Showing posts with label manasik haji. Show all posts
Showing posts with label manasik haji. Show all posts

Pentingnya Manasik Haji sebelum ke Tanah Suci

Posted by Unknown on Wednesday, June 12, 2013


manasik haji
Dengan manasik haji kita akan lebih siap di tanah suci
Manasik haji adalah suatu bentuk latihan dalam menunaikan ibadah haji setelah sebelumnya kita memahaminya melalui teori dari buku-buku tentang haji.

Sebelum melakukan ibadah haji di Makkah, para jamaah haji biasanya melakukan peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Hal ini dinamakan manasik haji.

Manasik haji bertujuan untuk melatih diri agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah di sana, serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan kita gunakan selama beribadah haji sehingga saat menunaikan ibadah haji tidak lagi merasa kebingungan atas tata cara pelaksanaannya.

Dengan adanya manasik haji, maka kita semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah. Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk :

1. Diajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke Indonesia dari Makkah.

2. Menjadi tahu dan paham mana yang wajib, rukun, sunah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji.

3. Mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya.

4. Dapat saling mengenal jamaah lain sehingga saat di Makkah dapat saling membantu.

5. Diajarkan Bahasa Arab untuk percakapan ringan di Makkah nantinya.

6. Pada manasik haji, ada kegiatan-kegiatan yang tergolong wajib, rukun, sunah, dan haram.

Rukun haji :

Ihram, niat, wukuf di Arafah, thawaf, dan sa’i antara Shafa dan Marwah.

Wajib haji :

Ihram dari miqat, melempar jumrah, dan bercukur (tahalul).


Sunah haji ada tujuh :

Mendahulukan haji dari umroh, membaca talbiyah, melaksanakan tawaf qudum, bermalam di Muzdalifah, shalat sunat 2 rakaat setelah thawaf, bermalam di Mina, thawaf perpisahan.
SelengkapnyaPentingnya Manasik Haji sebelum ke Tanah Suci
Posted by: Cheria Wisata

Memilih dan Manfaat Bimbingan Haji

Posted by Unknown on Tuesday, January 22, 2013




Menjalankan ibadah haji selama berhari-hari di tanah suci sebetulnya merupakan puncak dari deretan panjang persiapan yang harus dilakukan. Panjangnya persiapan itu bisa lebih panjang lagi bila ditambah dengan kegiatan mengumpulkan dana yang bagi sebagian besar dari kita perlu waktu bertahun-tahun.

Selain persiapan fisik dan hati yang pasrah, persiapan dalam bentuk bimbingan haji telah menjadi kebutuhan yang tak bisa diremehkan. Bahkan, kegiatan ini seolah tak bisa dipisahkan dari ibadah berhaji itu sendiri. Bimbingan manasik haji ibarat “sekolah” bagi calon jamaah haji. Di situlah hal ihwal pelaksanaan ibadah haji bakal disampaikan secara lengkap, detail, berikut praktiknya.

Nah sekarang kita bahas mengenai cara memilih bimbingan haji. Di Indonesia, yayasan atau lembaga yang menyelenggarakan kegiatan ini cukup banyak. Ada yang digelar oleh perusahaan perjalanan haji, kelompok pengajian, lembaga sosial, bahkan sekolah-sekolah. Bagaimana cara memilihnya? Ini infonya:



Pilih Ustaz berpengalaman
Pastikan Anda dibimbing oleh orang yang tahu betul ibadah haji, tidak sekadar pernah berhaji. Pastikan pembimbing Anda paham benar pelaksanaan haji dan medan di Mekah dan Madinah.

Cek rekomendasi
Sempatkan waktu untuk melihat testimoni dari orang-orang yang pernah dibimbing oleh ustaz tersebut. Nilailah tingkat kepuasan mereka.

Pertimbangkan biaya
Bimbingan haji ada yang gratis tapi banyak yang berbayar. Jangan asal gratis tetapi yang mahal pun belum tentu yang terbaik. Timbang-timbanglah berdasar testimoni teman-teman yang pernah mengikuti kegiatan ini.

Pertimbangkan keilmuan pembimbing
Pengalaman saja tidak cukup, pilihlah pembimbing yang penuh ilmu keagamaan terutama pelaksaana ibadah haji. Sebab, di tanah suci Anda perlu banyak bertanya tentang segala sesuatu. Itulah sebabnya bimbingan hajimutlak melibatkan ustaz berilmu.

Nah, dari sanalah Anda bakal menemukan manfaat mengikuti bimbingan haji. Selama menjalani kegiatan ini Anda akan dibimbing untuk melakukan berbagai hal. Tujuannya agar saat berada di tanah suci Anda sudah paham harus melakukan apa. Mengikuti bimbingan haji juga bakal membuat Anda paham apa yang wajib, sunnah, dan haram selama menjadi tamu Alloh.




SelengkapnyaMemilih dan Manfaat Bimbingan Haji
Posted by: Cheria Wisata

Awal Proses Perjalanan Ibadah Haji di Tanah Air

Posted by Unknown on Wednesday, February 22, 2012

Perjalanan menunaikan Ibadah Haji merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Perlu suatu persiapan matang baik fisik maupun batin. Jamaah calon haji perlu untuk mengenali proses perjalanan Ibadah Haji untuk memperoleh gambaran tentang apa saja yang akan dijalani selama di Tanah Suci. Dengan memiliki gambaran akan hal itu, maka diharapkan jamaah haji akan memiliki suatu perencanaan yang matang, persiapan yang mantap, keteguhan mental, dan keihlasan hati yang sangat diperlukan dalam menempuh perjalanan panjang tersebut.

Di Tanah Suci pun, jamaah haji tak perlu kebingungan karena telah memiliki bekal pengetahuan mengenai urut-urutan perjalanan dan kegiatan Ibadah Haji. Berikut ini kami sajikan gambaran proses perjalanan dari tanah air. Pada artikel lanjutan, kami akan sampikan pula proses setibanya di di Tanah Suci, urutan proses Ibadah Haji, hingga akhirnya kembali ke tanah air. Semoga bermanfaat.

1. Persiapan. Persiapan adalah hal pertama yang mutlak diperlukan. Persiapan pertama menyangkut persiapan batin. Mulai dari membulatkan niat untuk beribadah haji, merapikan atau menyempurnakan Sholat Fardhu sampai Sholat Sunnah, memperbanya membaca Al Qur’an, doa, dzikir dan istigfar. Juga melatih dan meningkatkan kualitas bersabar, sebab para jamaah haji akan menghadapi banyak situasi sulit yang membutuhkan kesabaran panjang. Misalnya harus menghadapi perbedaan cuaca dan suhu udara, kebiasaan selama di negeri orang, makanan yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari, berbaur dengan orang lain yang tentu saja memiliki tabiat dan kebiasaan yang macam-macam, jenuh menunggu, mengantri dan berdesakan, tiba-tiba terserang penyakit atau kondisi tubuh drop, dan fasilitas yang harus dipakai bersama.

Calon jamaah haji juga harus mengikuti manasik haji dan bersilaturahmi untuk saling memaafkan. Jika batin sudah dipersiapkan, persiapan fisik pun harus dijalankan demi kebugaran badan saat melakukan perjalanan dan ritual haji di Tanah Suci. Memeriksakan kesehatan, meminta imunisasi, dan berolahraga terutama latihan berjalan kaki jauh.

2. Memastikan dan mengepak barang-barang dan perlengkapan yang akan dibawa. Kopor, tas tentengan, tas pasport, kain Ihram, sajadah, semprotan air, payung, kaca mata hitam, alat mandi dan perawatan diri, pakaian, baju hangat, sabuk haji, mukena, kain sarung, baju gamis, kaos kaki, celana panjang, sandal, obat-obatan, tasbih, senter, kantong, alat mencuci dan menjemur, peralatan makan, baju seragam, peci, logo panitia, dan makanan kering.

3. Mengikuti latihan Manasik Haji. Mulai dari pra manasik, bimbingan manasik, pemantapan manasik, upacara pelepasan jamaah haji, hingga penataran yang diselenggarakan panitia Ibadah Haji.


4. Mengikuti rangkaian kegiatan di Asrama Embarkasi Haji. Antara lain menyerahkan SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama) kepada panitia, menerima kartu konsumsi dan nomor kamar, barang bawaan diperiksa pihak bea cukai dan kopor ditimbang dengan berat maksimal yang diijinkan 30 kilogram saja, memisahkan barang antara yang akan dipakai selama di pesawat dengan yang bisa disimpan di bagasi, masuk asrama dan mencari kamar sesuai nomor yang diperoleh, makan bersama, berbelanja keperluan di dalam kompleks asrama haji jika memang perlu, pemeriksaan ulang kesehatan yang dicantumkan dalam buku nerima pembagian dokumen yang terdiri dari PPH (Pasport Haji), Buku Kesehatan, Boarding- Pass, Bagage-Tag, dan tiket pesawat.

 Foto: Antara

Selanjutnya pembagian uang bekal atau living cost untuk 33 hari guna memenuhi kebutuhan makan atau minum 30 hari, membeli buah-buahan, membayar dam, transportasi lokal jika ingin ziarah, ongkos pelayanan dan biaya tak terduga. Selain itu juga dibagikan gelang identitas, pengumuman dan pembekalan dari panitia, dan terakhir dilaksanakannya praktek manasik haji. Selama di asrama haji, sebaiknya gunakan waktu untuk istirahat, karena 24 jam berikutnya akan terbang menuju Tanah Suci. Aktivitas sebaiknya hanya shalat berjamaah di masjid dan istirahat, atau baca buku-buku panduan. Selama di asrama haji, akan mendapat jatah makan yang waktunya sudah ditentukan. Jangan melewati jadwal makan, karena ruang tempat makan akan ditutup jika melewati batas yang telah ditentukan.

5. Pemberangkatan menuju bandara. Jamaah haji mengikuti acara pelepasan di asrama embarkasi, naik bus yang telah disediakan panitia sesuai dengan regu dan kelompok, dan mengikuti perjalanan menuju bandara.

6. Berada di bandara. Proses yang harus dilalui antara lain pengecekkan PPH dan Boarding-Pass oleh petugas, di bandara jamaah masih dalam bus sampai pesawat telah siap untuk dinaiki. Setelah naik pesawat, duduk sesuai dengan nomor boarding Pass yang diberikan. Tas tentengan diletakkan di boks penyimpanan diatas kepala penumpang. Di dalam pesawat sebaiknya istirahat total karena perjalanan masih sekitar 10 jam.

7. Perjalanan di dalam pesawat. Kegiatan yang bisa dilakukan selama dlam pesawat terbang hanyalah duduk, tidur, makan, minum, ke toilet, berdoa, mengaji, baca buku manasik dan mengikuti pemeriksaan PPH. Sholat di pesawat juga bisa dilaksanakan dengan Tayamum dan sholat sambil duduk dibimbing TPHI/Pembimbing yang ditugasi. Dilarang mondar-mandir di dalam pesawat, jika ingin menggunakan fasilitas hendaknya mengikuti petunjuk yang ada atau meminta bantuan pramugari yang bertugas.

===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaAwal Proses Perjalanan Ibadah Haji di Tanah Air
Posted by: Cheria Wisata

Ini Dia 8 Kegiatan Wajib Agar Tenang Berhaji

Posted by Unknown on Wednesday, February 15, 2012

Ibarat mau keluar kota berminggu-minggu, maka ada kegiatan wajib yang harus dilakukan calon jamaah haji agar hati tenang selama beribadah menjadi tamu Alloh. Ini dia penjelasannya:

1.Manasik Haji. Persiapan spiritual sudah dimulai sejak latihan manasik haji. Selain itu juga perlu membaca buku-buku seputar perjalanan haji yang akan mempertebal kerinduan para jamaah untuk segera sampai ke Tanah Suci. Membaca buku-buku kumpulan doa dan dzikir juga bisa menjadi bekal rohani yang sangat berguna.

2.Menyiapkan keperluan bagi keluarga yang ditinggal. Jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga kurang lebih 40 hari lamanya. Tentu anggota keluarga yang ditinggalkan di rumah harus dipenuhi keperluannya dan dicukupi kebutuhannya selama ditinggalkan.
Apalagi jika yang berangkat naik haji adalah kepala keluarga beserta istri yang harus meninggalkan anak-anak di rumah sekian lama. Harus dipastikan apakah anak-anak akan mendapatkan pendampingan dan perawatan dari orang yang bisa dipercaya.

Selain itu juga harus dipastikan, pengasuh anak ini memahami dan mengetahui seluk-beluk pengasuhan seperti yang biasanya didapatkan dari orangtua. Dengan demikian, jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tenang hatinya, keluarga yang ditinggalkan di rumahpun tercukupi kebutuhan materiil dan spirituilnya.





3.Membagi tugas-tugas dalam keluarga selama ditinggal. Jika yang berangkat naik haji itu suami bersama istri, maka untuk sementara tugas-tugas yang biasanya dilakukan ayah dan ibu untuk sementara harus ada yang menggantikan. Maka supaya keluarga tetap bisa menjalani rutinitas dan kegiatan sehari-hari seperti sebelumnya, maka pembagian tugas di antara keluarga yang ditinggal di rumah mutlak diperlukan.

Hal ini bisa dilakukan dengan diskusi santai di rumah. Misalnya, biasanya yang memasak Ibu, maka selama Ibu menunaikan ibadah haji, tugas ini diserahkan pada anak perempuan yang sudah cukup dewasa atau pada pembantu. Jika biasanya adik bungsu diantar sekolah oleh ayah, selama ayah pergi naik haji, digantikan oleh kakak laki-lakinya yang sudah tangguh mengendarai kendaraan atau kepada tukang ojek langganan.

Anak-anak yang masih remaja bisa membantu cuci piring atau membersihkan rumah. Dengan begitu, ayah dan ibu pun bisa menunaikan ibadahnya dengan tenang.

4.Menyelesaikan semua urusan termasuk masalah hutang-piutang. Jika calon jamaah haji bekerja atau mempunyai usaha sendiri, hendaknya tugas-tugasnya dibereskan terlebih dahulu sebelum keberangkatan. Atau melimpahkan tanggungjawabnya itu kepada orang yang bisa dipercaya. Jika masih ada urusan hutang piutangpun sebaiknya segera diselesaikan, agar tak ada ganjalan hati ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.

5.Mempersiapkan keperluan pribadi yang akan dibawa. Biasanya dari Departemen Agama RI, calon jamaah haji akan mendapatkan satu koper besar dan satu tas tenteng. Sedangkan dari pemerintah Arab Saudi mendpatkan kantong berisi paspor. Peralatan pribadi yang perlu dibawa antara lain pakaian secukupnya, baju Ihram, jaket, peralatan shalat, peralatan mandi dan perlengkapan perawatan tubuh (sebisa mungkin dibawa yang kemasan botolnya agak besar sehingga cukup untuk 40 hari), peralatan mencuci dan menjemur pakaian, alas kaki dan alat perlindungan badan(seperti payung, lotion, lipglos dan kacamata), perlengkapan tidur (seperti selimut, sarung bantal, kaus kaki, dan sarung tangan), makanan kering (abon, dendeng, bumbu pecel, mie, kecap), alat komunikasi, alat tulis, buku doa, kamera, dan peralatan makan.
Secara umum, penyakit yang sering di alami di sana adalah batuk, pilek, saluran pernafasan, pusing dan diare. Jadi, sebaiknya tidak lupa membekali diri dengan antibiotik, obat batuk, obat influensa, obat sakit perut/diare, obat sakit kepala/pusing, obat gosok, salep dan obat untuk luka, serta masker.


6.Menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dokumen yang harus dibawa antara lain Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), bukti setor warna biru dan buku kesehatan. Membawa 1 (satu) buah tas koper dan tas tentengan dari Departemen Agama RI dan tas paspor yang diberikan pihak penerbangan.

7.Memperhatikan jadwal kegiatan dan keberangkatan. Baik jadwal keberangkatan menuju Asrama Haji Embarkasi maupun kegiatan di asrama yang berupa penyerahan SPMA kepada petugas, pemeriksaan barang bawaan, pemeriksakan kesehatan, mengikuti bimbingan dari PPIH Embarkasi, menerima uang living cost, paspor, gelang identitas, dan sosialisasi peraturan yang ditetapkan oleh PPIH Embarkasi. Juga jadwal keberangkatan dengan bus menuju Bandara Embarkasi dan jadwal keberangkatan pesawat.
8.Mengenal proses kegiatan selama di Tanah Suci. Ada baiknya menimba ilmu mengenai hal ini kepada kaum Muslim yang sudah pernah menunaikan Ibadah Haji. Informasi serupa juga banyak dijumpai dalam buku-buku panduan Ibadah Haji dan sharing pribadi di internet. Sebab banyak kaum Muslim yang mensharingkan pengalamannya selama menunaikan Ibadah Haji di blog pribadi mereka dengan maksud supaya berguna bagi sesama kaum Muslim yang akan berangkat menunaikan Ibadah Haji. Selamat menunaikan Ibadah Haji!

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaIni Dia 8 Kegiatan Wajib Agar Tenang Berhaji
Posted by: Cheria Wisata

Perlengkapan Haji dan Manasik: Apa Saja dan Dimana Bisa Dibeli?

Posted by Unknown on Sunday, January 29, 2012

Perlengkapan Haji dan Manasik: Apa Saja dan Dimana Bisa Dibeli?




Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekali diri memalui latihan manasik haji agar selama menjalankan ibadah haji Anda tidak mengalami kebingungan dan kesalahan. Bukankah menjadi habrur dapat dicapai dengan melaksanakan ibadah haji secara benar dan lengkap?

Yang tak kalah pentingnya adalah menyiapkan perlengkapan haji. Sudah tahukan Anda apa saja yang perlu dibawa dan dipakai selama menunaikan ibadah haji? Yang jelas, Anda perlu membawa kain ikhrom, pakaian ikhrom, sepatu, sandal, mukena, sajadah, masker, handuk, dan lain-lain.

Beberapa Perlengkapan Haji


Stelan pakaian ikhrom lengkap biasanya terdiri dari:

  • Atasan bahan katun polos
  • Bawahan bahan katun polos
  • Bergo / kerudung bahan katun polos
  • Sarung tangan bahan katun polos
  • Kantung batu bahan katun polos

Untuk alas kaki, Anda bisa menggunakan sandal jepit kuat. Lebih disarankan menggunakan sepatu sandal yang lentur, pas ukurannya. Bila Anda membeli alas kaki baru, cobalah untuk memakainya terlebih dahulu selama sebulan-dua bulan. Mengapa? Hal itu untuk meningkatkan kelenturan alas kaki. Sebab, alas kaki yang masih keluar dari kardusnya relatif masih keras dan cenderung membuat lecet.


Perlengkapan lain yang perlu Anda siapkan adalah:

  • Celana panjang daleman untuk wanita
  • Celana panjang daleman untuk wanita
  • Kaus dalem dengan kantung uang untuk pria dan wanita
  • Jilbab Minang
  • Handuk haji (kecil)
  • Bantal tiup
  • Kantong minum untuk membawa air mineral
  • Mukena
  • Ikat Pinggang yang wajib dikenakan calon Jama'ah haji pria sebagai kelengkapan dalam mengenakan kain Ihram 
Untuk kegiatan manasik haji anak-anak Anda bisa menyiapkan ihram anak dari bahan katun, dingin, menyerap keringat dan nyaman dikenakan anak-anak pada saat manasik haji. Tersedia ukuran S,M,L,XL untuk anak-anak mulai play group sampai dengan SD kelas II. Perlu juga membeli perangkat lengkap dengan jilbab dan kantung batu.

Dimana belinya? Sangat mudah. Klik www.google.co.id dan tuliskan kata kunci: “jual perlengkapan haji dan manasik.” Selamat belanja!

Dapatkan juga info menarik mengenai paket haji plus dari PT Cheria Tour and Travel untuk perencanaan penunaian ibadah haji Anda semua ya.
[ayb@2012]

SelengkapnyaPerlengkapan Haji dan Manasik: Apa Saja dan Dimana Bisa Dibeli?
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria