Showing posts with label umroh plus mesir. Show all posts
Showing posts with label umroh plus mesir. Show all posts

Paket Umroh Plus Kairo Mesir Di Cheria travel

Posted by Unknown on Saturday, May 11, 2013

Salah satu paket yang paling banyak diminati jamaah umroh plus adalah paket umroh plus ke kairo mesir, jamaah setelah melakukan ritual ibadah umroh akan mengunjungi kota kairo yang berdiri tegak disana piramid peninggalan firaun di masa lalu.





Jamaah paket umroh plus kairo juga akan diajak mengunjungi masjid dan universitas al-azhar yang terkenal itu, disana banyak sekali pelajar Indonesia yang kuliah.

Nah bila tertarik ikut paket wisata umroh plus kairo mesir ini, berikut salah satu itinerari yang ada di cheria travel.



Hari 1, JAKARTA – JEDDAH
Jamaah berkumpul di bandara Soekarno Hatta 2 jam sebelum keberangkatan, menuju Jeddah

Hari 2, MAKKAH
Tiba di Jeddah langsung menuju kota Makkah. Tiba di kota suci Makkah,tempat lahirnya Islam dan Nabi Muhammad S.a.w.dan juga tempat Baginda menerima wahyu dari Allah Swt Kota tempat melaksanakan ibadah haji dan umrah. Jamaah check in hotel lalu melaksanakan umroh.D

Hari 3, MAKKAH
Melaksanakan sholat Tahajud dan Subuh di Masjidil Haram, dan memperbanyak ibadah di masjidil Haram. B.L.D

Hari 4, MAKKAH
Setelah santap pagi di hotel Jamaah Umroh akan di ajak untuk berziarah di seputar kota Makkah Jabal Tsur, Jabal Nur, Padang Arafah / Jabal Rahmah, Mina dan terakhir di Masjid Ji’ronah serta jamaah mempunyai kesempatan untuk beroreintasi lebih banyak mengenai kota Makkah, seperti naik ke Gua Hiro (optional), melihat keindahan dan belanja berbagai pernak pernik serta makanan khas Timur tengah. B.LD

Hari 5, : MAKKAH - MADINAH
Setelah Sholat Jum’at dan makan siang Jama’ah Umroh Plus Mesir akan meninggalkan kota suci Makkah menuju kota suci Madinah, Tiba di kota suci Madinah yang bercahaya, Jamaah akan check in hotel dan bagi Jamaah pria dapat berziarah ke Raudah, makam nabi Muhammad Saw, sahabat nabi Abu bakar Ra dan Umar bin Khatab Ra serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. B.L.D

Hari 6, : MADINAH
Sholat Tahajud dan Subuh di Masjid Nabawi. Setelah sarapan pagi, Jamaah akan diajak untuk berziarah kota Madinah diantaranya ke, Masjid Quba, Jabal Uhud dan pasar Qurma. Para Jamaah dapat berziarah kembali ke Raudah dan Makam Nabi Muhammad Saw, makam sahabat Nabi Abu bakar Ra serta makam Umar bin Khatab Ra. B.L.D

Hari 7, : MADINAH– CAIRO (MESIR)
Selepas solat Zhuhur dan makan siang, Jamaah akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju kota Cairo. B.L.D

Hari 8, : CAIRO – GIZA - ASWAN
Pagi hari mengunjungi Museum Egyptian di dalamnya ada mumi Fir’aun dan Mengunjungi Tiga Piramid di dataran Tinggi Giza dibangun untuk tiga Firaun dari dinasti keempat. Sphink–yang berbadan singa berkepala manusia, dengan panjang 57 meter serta tinggi 20 meter. Mengunjungi pasar tradisional Khan Khalili Bazzar. Malam hari dengan kereta malam menuju kota Aswan.

Hari 9, : ASWAN-KOM OMBO - EDFU
Tiba di kota Aswan, menuju pelabuhan untuk, Check in kapal pesiar. Mengunjungi Unfinished Obelisk merupakan pilar batu dengan penampang persegi panjang dan ascending gaya piramida. Mengunjungi Dam Aswan merupakan Dam terbesar di Dunia juga ke pulau Phillae melihat kuil Philae dan kuil Isis Kembali ke Kapal untuk makan siang. Dan mulai berlayar dalam perjalanan melihat Aga Khan Mausoleum dan Pulau Kitchener menikmati fasilitas kapal.

Hari 10, : ASWAN - KOM OMBO - EDFU
Berlayar dari Aswan menuju Komombo . setelah makan pagi di kapal, Mengunjungi Kuil Kom Ombo. kuil yang dibangun oleh Thutmosis III, fir’aun keenam dari dinasti kedelapan belas Thutmosis memimpin sebagai bupati dari satu wilayah yang dikuasai oleh ibu tirinya; Hatshepshut. Sore hari berlayar ke Edfu adalah salah satu kota di Mesir yang terletak di tepi barat sungai Nil di wilayah Aswan. Makan siang di kapal sembari menikmati pemandangan sungai Nil.

Hari 11, : EDFU – ESNA - LUXOR
Pagi hari, mengunjungi kuil Edfu adalah peninggalan pada masa pemerintahan keturunan Ptolemeus dari Yunani. Dikenal dengan nama Temple of Horus didirikan pada masa Cleopatra VII pada tahun 237 SM. Horus adalah nama dewa kebaikan. Berlayar ke Luxor melalui Esna Lock (kunci Esna)

Hari 12, : LUXOR - CAIRO
Mengunjungi kota Luxor , diantaranya Thebes. masing patung berbobot 1000 ton dan tinggi 23m. Perjalanan diteruskan kelembah para raja dan ratu namanya valley of Kings dan valley of Queens. Mengunjungi Hatshepsut Temple, Candi Karnak dipenuhi dengan 134 buah gigantic columns dengan ruangan super besar yang takberujung, di kedua sisi gerbang utama sebelum lorong Great Hypostyle berdiri patung granit Raja Ramses II. Dan pada jantung kompleks candi Karnak dapat Kuil Anum yang didedikasikan untuk raja paradewa. Terdapat juga danau. Sore hari penerbangan dari Luxor menuju Cairo

Hari 13, : CAIRO - JAKARTA
Pagi hari acara bebas sampai waktu transfer kembali ke Jakarta.
Hari 14, : JAKARTA
Tiba di Jakarta dengan sejuta kenangan Al Haram / melalui paket umroh plus kairo yang tak terlupakan
SelengkapnyaPaket Umroh Plus Kairo Mesir Di Cheria travel
Posted by: Cheria Wisata

Masjid Abu Abbas al-Mursi

Posted by Unknown on Tuesday, November 27, 2012


Umrah plus Mesir - Masjid ini terletak di kawasan Anfoushi, Alexandria, yang dibangun atas nisbat seorang sufi terkemuka, yaitu Abu Al-Abbas al-Murcia asal Spanyol. Nama lengkap beliau adalah Abu al-Abbas Ahmad ibn Umar ibn Muhammad Al-Mursi.

Selepas menimba ilmu di Andalusia, Abu Abbas menapakkan kakinya ke daerah Ceuta, Maroko. Selanjutnya, langkah-langkah kakinya mengantarkannya ke Tunisia. Di sanalah ia bertemu dengan pendiri tarekat Syadziliyyah, yang saat itu dipimpin oleh Abu Hasan asy-Syadzili. Setelah cukup menimba ilmu al-Mursi dan gurunya, asy-Syadzili, meneruskan perjalanan menuju Kairo dan Alexandria. Di kota inilah mereka menetap.

Pada tahun 656 H/1258 M, al-Mursi bersama sang guru bertolak ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dengan melintasi Gurun Aidzab. Ketika mereka berada di suatu tempat bernama Humaitsarah, sang guru jatuh sakit dan wafat. Abu Hasan asy-Syadzili sempat berpesan kepada murid-muridnya bahwa ia menunjuk al-Mursi sebagai penggantinya dalam menyebarluaskan ajaran-ajaran tarekat Syadziliyyah.

Awalnya, masjid ini dibangun oleh Syaikh Zainuddin Al-Qathathan pada 706 H/1307 M, seorang pedagang kaya dari Alexandria. Sebelum mendirikan masjid, beliau pernah berziarah ke makam asy-Syadzili dan memerintahkan bawahannya untuk membangun kuburan dan masjid kecil serta membiayai sang imam. Masjid ini menjadi tempat ziarah banyak umat muslim dari Mesir dan Maghribi yang melalui Alexandria pada saat berangkat haji ke Makkah.

Meskipun pada tahun 1477 M masjid ini dalam keadaan tidak layak pakai, tetapi penguasa Alexandria tetap berkunjung ke makam tersebut. Setelah itu, ia memerintahkan agar masjid tersebut segera dipugar.

Pada tahun 1596 M, masjid itu direnovasi lewat Syeikh Abdul Abbas al-Khawrizmy. Pada tahun 1863 M, penguasa terkenal Alexandria, Ahmed el-Kakhakhy, merenovasi dengan memperluas areal masjid tersebut. Masjid kecil itu terakhir dipugar atas perintah Raja al-Faruq yang berusaha membuat Alexandria menjadi “Permata dari Mideterania”.

Di sana ia membangun sebuah lapangan (Midan el-Masaged atau medan masjid) seluas 43.200 meter persegi. Masjid Abu Abbas al-Mursi menjadi titik fokus dan pusat yang dikelilingi lima masjid lainnya, di ataranya Masjid al-Busiri dan Yaqut al-Ashri.

Pada tahun 1362 H/1943 M, pemugaran dilakukan di bagian depan kompleks tersebut. Kali ini pemugaran dirancang dan dilakukan atas arahan seorang arsitek asal italia yang bernama Mario Rossi. Ia lahir di Roma, Italia, pada tahun 1316H/1898 M. Ia bertolak ke Mesir ketika masih muda atas permintaan Raja Fuad untuk dipekerjakan di kementerian perkerjaan umum dan istana. Arsitek Italia ini mampu beradaptasi dengan cepat dan menyerap berbagai tradisi kebudayaan Islam di Mesir dalam bidang yang ia digeluti, yaitu arsitektur.

Mario Rossi kemudian memeluk islam dan meninggal dunia di Kairo pada 1381 H/1961 M. Ia meninggalkan sederet karya khazanah arsitektur, baik berupa tulisan maupun bangunan yang tidak ternilai. Selain itu, ia juga meninggalkan sejumlah murid berbakat di bidang arsitektur seperti Ali Tsabit dan Ali Khairat yang menyusun sejumlah buku tentang sejarah arsitektur masjid di Mesir modern.

Arsitek yang merancang sekitar 260 masjid, termasuk Masjid Umar Makram di Kairo, Masjid Stasiun el-Raml di Alexandria, dan Islamic center di Wasinghton D.C., USA, itu juga melengkapi Masjid Abu Abbas al-Mursi dengan sebuah kubah yang tinggi menjulang hingga mencapai 26 meter. Di bagian dalam kubah tersebut terdapat kepingan seni yang dihiasi lampu gantung raksasa yang setara dengan lampu gantung Masjid Muhammad Ali di Kairo. Agar kubah tersebut bisa menahan lampu dengan berat beberapa ton yang terbuat dari perpaduan perunggu, kuningan, dan Kristal, Mario Rossi memperkuat dasar kubah tersebut dengan delapan penyangga granit berwarna merah muda yang dibuat di Italia. Bagian kubah itu sendiri diberi dekorasi dengan ornamen ukiran batu.

Di sisi lain, di atas tiang-tiang tersebut, terdapat lengkung-lengkung lancip yang tinggi menjulang. Gaya lengkung tersebut hasil kreatifitas Rossi, yang kemudian diikuti banyak masjid lainnya. Sebagai contoh, bagian dari Masjid Nabawi yang dipugar Raja Abdul Aziz as-Saud.

Dinding Masjid al-Mursi mencapai 23 meter dengan batu buatan, sementara menara yang terletak di sudut selatan dirubah naik 73 meter dengan desain Ayoubids yakni 15 meter dalam bentuk persegi, 4 meter dengan delapan sisi,15 meter dengan enam belas sisi, dan terakhir bentuk atas 3,25 meter melingkar. Bagian atas menara ditutupi dengan kuningan dan memiliki fianale Islam.

Masjid ini memiliki dua pintu masuk utama, satu menghadap ke alun-alun dan lainnya menghadap istana kerajaan di Rastimah. Selain itu, masjid ini memiliki oktagon dengan ukuran 22 meter dan didukung 16 kolom lengkungan-lengkungan yang terbuat dari granit Italian. Kolom itu berbentuk persegi delapan dengan tinggi 8,60 meter. Di tengah-tengah langit masjid terdapat langit yang ditinggikan dengan delapan sisi dan tiga jendela kaca dengan desain arabesque. Terakhir adalah mimbar dan jendela yang terbuat dari jati yang telah diukir dengan ukuran 6,35 meter serta mihrab yang terukir ayat-ayat al-Quran yang terbuat dari emas Perancis.

Inilah sekilas gambaran tentang masjid Abu Abbas al-Mursi, seorang pendiri tarekat Syadziliyyah. Sahabat wisata muslim bisa mengunjungi masjid tersebut yang terletak di Anfoushi, Alexandria. Ingin berwisata sambil mentadaburi keagungan kekuasaan Allah swt di negeri-negeri muslim, sahabat bisa mengikuti paket wisata muslim yang diselenggarakan oleh Cheria Travel. Selamat berwisata! (Jng/RA)











Selengkapnya Masjid Abu Abbas al-Mursi
Posted by: Cheria Wisata

Masjid al-Azhar, Bukti Kecintaan Para Penguasa Mesir pada Ilmu dan Agama

Posted by Unknown

Umrah plus Mesir - Masjid al-Azhar, yang berlokasi di kompleks Sultan Al-Ghuri Al-Azhar St. ini merupakan bangunan masjid yang pertama kali dibangun oleh Jauhar Al-Shiqilli. Pada saat itu, ia menjabat sebagai panglima perang penguasa Dinasti Fatimiyyah ke-4, yaitu al- Muiz li Dinillah. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 349 H/970 M dan akhirnya diresmikan pada tahun 361 H/972 M.

Pada saat dibangun pertama kali, ukuran Masjid al-Azhar separuh dari ukuran saat ini. Saat itu, masjid tersebut masih terdiri dari shahn terbuka, seperti yang ada hingga kini yang dibatasi lengkung-lengkung lancip. Ruang shalat terletak di sebelah utara shahn dan dua sayap di sebelah kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari tiga ruangan.

Setelah diresmikan, Masjid al-Azhar mengalami berbagai renovasi. Oleh karena itu, bangunan asli masjid tersebut berada di jantung masjid dalam bentuknya seperti yang terlihat saat ini. Renovasi yang dialami masjid ini terdiri dari penambahan sejumlah bangunan. Misalnya ruangan, gedung kuliah, mihrab, dan tempat wudhu baru. Akibatnya, masjid ini pun kehilangan bentuk asli dan tampilan-tampilan arsitiknya. Tidak aneh lagi, jika masjid ini seolah menjadi ajang pameran besar seni islam di Mesir sejak masa pemerintahan Dinasti Fatimiyyah hingga kini.

Saat memasuki masjid, di depan dekat terowongan yang menuju Masjid Al-Hussein ibn Ali dan Khan al-Khaili, terdapat pintu Al-Mujayyiynin. Pintu ini merupakan pintu atau gerbang utama Masjid Al-Azhar yang dulunya digunakan sebagai tempat para pengusaha pemangkas rambut mahasiswa Al-Azhar. Pintu masuk ini dibangun oleh seorang penguasa Dinasti Mamluk yang bernama Sultan Al-Asyraf Saifudin Qait Bey pada tahun 873 H/1469 M. Lengkung-lengkung di atas pintu dihiasi muqaranas (ukiran-ukiran stalaktit) dan sisi-sisinya dihiasi bentuk-bentuk arabeas yang berasal dari masa itu.

Selain itu disebelah kanan selasar terdapat sebuah gedung Madrasyah al-Aqbughhawiyyah yang dibangun oleh seorang pangeran dari Dinasti Mamluk, yaitu Ala’uddin Aqbugha Abdul Wahid pada tahun 740 H/1339 M. Ia memang terkenal sangat menaruh perhatian terhadap lembaga pendidikan ini. Itulah yang menyebabkan ia juga membangun ruang shalat, dinding kiblat, dan menara di gedung tersebut.

Sementara di sebelah kiri selasar, terdapat gedung lama Madrasah ath-Thaibarsiyyah yang dibangun pangeran Ala’uddin Thaibars al-Khazindar, seorang wakil panglima pasukan Dinasti Mamluk pada masa pemerintahan an-Nashir Muhammad ibn Qalwun. Madrasah tersebut didirikan sebelum Madrasah al-Aqbughawiyyah pada tahun 719 H/1319 M. Pangeran Thaibars terkenal sebagai seorang tokoh yang lurus dan saleh.

Selain sebagai sekolah, madrasah tersebut juga digunakan sebagai masjid. Tak aneh jika madrasah tersebut dirancang bagus dan indah. Bagian dalam gedung madarasah tersebut bisa dikatakan sebagian salah satu contoh menawan dari seni Islam. Sejak 1314 H/1896 M, madrasah tersebut dijadikan perpustakaan al-Azhar.

Sahabat wisata muslim, usai melewati selasar di antara kedua madrasah tersebut, kita akan memasuki shahn lapang Masjid al-Azhar yang dikitari bukaan-bukaan dari segala arah. Shahn tersebut berada di posisi sebelum Masjid al-Azhar lama. Ruang shalat yang berujung pada dinding kiblat lama disambung dengan perluasan yang dilakukan seorang tokoh Mamluk di Mesir pada masa pemerintahan Dinasti Utsmaniyyah, yaitu Abdurrahman Katkhuda, yang dipandang menaruh perhatian besar terhadap bangunan Masjid al-Azhar.pada tahun 1167 H/1753 M.

Katkhuda memugar masjid itu dan menambah bagian utara ruang shalat yang asli. Selain perluasan ke arah utara, didirikan pula sebuah bangunan besar yang memiliki pintu besar. Kini pintu tersebut lebih dikenal dengan sebutan pintu ash-Shaya’idah. Pintu ini merupakan gerbang besar yang dibuat oleh Abdurrahman Katkhuda. Di atas pintu tersebut dibangun ruangan khusus untuk mengahapal al-Qur’an bagi anak-anak.

Di bagian taman lapang berdinding didirikan makam, tempat penampungan air, dan saluran air. Di bagian atas makam tersebut dibuat sebuah kubah kecil. Sementara di samping pintu ash-Shaya’idah, didirikan sebuah menara yang dinisbatkan kepada Abdurrahman Katkhuda atas jasa besarnya dalam pendirian pintu gerbang utama al-Azhar yang kini disebut pintu al-Muzayyinin.

Saat ini, Masjid al-Azhar memiliki lima menara dengan gaya yang berbeda. Hal ini disebabkan kelima menara tersebut didirikan pada masa yang berbeda. Dua menara dibuat oleh Abdurrahman Katkhuda, satu menara oleh Sultan Qait Bey, dan satu menara lainnya oleh Sultan al-Ghuri. Adapun menara yang didirikan Sultan Qait Bey merupakan menara terbesar yang memiliki 2 balkon.

Seiring bergulirnya waktu, masjid yang semula memiliki 13 mihrab kini tinggal tersisa 6 mihrab. Adapun mihrab yang tertua adalah mihrab di dinding kiblat lama pada dinding masjid lama. Mihrab-mihrab tersebut dibuat dengan penuh keindahan dan kecermatan yang beragam. Selain itu, masjid ini memiliki 3 kubah. Kubah yang paling besar dan terindah adalah kubah yang berada di Madrasah al-Jauhariyyah, yang menyambung dengan masjid Al-Azhar. Kubah tersebut memiliki sejumlah syammasa dan lengkung-lengkung lancip yang dari luar berhiasan ukiran-ukiran kaligrafi indah.

Berkunjung ke Mesir? Kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke al-Azhar. (Jng/RA)
SelengkapnyaMasjid al-Azhar, Bukti Kecintaan Para Penguasa Mesir pada Ilmu dan Agama
Posted by: Cheria Wisata

Paket Umroh Plus Mesir 2013

Posted by Unknown on Monday, November 26, 2012



paket umroh 2013, paket umroh plus, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, umroh plus mesir 2013,


PT. Cheria, Setiap kaum muslimin bercita-cita untuk dapat melaksanakan ibadah haji atau umroh. Dan ibadah umroh merupakan cita-cita yang paling dapat dijangkau dalam waktu dekat sebelum kita melaksanakan ibadah haji.

Mengapa? karena ketika kita ingin melaksanakan ibadah haji, kita harus mengantri panjang untuk mewujudkannya hal ini apabila kita para calon jama’ah mengambil paket haji reguler.

Kita dapat mewujudkan ibadah haji dengan lebih cepat, apabila kita mengambil paket haji ONH plus. Tentunya dengan biaya yang berkali-kali lipat dibanding dengan biaya haji reguler.

Menanggapi begitu besarnya minat para kaum muslimin untuk mewujudkan impiannya mengunjungi Makkah – Madinah, maka salah satu solusi yang paling cepat kita wujudkan adalah dengan melaksanakan ibadah Umroh.

Namun, setelah kita mendapatkan solusi untuk ibadah umroh ternyata sifat kemanusiaan kita untuk berliburan pun muncul. Apalagi kalau kita akan melaksanakan ibadah umroh dengan keluarga kita. Tentu berbagai pendapat atau pikiran muncul disini. Ada yang ingin berliburan, ada yang ingin umroh dan pendapat-pendapat lainnya.

Hal ini pastinya akan menjadi pertimbangan kembali untuk anda sebagai penentu, apakah ingin menunaikan ibadah umroh ataukah hanya sekedar berlibur ke tempat menarik lainnya?

Setelah masalah pilihan, hal lain yang sering dipertanyakan adalah masalah Biaya Paket, baik itu paket umroh atau paket liburan.

Ketika ada beberapa pilihan dihadapan kita, tentunya kita akan bingung dan harus cermat dalam memilah pilihan mana yang akan kita tuju.

Berhubungan dengan hal biaya, sebagian kita pasti mempertanyakan berapa biaya yang harus kita keluarkan. Pastinya kita harus melakukan survei ke lapangan terlebih dahulu untuk mencari informasi mengenai biaya dan hal-hal lain yang berhubungan dengan paket yang akan kita ambil.

Pilihan program, masalah biaya, kemudian hal lain yang sering dipertanyakan dimasyarakat umum mengenai paket adalah pelayanan atau fasilitas apa aja yang akan kita dapatkan ketika memilih program tersebut.

Sering kita jumpai, tetangga atau karib kerabat kita yang bercerita. Memang mereka mendapatkan paket dengan harga murah, namun ternyata ketika dilapangan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Ini menjadi pelajaran buat kita para calon jama’ah umroh atau para pecinta liburan (traveller) untuk lebih cermat ketika memilih paket dengan biaya yang murah.

Setelah kita sepakat bawah masalah-masalah tersebut diatas telah kita rasakan bersama, maka kami menyimpulkan ada beberapa hal yang perlu dipecahkan.

Yang pertama, Pilihan paket umroh atau liburan yang akan kita ambil untuk kebutuhan bersama keluarga tercinta dan dapat mencakup nilai ukhrowi dan jasadi.

Untuk point pertama Cheria Travel, menawarkan solusi kepada anda untuk memilih Paket Umroh Plus Wisata Muslim. Baik itu wisata muslim jepang, cairo, turki, dubai dan masih banyak pilihan negara lainnya.

Pada artikel ini kami memberikan referensi Paket Umroh Plus Mesir 2013 dengan lama perjalanan selama 14 hari kepada anda .

Cairo, Ketika disebut cairo mungkin salah satu film nya kang abik, yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih lah yang akan ada di benak anda. Ya, kita akan bercity tour ke negeri tersebut. Dimana dinegeri ini kita dapat menikmati keindahannya sekaligus memaknai nilai-nilai sejarah yang terkandung didalamnya.

Pada edisi Paket Umroh Plus Mesir 2013 ini, kita akan diajak ke beberapa tujuan. Diantaranya Madinah-Jeddah-Cairo-Jeddah-Makkah-Jeddah dan kembali ke tanah air tercinta Jakarta.

Yang kedua, mengenai masalah biaya.
Tidaklah menjadi hal yang asing bagi kita, jika ingin memilih paket liburan atau paket umroh kita mensurvey harga terlebih dahulu.

Setelah tadi telah kita sepakati bersama untuk memilih solusi Paket Umroh Plus 2013 kini saatnya kita tanyakan berapa yang harus kita keluarkan untuk paket tersebut.

Kemudian setelah point kedua, point selanjutnya adalah mengenai fasilitas yang akan kita dapatkan. Mengenai fasilitias PT. Cheria sebagai jasa tour & travel yang profesional, dengan sepenuh hati kami memberikan fasilitas yang berkualitas untuk anda para calon jama’ah. Mulai dari pendaftaran yang bisa anda lakukan by online maupun daftar langsung ke kantor kami, sampai pada pelayanan catering dan lain-lain.

Setelah anda dapatkan solusi ini, maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah langsung mendaftarkan diri ke PT. Cheria yang berlokasi di Gedung Twink Lt. 3 Jl. Kapten Tendean No. 82 Mampang – Jakarta Selatan, call (021) 7900 216 / 7900 218, Pin BB : 21A68679, email : info @cheria-travel.com, website : www.cheria-travel.com

Untuk melengkapi informasi anda mengenai Harga Paket Umroh Plus Mesir 2013, berikut kami lampirkan itinerarynya yaitu :

Hari 1, Senin – 11 Mar : JAKARTA – JEDDAH
Jamaah berkumpul di bandara Soekarno Hatta 2 jam sebelum keberangkatan, menuju Jeddah

Hari 2, Selasa – 12 Mar : MAKKAH
Tiba di Jeddah langsung menuju kota Makkah. Tiba di kota suci Makkah,tempat lahirnya Islam dan Nabi Muhammad S.a.w.dan juga tempat Baginda menerima wahyu dari Allah Swt Kota tempat melaksanakan ibadah haji dan umrah. Jamaah check in hotel lalu melaksanakan umroh.D

Hari 3, Rabu– 13 Mar : MAKKAH
Melaksanakan sholat Tahajud dan Subuh di Masjidil Haram, dan memperbanyak ibadah di masjidil Haram. B.L.D

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,

Hari 4, Kamis – 14 Mar : MAKKAH
Setelah santap pagi di hotel Jamaah Umroh akan di ajak untuk berziarah di seputar kota Makkah Jabal Tsur, Jabal Nur, Padang Arafah / Jabal Rahmah, Mina dan terakhir di Masjid Ji’ronah serta jamaah mempunyai kesempatan untuk beroreintasi lebih banyak mengenai kota Makkah, seperti naik ke Gua Hiro (optional), melihat keindahan dan belanja berbagai pernak pernik serta makanan khas Timur tengah. B.LD

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 5, Jum’at – 15 Maret : MAKKAH - MADINAH
Setelah Sholat Jum’at dan makan siang Jama’ah Umroh Plus Mesir akan meninggalkan kota suci Makkah menuju kota suci Madinah, Tiba di kota suci Madinah yang bercahaya, Jamaah akan check in hotel dan bagi Jamaah pria dapat berziarah ke Raudah, makam nabi Muhammad Saw, sahabat nabi Abu bakar Ra dan Umar bin Khatab Ra serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. B.L.D

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,

Hari 6, Sabtu– 16 Maret : MADINAH
Sholat Tahajud dan Subuh di Masjid Nabawi. Setelah sarapan pagi, Jamaah akan diajak untuk berziarah kota Madinah diantaranya ke, Masjid Quba, Jabal Uhud dan pasar Qurma. Para Jamaah dapat berziarah kembali ke Raudah dan Makam Nabi Muhammad Saw, makam sahabat Nabi Abu bakar Ra serta makam Umar bin Khatab Ra. B.L.D

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 7, Minggu– 17 Maret : MADINAH– CAIRO (MESIR)
Selepas solat Zhuhur dan makan siang, Jamaah akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju kota Cairo. B.L.D

Hari 8, Senin – 18 Mar : CAIRO – GIZA - ASWAN
Pagi hari mengunjungi Museum Egyptian di dalamnya ada mumi Fir’aun dan Mengunjungi Tiga Piramid di dataran Tinggi Giza dibangun untuk tiga Firaun dari dinasti keempat. Sphink–yang berbadan singa berkepala manusia, dengan panjang 57 meter serta tinggi 20 meter. Mengunjungi pasar tradisional Khan Khalili Bazzar. Malam hari dengan kereta malam menuju kota Aswan.

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 9, Selasa – 19 Mar : ASWAN-KOM OMBO - EDFU
Tiba di kota Aswan, menuju pelabuhan untuk, Check in kapal pesiar. Mengunjungi Unfinished Obelisk merupakan pilar batu dengan penampang persegi panjang dan ascending gaya piramida. Mengunjungi Dam Aswan merupakan Dam terbesar di Dunia juga ke pulau Phillae melihat kuil Philae dan kuil Isis Kembali ke Kapal untuk makan siang. Dan mulai berlayar dalam perjalanan melihat Aga Khan Mausoleum dan Pulau Kitchener menikmati fasilitas kapal.

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 10, Rabu -20 Mar : ASWAN - KOM OMBO - EDFU
Berlayar dari Aswan menuju Komombo . setelah makan pagi di kapal, Mengunjungi Kuil Kom Ombo. kuil yang dibangun oleh Thutmosis III, fir’aun keenam dari dinasti kedelapan belas Thutmosis memimpin sebagai bupati dari satu wilayah yang dikuasai oleh ibu tirinya; Hatshepshut. Sore hari berlayar ke Edfu adalah salah satu kota di Mesir yang terletak di tepi barat sungai Nil di wilayah Aswan. Makan siang di kapal sembari menikmati pemandangan sungai Nil.

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 11, Kamis- 21 Mar : EDFU – ESNA - LUXOR
Pagi hari, mengunjungi kuil Edfu adalah peninggalan pada masa pemerintahan keturunan Ptolemeus dari Yunani. Dikenal dengan nama Temple of Horus didirikan pada masa Cleopatra VII pada tahun 237 SM. Horus adalah nama dewa kebaikan. Berlayar ke Luxor melalui Esna Lock (kunci Esna)

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 12, Jum’at- 22 Mar : LUXOR - CAIRO
Mengunjungi kota Luxor , diantaranya Thebes. masing patung berbobot 1000 ton dan tinggi 23m. Perjalanan diteruskan kelembah para raja dan ratu namanya valley of Kings dan valley of Queens. Mengunjungi Hatshepsut Temple, Candi Karnak dipenuhi dengan 134 buah gigantic columns dengan ruangan super besar yang takberujung, di kedua sisi gerbang utama sebelum lorong Great Hypostyle berdiri patung granit Raja Ramses II. Dan pada jantung kompleks candi Karnak dapat Kuil Anum yang didedikasikan untuk raja paradewa. Terdapat juga danau. Sore hari penerbangan dari Luxor menuju Cairo

paket umroh 2013, paket umroh plus 2013, paket umroh plus mesir, umroh plus mesir, paket umroh plus, umroh plus mesir 2013,


Hari 13, Sabtu- 23 Mar : CAIRO - JAKARTA
Pagi hari acara bebas sampai waktu transfer kembali ke Jakarta.

Hari 14, Minggu- 24 Mar : JAKARTA
Tiba di Jakarta dengan sejuta kenangan Al Haram / yang tak terlupakan

Dapatkan Diskon :
  • $ 100 jika mendaftar min 8 orang
  • $ 50 jika mendaftar min 4 orang
Syarat & Kondisi Paket Umroh Plus Mesir 2013 :
  • Uang muka sebesar USD 1.000,-
  • Harga & Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah
Harga Paket Umroh Plus Mesir 2013 belum termasuk :
  1. Airport tax dan perlengkapan Rp. 850.000,-
  2. Buku Kesehatan Rp. 300.000,-
  3. Buku Mahram Rp. 300.000,-
  4. Tambah Nama Rp. 200.000,-
  5. Pembuatan PasporRp. 700.000 (proses biasa).
Demikian artikel  Paket Umroh Plus Mesir 2013 ini kami sampaikan kepada anda, semoga dapat menjadi referensi terbaik dari perencanaan penunaian ibadah umroh anda semua ya.

Kunjungi juga artikel menarik kami lainnya di Paket Umroh Plus Turki 2013 untuk menambah referensi menarik anda.

Salam Cheria Travel.

SelengkapnyaPaket Umroh Plus Mesir 2013
Posted by: Cheria Wisata

Taman Al Azhar, Dari TPA Jadi Taman Penuh Pesona

Posted by Unknown

Umrah plus Mesir - Setelah Kairo dijadikan sebagai ibu kota Mesir sejak penaklukan Islam oleh Amr bin Ash yang mana sebelumnya Alexandria. Jika ditelusuri, umur Kairo sudah sangat tua sekali, setua agama Islam yang telah menyebar menjadi agama besar dunia. Seiring dengan tuanya umur Kairo, masih banyak ditemukan benda purbakala yang masih kokoh berdiri hingga kini.

Salah satu simbol tuanya kairo bisa dilihat saat kita memasuki kawasan Taman al-Azhar (Haqiqah al-Azhar atau al-Azhar Park) yang dibangun pada tahun 1404 H/1984 M atas ide Aga Khan Award for Achitecture yang menyelenggarakan konferensi di Kairo dengan tema “The Expanding Metropolis”. Kala itu, Kairo sedang menghadapi sederet tantangan pembangunan, termasuk tekanan jumlah penduduk yang kian melejit, penurunan kualitas perumahan, dan keperluan yang mendesak akan ruang hijau. Taman ini menjadi hiasan kota di atas lahan yang sebelumnya selama ratusan tahun lebih berupa gunung bebatuan yang berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah kota Kairo.

Dalam konferensi itu, Agha Khan menyatakan bahwa ia akan membiayai pembuatan sebuah taman bagi kota Kairo. Ternyata lokasi yang paling cocok untuk taman itu terletak di Darasah. Lokasi dengan luas 30 hektar itu terletak di antara kota Al-Qatha’i yang didirikan oleh Dinasti Ayyubiyyah dan Madinah Al-Mawat. Diperkirakan, biaya pembuatan taman ini menghabiskan dana sekitar 270 milyar.

Saat pertama kali didirikan, Kairo terkenal dengan kota yang sarat dengan taman. Kondisi tersebut masih terpelihara hingga paruh pertama abad ke-20 M. Oleh karena itu pula Kairo yang terkenal dengan sebutan Kota Seribu Menara juga dikenal sebagai Kota Villa dan Taman. Sayangnya, sejak penggal kedua abad ke-28 M, kota ini berubah menjadi kota yang sangat sumpek. Apalagi jumlah penduduk kota ini melejit hingga sekitar 17 juta jiwa.

Proyek taman al-Azhar sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Namun proyek itu akhirnya disetujui pemerintah Mesir. Taman al-Azhar dirancang oleh perusahaan lanskap di Mesir, yaitu Sites Internasional. Rancangan yang dibuat didasarkan pada ide periode sejarah Islam, misalnya ruang terbuka berbentuk kebun buah-buahan, area tempat duduk berpelindung (takhtabous), lengkung-lengkung dari model lengkung era Dinasti Fatimiyyah, serta air mancur dan saluran air ala Persia dan Samarkand.

Di sisi lain, taman al-Azhar dibuat dengan gaya “Islamic Garden”, di mana banyak terpampang mozaik-mozaik dalam seni Islam seperti halnya tanaman, bunga, dan ranting yang dilukis berbentuk geometrik. Mozaik ini tampak tertata rapi di dinding kubah, lantai, jalan, atau trotoar.

Selain itu, terdapat air mancur yang indah. Lanskapnya merupakan cita rasa tradisional dan modern. Sementara hijaunya rumput dan keindahan pohon dengan warna-warni bunga bisa langsung kita saksikan di depan mata.

Taman al-Azhar berada di areal berkontur bukit sepanjang bukit tinggi Mesir. Dari bukit ini kita bisa menyaksikan berbagai kawasan Mesir yang penuh dengan pemandangan berupa menara-menara mesjid, termasuk mesjid yang berada di tengah benteng Salahuddin Al-Ayyubi serta eksotika gurun tandus.

Sahabat wisata muslim, untuk memasuki kawasan Taman al-Azhar ini, turis atau pendatang dikenakan tarif tiket sebesar 5 pound atau 10.000 ribu rupiah. Bisa dibilang, hampir mirip jika kita ingin berwisata ke Kebun Raya Bogor. Di taman al-Azhar ini, kita bisa menyaksikan sunset (matahari terbenam) di sela menara Masjid dan ranting pepohonan.

Uniknya, saat sore hari tiba di taman Al-Azhar terdapat lampu-lampu gedung tua, rumah tua, dan bangunan tua yang terlihat indah sekali. Kemegahan Benteng Salahudin yang telah didesain sedemikian rupa oleh pemerintah Mesir pada malam hari juga terlihat garang, begitu pula sorotan lampu dari masjid Muhammad Ali. Semakin sore, keramaian taman Al-Ahar sangat terasa. Sebagai satu-satunya taman yang terluas dan terindah, taman ini dibuka hingga jam 12 malam.

Saat malam tiba, kursi yang disediakan di pinggir taman bisa digunakan untuk bersantai sambil pemandangan lampu-lampu kota yang sangat menakjubkan. Di halaman paling atas, sebelah kanan taman, terdapat beberapa kafe dengan nuansa yang sangat elegan. Sangat cocok untuk bersantai dan menikmati keindahan kota. Terkadang, tempat ini juga dipakai untuk acara perikahan penduduk setempat.

Pengalaman unik lainnya juga bakal ditemukan saat menunaikan shalat tepat di bawah langit di atas rerumputan hijau yang ada di taman al-Azhar, yang setiap jengkal buminya Masjid dan asalnya bersih serta suci. Lapangan rumput ini juga biasa digunakan untuk beribadah shalat fardhu bersama orang-orang Mesir. Terasa begitu khusyu dan menyatu dengan alam.

Nah, bagi sahabat wisata muslim yang tertarik untuk menikmati suasana santai di Taman al-Azhar ini, paket umrah plus Mesir bisa digunakan sebagai sarana untuk beribadah sekaligus berwisata. Cheria Travel menyelenggarakan paket umrah plus Mesir yang akan mengantarkan sahabat wisata muslim untuk beribadah umrah sekaligus menelusuri obyek wisata dan sejarah di Mesir. Ibadah tenang, wisata pun nyaman. (Jng/RA)
SelengkapnyaTaman Al Azhar, Dari TPA Jadi Taman Penuh Pesona
Posted by: Cheria Wisata

Benteng Qait Bey, Saksi Kebangkitan Penguasa Tiga Benua

Posted by Unknown

Benteng Qait Bey
Umrah plus Mesir – Benteng Qait Bey, sebuah benteng yang terletak di sebelah timur pelabuhan Alexandria, Mesir. Sahabat wisata muslim, di negeri tempat Sungai nil berada ini memang banyak ditemukan benteng. Wajar bila kemudian muncul sebuah pertanyaan: “Mengapa para penguasa pada zaman dahulu suka membuat benteng, padahal pembangunan benteng tersebut akan memakan dana yang begitu besar?

Sahabat wisata muslim, setiap benteng dibangun dengan tujuan untuk mencegah dan melindungi diri dari serangan musuh. Begitu pula dengan Benten Qait Bey. Benteng ini dibangun oleh Dinasti Mamluk dari kemungkinan serangan Dinasti Utsmaniyyah. Benteng ini juga menjadi saksi bisu runtuhnya dua dinasti, Dinasti Mamluk dan Dinasti Abasiyyah, sekaligus saksi atas lahirnya Sang Penguasa Tiga benua sangat disegani dan ditakuti pada abad ke-16 M, yaitu Sultan Salim I.

Benteng Qait Bey terletak di sebelah timur Pelabuhan Alexandria yang termasuk dalam distrik Al-Anfusy, yang dulunya lebih dikenal dengan sebutan kawasan Turki (Turki Quarter). Bangunan gagah yang dipugar terakhir kalinya oleh UNESCO yang bekerjasama dengan pemerintah Mesir itu didirikan di atas reruntuhan Mercusuar Pharos (Pharos Lighthouse). Mercusuar itu sendiri tetap berfungsi hingga kedatangan kaum muslimin di Mesir. Pada abad ke-3 H/9 M, mercusuar ini dipugar oleh Ahmad ibn Thulun, pendiri Dinasti Thuluniyyah.

Namun, mercusuar tersebut diguncang gempa pada abad ke-7 H/13 M sehingga fisik bangunan yang berbentuk persegi delapan itu runtuh. Kemudian di atas podasi mercusuar itu dibangunlah sebuah mesjid kecil. Lagi-lagi gempa datang mengguncang bangunan tersebut pada abad ke-8 H/14 M. Oleh sebab itu, pada 882 H/1477 M (seperti tertera didinding benteng itu), Sultan Al-Asyraf Qait Bey memerintahkan pembangunan benteng di atas lokasi mercusuar tersebut. Benteng ini menjadi bagian penting sistem perbentengan Alexandria pada abad ke -9 H/15 M.

Qait Bey adalah seorang sultan dari Dinasti Mamluk Burji yang menguasai Mesir dan Suriah. Ia bergelar Al-Malik Al-Asyraf Abu Al-Nashr Saifudin Al-Mahmudi Al-Zhahiri. Masa pemerintahannya antara 873-902 H/1468-1496 M. Qait Bey melewati masa kecilnya sebagai seorang budak belian. Selanjutnya, ia dibeli orang nomor satu Dinasti Mamluk kala itu, Al-Asyraf Saifudin Barsbay dan dimerdekakan oleh Al-Zhahir Saifudin. Selanjutnya, Qait Bey meniti karir di bidang militer dan pada tahun 872 H/1467 M diangkat Al-Zhahir tahun berikutnya sebagai pengganti Temirbugha yang mangkat sebagai Artebag.

Setelah naik tahta, Qait Bey dihadapkan dengan dua tantangan besar. Pertama, ia harus menghadang gerak maju pasukan Dinasti Utsmaniyaah dan Dinasti Ak Koyunlou dari Turki atas pengintaian Mesir. Kedua, mengatasi masalah ekonomi yang memburuk akibat ditemukannya Tanjung Harapan oleh para petualang Eropa yang sedang berburu harta Qarun di nusantara.

Qait Bey berhasil menahan gerak maju pasukan Dinasti Utsmaniyyah dengan menawan pangeran Elbistian di Anatolia. Namun, pasukannya tidak berhasil menghalangi pasukan Dinasti Ak Koyunlou di bawah pimpinan Uzun Hasan. Pada tahun 891H/1486 M, pasukan Dinasti Utsmaniyyah berhasil mengalahkan pasukannya di Sisilia.

Keberhasilan Dinasti Mamluk dalam menghadang pasukan Utsmani ternyata tidak pernah dilupakan oleh Sultan Salim I, seorang penguasa terkemuka Dinasti Utsmaniyyah yang berasal dari pasangan suami-istri Sultan Bayazid II dan Gulbahar. Ia lahir di kota Amayasa pada tahun 875 H/1470 M, pada saat ayahnya menjadi sultan. Ia diberi kepercayaan menjadi gubernur Trabzon, Turki. Pada saat menjelang kematiannya, sang ayah mengangkat Sultan Salim I sebagai putra mahkota dengan membatalkan hak putra sulungnya, yaitu Ahmad, untuk menduduki jabatan tersebut. Inilah pemicu terjadinya perang saudara setelah wafatnya Sultan Bayazid II.

Hasilnya, Ahmad bin Bayazid II dengan dua saudaranya Murad dan Ala Al-Din tersingkir dan pergi menyelamatkan diri. Saat itu, Murad ke Persia dan Ala Ad-Din ke Mesir. Mengetahui hal itu, Sultan Salim I langsung menggerakkan pasukannya untuk menggempur Persia. Dalam perang Chaldrian pada tahun 920 H/1514 M, pasukan Utsmani berhasil menghancurkan pasukan Persia dan memasuki Tibriz (ibu kota Persia) dengan penuh kemenangan.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 921 H/1516 M, giliran Mesir digempur dan kemenangan berpihak pada Sultan Salim I.akibatnya daerah Homs,damaskus,Nabus,Al-Quds dan Gaza berda dibawah kendalinya.kemudian dengan takluknya sang Sultan Thuman Bay,pasukan Dinasti Utsmaniyyah berhasil menguasai seluruh Mesir temasuk Alexandria.

Keberhasilan tersebut mengukuhkan Dinasti Utsmaniyyah sebagai negara Muslim yang paling Berjaya dengan kekuatan dan ketangguhan militernya. Terlebih pasukan kavaleri dan artilerinya yang mampu bergerak sangat cepat bagikan topan yang menderu kencang dan melibas apa pun yang menghadangnya.

Setelah penaklukan negeri piramida tersebut, pemerintahan dipegang penuh oleh Dinasti Utsmaniyyah di Mesir. Pada masa ini, Benteng Qait Bey tetap berfungsi dengan baik. Demikian pula saat Mesir berada di bawah pimpinan Muhammad Ali.

Benteng Qait Bey mengalami kerusakan parah ketika pasukan Inggris melakukan pengeboman atas Alexandria pada 1883 M. Benteng tersebut dipugar kembali semenjak 1428 H/1997 M oleh pemerintah Mesir yang bekerja sama dengan UNESCO. (Jng/RA)











Selengkapnya Benteng Qait Bey, Saksi Kebangkitan Penguasa Tiga Benua
Posted by: Cheria Wisata

Menengok Makam Imam Besar Asy-Syafi’i

Posted by Unknown on Sunday, November 25, 2012


Umrah plus Mesir – Sahabat wisata muslim tentu pernah mendengar nama Imam asy-Syafi’i, bukan? Ya, Imam Syafi’i adalah pencetus ilmu ushul fiqih. Beliau lahir pada tahun 150 H/767 M di Gaza, Palestina, dengan nama lengkap Abu Abdullah ibn Idris ibn Utsman ibn Syafi’i ibn al-Sa’ib ibn Ubaid ibn Abd Yazid ibn Hisyam ibn Muthallib ibn Abd Manaf Al-Qurasy Al-Muthalibibi Al-Maliki. ibunya bernama Fatimah binti Abdullah ibn al-Hasn ibn al-Husain ibn Ali ibn Abu Thalib. Dengan kata lain, dari garis sang ibu, asy-Syafi’i adalah anak keturunan pasangan suami-istri Ali ibn Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad SAW.

Ketika asy-Syafi’i masih berusia 2 tahun, ayah beliau meninggal dunia. Oleh ibunya, beliau dibawa ke Asqalan, Palestina, dan kemudian ke Makkah. Menginjak remaja, beliau diantarkan sang ibu ke Masjidil Haram untuk menimba ilmu. Di masjid itulah ia menimba ilmu kepada sejumlah ulama, antara lain Ismail ibn Qunstanthin, Sa’d ibn salim al-Qaddah, Daud ibn Abdurahman al-Aththar, Muslim ibn Khalid al-Zanji, dan Syufan ibn Uyainah. Beliau pun bisa dengan cepat menguasai berbagai ilmu yang diajarkan.

Ketika asy-Syafi’i berinjak dewasa di sekitar umur 20 tahun, beliau meminta izin kepada ibunya untuk belajar kepada Imam Malik ibn Annas di Madinah al-Munawarrah. Ibunya memberikan izin dan berangkatlah beliau ke kota Nabi. Begitu bertemu dengan anak muda tersebut, sang imam benar-benar terkesan dengan kepribadian, kecerdasan, dan perilakunya. Selain kepada sang guru, asy-Syafi’i juga menimba ilmu kepada sejumlah ulama terkemuka di Madinah, antara lain Abdullah ibn Nafi, Muhammad ibn Said, Ibrahim ibn Yahya ash-Ashami, dan Abdul Aziz ibn Muhammad ad-Darudi.

Setelah tiga tahun menjadi murid Malik ibn Annas, asy-Syafi’i pun meminta izin kepada sang guru untuk pergi belajar ke tempat lain. Imam Malik pun mengijinkannya dan pergilah asy-Syafi’i ke Kufah, Persia, Syam, dan kemudian kembali ke Makkah. Setelah Imam Malik ibn Annas wafat, asy-Syafi’i melanjutkan kelananya ke Yaman. Dari negeri terakhir tersebut, beliau kembali ke Makkah.

Perjalanan panjang berikutnya mengantarkan asy-Syafi’i menjadi Imam besar dalam menetapkan hukum. Ia memudahkan metode Hijaz dan metode Irak, yakni dengan memadukan antara lahiriyah teks-teks landasan hukum Islam dengan rasio. Selanjutnya, ia melakukan perjalanan ke Mesir melalui Harran dan Syam. Ia tiba di Mesir pada 26 syawal 198 H/21 Juni 814 M.

Pengembaraan Imam Syafi’i berakhir pada tahun 204 H/820 M. Imam besar ini wafat di al-Qarafah ash-Shugra, Mesir. Di sinilah sang imam besar dimakamkan. Beliau meninggalkan sejumlah karya tulis seperti Kitab ar-Risalah, al-Ulum, sejumlah karya di bidang fiqih yang dihimpun al-Bulquini (meninggal dunia pada tahun 805 H/1403 M), dan al-Fiqih al-Akbar fi at-Tauhid.

Tidak lama setelah beliau wafat, masyarakat Mesir membuatkan sebuah makam, bukan sebuah Masjid. Selanjutnya makam ini mengalami pemugaran berkali-kali. Pada saat Dinasti Ayyubiyah berkuasa pada tahun 609 H/1212 M, makam Imam Syafi’i dibangun kembali dan dilengkapi sebuah Masjid besar disertai sebuah kubah indah yang menempati sebagian besar atap ruang shalat dalam masjid tersebut. Makam sang imam sendiri tidak berada di bawah kubah, tetapi berada di shahn masjid dengan dikitari pagar besi. Adapun bangunan yang saat ini ada merupakan bangunan baru yang didirikan dengan mengikuti rancangan bangunan lama.

Makam, yang sekaligus sebagai Masjid, ini mengalami perkembangan lebih lanjut sepanjang masa pemerintahan Dinasti Mamluk. Sejak tahun 648 H/1250 M, setahap demi setahap makam tersebut berubah menjadi kompleks bangunan yang terdiri dari sebuah masjid besar, makam kecil, dan madrasah. Selain itu, kompleks ini juga dilengkapi klinik atau rumah sakit.

Pada tahun 803-813H/1400-1410M, Sultan Barquq merenovasi kompleks pemakaman dan Masjid Imam Syafi’i dengan menambahkan berbagai bangunan seperti madrasah, sabil, tempat sang sultan di luar ruang shalat, dan maqad (sebuah ruangan yang memiliki balkon lapang di lantai kedua sebuah rumah atau di atas atap masjid) di lantai atas yang menjadi tempat pertemuan para penguasa, pejabat, dan ilmuwan. Selain itu, tempat ini juga dipakai untuk pertemuan para ulama selepas shalat Jumat dan hari raya. Kompleks tersebut dibangun sangat selaras dan menawan.

Dilihat dari kompleks makam Imam asy-Syafi’i, ke arah sungai Nil atau sebelah baratnya, terdapat sebuah kompleks yang lebih kecil, tetapi sangat indah dan memikat. Kompleks tersebut adalah Masjid Sultan Qait Bey.

Di antara kompleks-kompleks tersebut, kompleks yang paling besar adalah kompleks masjid yang didirikan Sultan Qulawan di St. Kairo, Gamaliyah. Kompleks tersebut merupakan kompleks terbesar yang pernah ada di Mesir. Di dalam kompleks tersebut terdapat sebuah Masjid luas dengan ruang shalat mewah yang dihiasi sebuah kubah besar. Kubah tersebut bertumpu di atas enam penyangga dari batu yang ditopang enam tiang dari pualam.

Nah, sahabat wisata muslim, itulah sekilas gambaran kompleks makam Imam Syafi’i, seorang mujtahid dan ahli fikih yang sangat kita kenal namanya. Jika ingin berkunjung ke makam ini, paket umrah plus Mesir bisa menjadi pilihan yang bagus. Bersama Cheria Travel, wujudkan ibadah dengan tenang dan wisata yang nyaman. (Jng/RA)
SelengkapnyaMenengok Makam Imam Besar Asy-Syafi’i
Posted by: Cheria Wisata

Mesir, Piramida Giza, dan Napoleon Bonaparte

Posted by Unknown on Sunday, August 5, 2012



Mesir, Piramida Giza, dan Napoleon Bonaparte
Mesir, Piramida Giza, dan Napoleon Bonaparte

Sobat wisata muslim, kali ini kita akan berkenalan dengan sebuah negara yang terletak di Afrika bagian timur laut. Negara ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata muslim yang menarik. Biasanya, biro travel dan umrah memiliki paket wisata muslim untuk mengunjungi negeri yang terkenal dengan bangunan piramidanya, Mesir!

Mesir digolongkan dalam negara maju di benua Afrika. Luas Mesir sekitar 997.739 km² yang meliputi Semenanjung Sinai (masuk dalam benua Asia bagian barat daya) dan sebagian besar wilayah lainnya terletak di Benua Afrika bagian utara.

Sejak dulu, Mesir dikenal dengan pertaniannya yang subur. Hal ini disebabkan karena keberadaan Sungai Nil yang selalu mengairi negara itu. Itulah sebabnya konsentrasi penduduk yang menetap lebih banyak di sekitar Sungai Nil. Sementara wilayah lain berupa gurun tandus yang termasuk dalam bentangan Gurun Sahara.

Tak salah jika Sobat Wisata Muslim menjadikan Mesir sebagai tujuan wisata, salah satunya dengan paket umrah plus Mesir. Hal ini disebabkan negeri dengan mayoritas penduduk beragama Islam ini menyimpan jejak sejarah Islam. Mesir menjadi bagian dari kekhilafahan Islam yang saat itu dijabat oleh Khalifah Umar bin Khaththab, sedangkan panglima yang ditunjuk untuk membebaskan Mesir dari kontrol Romawi adalah ahli siasat politik dan perang, Amru bin Ash.

Peradaban Mesir sudah terbangun sejak lama sehingga Mesir dikenal dengan peradaban kunonya. Beberapa peninggalan kuno termegah di dunia yang bisa ditemui di sini di antaranya Piramida Giza, Kuil Karnak, Lembah raja, dan Kuil Ramses. Sementara itu, sebuah kota di mesir, Luxor, memiliki artefak kuno yang jumlahnya diperkirakan merupakan 65% artefak kuno yang ada di seluruh dunia.

Lalu, apa hubungan antara Mesir, Piramida Giza, dan Napoleon?
Nah, berbicara tentang hubungan tersebut, kita akan dibawa pada sebuah peristiwa sekian ratus tahun yang lalu. Sebuah peristiwa yang pernah terjadi di sekitar lokasi piramida terbesar di wilayah Giza.

Suatu peperangan pernah terjadi di kompleks Piramida Giza. Pertempuran itu terjadi pada hari Sabtu, 7 Safar 1213 H/ 21 Juli 1798 M, antara pasukan Mamluk dan pasukan Perancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. Dalam pertempuran itu, jenderal bertubuh pendek kelahiran Korsika itu berhasil meraih kemenangan. Kemenangan yang membuat pasukan Perancis berhasil menduduki Mesir. 

Pasca kemenangan itu, mereka berhasil memasuki Kairo tiga hari kemudian. Kota ini jatuh ke tangan Pasukan Perancis. Walau ekspedisi itu tidak berlangsung lama, ternyata dampaknya luar biasa dan menimbulkan berbagai perubahan di Mesir. Khususnya yang berkenaan dengan pandangan anak Negeri Piramida terhadap Barat kala itu. Selama di Mesir, ternyata kelakuan Napoleon tak jarang menimbulkan tawa dan senyum. Bagaimana kisahnya?

Ketika melewati hari-hari pertama di Mesir, Napoleon Bonaparte, dalam memoar yang ia tulis ketika diasingkan di St. Helena, mengemukakan:

“Yang membuat aku geli, barangkali juga orang-orang Mesir, ialah kami datang dengan perkiraan akan menghadapi hujan dan angin musim dingin. Ternyata, yang kami temui adalah terik musim panas dan pasir gurun yang membakar tubuh. Padahal sebelumnya, aku telah mengubah bentuk seragam pasukan Perancis dan memerintahkan semua anggota pasukanku untuk mengenakan sorban seperti halnya kaum Muslim.”

Selepas berhasil memasuki Kota Kairo, putera Carlo Bonaparte itu berusaha memikat hati warga kairo, terutama hati para pemuka dan tokoh Mesir. Sekitar sebulan selepas kehadirannya di kairo, tepatnya pada Sabtu, 6 Rabiul Awwal 1213 H/ 18 agustus 1798 M, bulan itu merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Selaku penguasa baru Mesir, ia pun menerima undangan dari Al-Azhar untuk menyambut bulan istimewa bagi rakyat Mesir itu. Karena itu, Napoleon yang kala itu baru berusia 29 tahun, keluar dari markas besarnya dengan mengenakan jubah dan sorban indah. Suami dari Josephin de Beauharnais itu hendak menghadiri peringatan hari kelahiran Rasulullah saw. di Masjid Al-Azhar.
Ketika melangkahkan kaki menuju pintu Masjid Al-Azhar, Napoleon Bonaparte berpaling ke belakang. Ternyata, para serdadu yang menyertai dirinya sedang tersenyum-senyum geli melihat panglima mereka yang tubuhnya kecil dan gerak langkahnya yang cepat tenggelam dalam jubah. Merasa dilecehkan, selepas acara itu, Napoleon bersumpah tak akan pernah lagi mengenakan jubah.

Napoleon kemudian masuk masjid dan duduk di samping seorang orientalis yang menerjemahkan ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkan seorang qari. Mendengar bacaan Al-Quran, ia pun mengangguk-anggukkan kepala, layaknya yang dilakukan kaum Muslim Mesir. Tentu saja, para hadirin pun tersenyum geli melihat perilaku panglima bertubuh pendek dengan menggunakan jubah tersebut.

Ketika Syaikh Al-Bakri, salah seorang tokoh tarekat di Ezbekiyah, Kairo, kala itu mengundangnya makan siang, Napoleon Bonaparte pun dengan sangat gembira menerima undangan itu. Ia duduk bersila dan menikmati makanan yang disajikan dengan tangannya seperti kebiasaan orang-orang Mesir. Seusai makan, ia kemudian membersihkan mulutnya dengan jubahnya, mengikuti tindakan yang dilakukan para hadirin lainnya. Tapi, ketika ia ditawari kendi, ia menolaknya. Mengapa? Dalam memoarnya ia mengemukakan, sebenarnya ia tak ingin menolak tawaran minum dengan kendi. Namun, karena tak tahu bagaimana minum dengan kendi, ia pun menolak tawaran itu. Kemudian ketika kembali dari undangan, diam-diam ia mencoba minum dari kendi!

Nah, untuk Sobat Wisata Muslim yang ingin mengetahui langsung suasana Mesir, bisa mengikuti paket tour wisata muslim ke Mesir. Jika ingin sekaligus menjalanan umrah di tanah suci, ikuti saja paket umrah plus Mesir. Sambil beribadah, berwisata, juga belajar sejarah. Pasti menarik! (RA)

SelengkapnyaMesir, Piramida Giza, dan Napoleon Bonaparte
Posted by: Cheria Wisata

Paket Umroh Plus Kairo Mesir 2013 / 2014

Posted by Unknown on Monday, February 14, 2011

Paket Umroh Plus Kairo Mesir 2013 / 2014


Cheria Travel menyediakan paket umroh plus kairo, mesir
Umroh Plus Kairo Mesir 2013 / 2014



Jadwal Dan Harga Paket Umroh Plus Kairo 2013 / 2014


Kami melayani paket umroh plus kairo, selama 12 hari harga mulai $2850, Dp $500


1. Minggu, JAKARTA – BANGKOK TG 434 / 13.05 – 16.35 BANGKOK DINNER
2. Senin, BANGKOK – CAIRO MS 959 / 00.45 – 06.00*
3. Selasa, CAIRO
4. Rabu, CAIRO – MEDINAH MS 677 / 15.45 – 18.40
5. Kamis, MEDINAH
6. Jum’at, MEDINAH
7. Sabtu, MEDINAH – MAKKAH BY BUS
8. Minggu, MAKKAH
9. Senin, MAKKAH
10. Selasa, MAKKAH – JEDDAH BY BUS
11. Rabu, JEDDAH – JAKARTA GA 981 / 20.00 -09.40*
12. Kamis, JAKARTA ETA.09.40

Sedia Paket umroh plus Kairo Mesir Bulan Januari, Februari, Maret, April Mei, Juni, Juli, Agustus, September Oktober, November, Desember.


Sekilas Tentang Paket Umroh Plus Kairo Mesir


Daerah Cairo raya memiliki penduduk sekitar 16 juta jiwa.Kota ini adalah Ibu kota negara Mesir dan sekaligus Kota terbesar di benua Afrika dan juga Timur Tengah.Cairo juga satu-satunya Kota di Afrika yang memiliki system Metro(kereta bawah tanah).

Kota ini didirikan pertama kali oleh seorang sahabat Rosululloh SAW Amru bin Ash pada tahun 641 M.yang mana semula ibu kota Mesir adalah kota Fushtat(old Cairo/Cairo lama),tempat dimana Amru bin Ash membangun sebuah Masjid yang pertama.dan Masjid inilah Masjid tertua di benua Afrika.

Kota Cairo dan Giza tak ubahnya kota Jakarta.jalan-jalan raya padat,tingkat polusi tinggi,kota Cairo dan Giza memiliki pemandangan dan peninggalan2 zaman mesir kuno yang amat banyak dan memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan.seperti di pinggiran perbatasan antara kota Cairo dan Giza yang di dipisahkan oleh sungal Nil,Pyramid dan Sphinx,dll






Umroh Plus Kairo Mesir


Di antara sekian kota yang menjadi bagian sejarah peradaban dunia di Mesir, Cairo dan Giza adalah salahsatu kota dengan sejuta ekspresi kebudayaan.dan salah satu program dari kami adalah City Tour yang mana program ini adalah menikmati keindahan dari kota Cairo dan Giza dengan tujuan wisata yang variatif.tetapi di dalam City Tour ini obyek wisata utama dari kami adalah Pyramid dan Sphinx Giza,museum tahrer(museum Nasional mesir),sungai Nil dan Khan el-Khalili.

Semoga kita bisa menghayati tanda tanda kebesaran Allah SWT melalui paket umroh plus mesir ini bersama cheria travel. Paket Umroh Plus Cairo 2013.

SelengkapnyaPaket Umroh Plus Kairo Mesir 2013 / 2014
Posted by: Cheria Wisata

Travel Tour Wisata Muslim Umroh Haji ONH Plus Cheria