab Saudi akan memberikan tambahan kuota menjadi 230.000, katanya. Selain itu, menurut dia, langkah yang diambil untuk memperpendek daftar tunggu calon jamaah haji adalah dengan melakukan pembatasan bagi masyarakat yang telah menunaikan haji. "Jika ada masyarakat yang telah menunaikan haji namun kembali mendaftar untuk berangkat maka yang bersangkutan akan dimasukkan dalam daftar tunggu," kata dia.

Terkait calon jamaah yang memiliki usia lanjut ia mengatakan pemerintah juga memprioritaskan keberangkatan jamaah yang memiliki usia lanjut di atas 50 tahun. Namun sebenarnya, kata dia, hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memberangkatkan jamaah bukan faktor usia, melainkan kondisi fisik dan kesehatan yang bersangkutan. Jika ada yang berusia mencapai 80 tahun tetapi secara fisik sehat dan kuat maka tidak menjadi persoalan dan tetap akan diberangkatkan, kata dia. Sebaliknya jika ada jamaah yang masih muda tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi syarat maka yang bersangkutan tidak diizinkan untuk berangkat.

Bila ingin jalur yang cepat pilihlah haji plus. Saat ini daftar tunggu haji plus masih terbuka untuk 2012 dan 2013
Selengkapnya → Daftar Tunggu Haji Reguler 13 Tahun
Posted by: Cheria Wisata

Bunga Tabungan ONH Haram

Posted by Unknown on Tuesday, April 5, 2011

Makassar, Upeks—Pakar Ekonomi Islam, Prof Dr Halide mengingatkan Depag, agar tidak memanfaatkan pendapatan bunga simpanan tabungan haji yang telah mencapai Rp1,2 triliun. Dana itu, dari hasil tabungan haji ONH (Ongkos Naik Haji) yang mencapai Rp 27 triliun.

‘’Apapun alasannya, tanpa persetujuan dari jamaah, hukumnya adalah haram,’’ tegasnya, dihadapan ribuan jamaah Masjid Raya Makassar baru-baru ini.
Sampai saat ini, tabungan ONH telah mencapai Rp27 triliun yang tersimpan di bank sejak tahun 2000 an. Bila dihitung, bunganya telah mencapai Rp1,2 triliun. Dengan kata lain, pendapatan dari bunga saja telah mencapai Rp1 miliar/bulan.

‘’Dana ini harus dikembalikan ke jamaah, ataukah bila ingin digunakan harus mendapat persetujuan dari jamaah,’’ katanya.

Karena itu, lanjut Halide, dalam waktu dekat ini ia akan diundang ke Jakarta untuk membahas dana tersebut, mengingat jumlahnya yang cukup besar, dan pemanfaatan harus jelas serta mendapat persetujuan dari para jamaah.

‘’Untuk Sulsel saja, mendapat kuota hanya 6.000 jamaah per tahun, bisa dibayangkan berapa lama jamaah harus menunggu dan berapa banyak penghasilan dari bunga simpanan tabungan haji,’’ ungkapnya.

Dia juga mengimbau, agar tabungan haji tersebut disimpan pada bank-bank syariah dan pada saat calon jamaah tersebut akan berangkat, bunga simpanan itu harus diberikan kepada jamaah, bukannya disimpan di Depag yang selanjutnya instansi ini yang menyimpannya dibank.
Selengkapnya → Bunga Tabungan ONH Haram
Posted by: Cheria Wisata

Video Tips Persiapan Pergi Haji

Posted by Unknown on Thursday, November 25, 2010

Berikut Video Tips Persiapan Pergi Haji dan Bagaimana Memilih Travel

Selengkapnya → Video Tips Persiapan Pergi Haji
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria